SURABAYAPAGI.com, Jombang - Bulan Ramadhan terutama saat momen puasa menjadi berkah tersendiri bagi perajin tasbih gaharu di Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Sebab saat ini omzet mereka melejit dibandingkan bulan biasanya.
Salah satunya Fachrur Rochan (31), perajin tasbih gaharu yang omzet penjualannya menembus Rp 75 juta atau berkali lipat. Awalnya omzet penjualan tasbih gaharu menembus Rp 20 juta pada pekan pertama Ramadhan. Omzetnya naik dua kali lipat dibandingkan bulan biasa yang rata-rata Rp 10 juta/pekan.
"Omzet sampai lebaran nanti perkiraan kami Rp 75-100 juta, karena masih banyak pesanan yang belum selesai," terangnya, Senin (10/03/2025).
Sementara itu, lanjut dia, untuk memenuhi pesanan tasbih gaharu. Bahan baku gaharu ramin dan zebra dari Kalimantan lebih dulu dipotong menyerupai dadu berukuran 8 mm.
Setiap potong gaharu lantas dihaluskan sampai mengilap dan dilubangi tengahnya. Selanjutnya butiran gaharu dirangkai dengan benang menjadi tasbih. Setiap rangkaian berisi 33 biji sampai 99 biji.
Tingginya pesanan tasbih gaharu yang diterima Fachrur, karena naiknya kebutuhan umat Islam untuk berzikir di bulan suci Ramadhan. Selain itu, pesanan jumlah besar juga untuk oleh-oleh muslim yang menunaikan umroh di tanah suci.
"Keistimewaan gaharu ramin kepadatan tinggi, ketika dipanaskan aromanya menyengat tanpa campuran parfum," jelasnya.
Sedangkan untuk para pembeli tasbih gaharu bikinan Fachrur dari Jombang dan sekitarnya, Surabaya, Semarang, Jakarta, hingga Bali. Menariknya lagi, para pembeli bisa menyaksikan langsung produksi tasbih, sehingga bahan bakunya dijamin keasliannya. jb-01/dsy
Editor : Desy Ayu