Presiden Prabowo: Indonesia Lakukan Efisiensi Besar-besaran APBN

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo saat menjadi pembicara di gelaran World Government Summit 2025, menunjukan penghematan APBN eranya. Pamer  penghematan APBN ini saat Prabowo, hadir melalui konferensi video. Acara itu dihadiri langsung oleh pimpinan berbagai negara di dunia.

"Melalui pengelolaan anggaran negara yang cermat, kami telah menghemat lebih dari US$20 miliar, setara dengan sekitar 10�ri anggaran tahunan kami," beber Prabowo dalam video paparannya yang disiarkan virtual lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (14/2/2025).

Prabowo, nyatakan Indonesia melakukan efisiensi besar-besaran keuangan negara. Lewat Instruksi Presiden nomor 1 tahun 2025, Presiden Prabowo Subianto menargetkan penghematan anggaran sebesar Rp 306 triliun dari APBN tahun 2025.

Namun, orang nomor satu di Indonesia itu memaparkan penghematan yang berhasil dilakukan sejauh ini mencapai US$ 20 miliar, jumlahnya sekitar 10�ri APBN 2025. Bila dikonversikan ke rupiah, jumlahnya mencapai Rp 327 triliun (kurs Rp 16.350).

 

Amanat Besar di Awal Jabatannya

Presiden Prabowo Subianto memberikan amanat besar untuk penghematan anggaran di awal masa jabatannya. Prabowo menargetkan anggaran belanja APBN 2025 bisa dihemat sampai Rp 306 triliun dari anggaran yang sudah ditetapkan pada 2024.

Istana juga buka-bukaan soal berbagai kabar miring yang beredar di tengah masyarakat usai efisiensi dilakukan Prabowo

Penghematan anggaran itu didapatkan dari pemangkasan pos pengeluaran pada program-program yang tidak jelas dan tidak efektif di tubuh kementerian lembaga.

"Penghematan ini didapatkan dari peninjauan proyek dan program tanpa strategi yang jelas," tegas Prabowo.

Yang jelas uang ratusan triliun hasil penghematan anggaran itu akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek strategis yang dapat mengubah Indonesia menjadi negara maju. Misalnya saja investasi dalam industri hilir nikel, bauksit, tembaga, dan mineral penting lainnya.

Selain itu, anggaran yang dihemat tadi juga akan digunakan untuk pengembangan industri petrokimia yang substansial, serta pusat data AI yang besar.

Tak ketinggalan, penghematan anggaran hingga Rp 300 triliun lebih itu bakal digunakan juga untuk mengembangkan ketahanan pangan dan menjadikan Indonesia eksportir makanan tersohor di dunia.

"Kita juga sedang mengubah dana yang dihemat ini menjadi proyek yang mengembangkan ketahanan pangan, dengan tujuan menjadikan Indonesia sebuah negara eksportir makanan dalam beberapa tahun. Dengan inisiatif untuk meningkatkan produksi protein, mendukung ekokultur, dan mengembangkan proyek energi yang bersih dan berkembang," papar Prabowo.

 

Penghematan Anggaran  tak Kurangi

Kepala Kantor Komunikasi Presiden (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi menegaskan instruksi penghematan anggaran yang diberikan Presiden Prabowo Subianto tak akan mengurangi tenaga dan kemampuan pemerintah.

Dia memaparkan efisiensi dilakukan untuk menghilangkan belanja-belanja yang tidak efektif pada anggaran negara, Hasan Nasbi menyebut hal tersebut sebagai lemak dalam APBN.

"Jadi efisiensi yang sesuai dengan arahan presiden Prabowo itu adalah seperti menghilangkan lemak-lemak dalam belanja APBN Kita tapi tidak kurangi otot jadi tenaga pemerintah dan kemampuan pemerintah tidak akan berkurang," tegas Hasan dalam unggahan resmi akun Instagram @pco.ri, Kamis (13/2/2025).

Sejauh ini, Prabowo sangat terperinci untuk memperhatikan hingga hal-hal terkecil dalam memutuskan suatu kebijakan.

Penyisiran yang dilakukan Prabowo mendapati cukup banyak belanja barang dan modal yang tidak substansial. Belanja-belanja itu, kalau ditiadakan sebenarnya tidak ada masalah. Antara lain, pembelian ATK, kegiatan seremonial, kajian dan analisis, perjalanan dinas, dan beberapa pengeluaran lainnya. n ec/erc/rmc

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…