Saat Peluncuran Danantara. Megawati, Tidak Tampak, Kecuali Puan Maharani, Anaknya
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hingga Senin (23/2) diantara presiden yang masih hidup, tinggal Presiden ke-5 Megawati, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Empat presiden sebelumnya sudah meninggal dunia. Mereka adalah Presiden Soekarno, Soeharto, BJ Habibie dan Presiden Abduhrahman Wahid atau Gus Dur.
Diantara tiga presiden yang masih sehat, Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi). Hanya SBY dan Jokowi yang menghadiri peluncuran Danantara di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Keduanya tampak menuju lokasi acara naik mobil golf bersama Presiden Prabowo Subianto.
Prabowo memberikan sambutan dalam peluncuran Danantara yang berlangsung di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2025). Prabowo menyapa para tamu yang hadir mulai dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan pejabat wapres terdahulu.
"Yang saya hormati, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Saudari Puan Maharani," kata Prabowo Subianto menyapa Puan Maharani sembari mengatupkan kedua telapak tangannya.
Puan Berikan Salam
Puan yang disapa Prabowo langsung berdiri dan memberikan salam lewat gestur tangannya. Prabowo kembali menyapa para pimpinan DPR lain.
Prabowo tampak duduk di kursi depan mobil golf itu. Seskab Teddy Indra Wijaya terlihat menyopiri ketiga pemimpin itu.
Jokowi dan SBY terlihat berada di kursi belakang. Mereka terlihat menuju bagian tengah Istana.
Prabowo, Jokowi dan SBY kemudian turun di bagian tengah Istana. Mereka terlihat disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Gibran tampak berdiri bersama Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wapres ke-11 Boediono dan Wapres ke-13 Ma'ruf Amin. Mereka kemudian menyalami Prabowo, Jokowi dan SBY.
Prabowo sebelumnya resmi menandatangani Keppres tentang Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Danantara menjadi badan pengelola modal yang ada di BUMN ke dalam proyek-proyek berkelanjutan dan berdampak tinggi kepada masyarakat.
Pengumuman penandatangan ini dilakukan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/2).
BPI Danantara ini dibentuk setelah revisi UU BUMN disepakati oleh DPR.
Prabowo juga meneken Keppres terkait pembentukan Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana BPI Danantara. Prabowo meneken Keppres tersebut didampingi sejumlah menteri.
"Keputusan Presiden nomor 30 tahun 2025 tentang Pengangakatan Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia," ujar Prabowo.
Dihadiri Para Duta besar
Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintahannya berhasil menghemat anggaran Rp 300 triliun dalam 100 hari pemerintahannya. Hasil itu akan dikelola oleh Daya Anagata Nusantara (Danantara), lembaga investasi negara yang diluncurkan Prabowo hari ini.
"Apa yang kita luncurkan hari ini bukan sekadar dana investasi, melainkan alat pembangunan nasional yang harus bisa mengubah cara mengelola kekayaan bangsa demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," kata Prabowo, yang menjelaskan bahwa Indonesia telah membuktikan berkomitmen mengelola kekayaannya.
Danantara Optimalkan Kekayaan Negara
Badan Pengelola Investasi (BPI) Indonesia bernama Danantara dibentuk untuk mengoptimalkan kekayaan negara melalui investasi strategis.
Danantara merupakan singkatan dari Daya Anagata Nusantara.
Prabowo mengatakan, Danantara akan mengonsolidasi berbagai aset dan kekuatan ekonomi BUMN agar pengelolaannya lebih optimal.
Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers terkait kewajiban menyimpan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) di dalam negeri.
"Optimalisasi pengolahan BUMN kita melalui konsolidasi ke dalam suatu dana investasi nasional yang akan kita launching pada tanggal 24 Februari yang akan datang yaitu Danantara. Danantara adalah konsolidasi semua kekuatan ekonomi kita yang ada di pengelolaan BUMN itu nanti akan dikelola dan kita beri nama Danantara," kata Prabowo.
Prabowo menjelaskan arti nama Danantara, bahwa Daya berarti energi atau kekuatan, Anagata berarti masa depan, dan Nusantara merujuk pada tanah air, Indonesia.
"Daya artinya energi, kekuatan. Anagata artinya masa depan. Nusantara adalah tanah air kita. Artinya, Danantara ini adalah kekuatan ekonomi, dana investasi, yang merupakan energi kekuatan masa depan Indonesia," terang Prabowo.
Mengacu Temasek Holdings Singapura
Dilansir Indonesia.go.id, model pengelolaan Danantara disebut mengacu pada konsep Temasek Holdings Limited milik Singapura dan memiliki peran serupa dengan Indonesia Investment Authority (INA). Namun, cakupan Danantara lebih luas karena tidak hanya mengelola aset tertentu, tetapi juga mengonsolidasikan aset-aset pemerintah yang tersebar di berbagai kementerian agar lebih terintegrasi dan efisien.
Danantara memang diinisiasi oleh Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan diharapkan menjadi superholding bagi BUMN sehingga kerap digadang-gadang sebagai 'Temasek' Indonesia.
Pembentukan Danantara didasarkan pada perubahan ketiga atas Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Revisi ini disahkan DPR pada 4 Februari lalu dan mencakup pengaturan tugas serta fungsi Danantara sebagai Badan Pengelola Investasi.
Rosan Roeslani dan Erick
Rosan Roeslani ditunjuk Prabowo menjadi Kepala Badan Pelaksana (Chief Execuqtive Officer/CEO) Danantara.
Selain Rosan ada juga nama Pandu Patria Sjahrir, yang menjadi Chief Investment Officer (CIO) atau pelaksana di bidang investasi dan Dony Oskaria menjadi Chief Operation Officer atau pelaksana di bidang operasional. Erick Thohir akan menjadi Dewan Pengawas Danantara.n jk/ec/erc/rmc
Editor : Moch Ilham