SURABAYAPAGI.com, Madiun - Musim panen raya, sejumlah petani jagung di wilayah Kabupaten Madiun justru mengeluhkan harga jualnya yang anjlok drastis di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Bahkan saat ini, harga jual panen jagung hanya Rp 3.300 per kilogram di Desa Wonorejo, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Hal itu tentu membuat sejumlah petani meringis dna frustasi.
"Cuma Rp 3.300 harga jagung per kilogram baru panen seminggu lalu," ujar Nia (35), Senin (17/03/2025).
Diketahui, rendahnya harga jagung ini rata hampir semua petani di daerah tersebut. Selain itu, faktor curah hujan yang tinggi juga menyulitkan mereka dalam menangani hasil panen.
"Merata harga sama Rp 3.300 per kilogram. Hujan tiap hari ndak sempat jamur. Minta tolong kepada pemerintah, Pak Prabowo mohon solusinya," tambah Nia.
Keluhan serupa datang dari Mbah Ndut (60), yang menyebut harga jagung kering hanya Rp 4.400 per kg, jauh dari harga yang diumumkan pemerintah. "Jagung kering cuma Rp 4.400 per kilogram. Katanya pemerintah harga jagung Rp 5.500 per kilo. Pusing," ucap Mbah Ndut.
Lantaran kebutuhan ekonomi, para petani terpaksa menjual hasil panen meskipun harganya rendah. "Terpaksa dijual meskipun harga murah hanya Rp 3.300 per kg jagung baru panen. Risiko kalau tidak segera dijual," tambah Mbah Ndut.
Melihat fenomena murahnya harga jual jagung, para petani mendesak Bulog untuk membeli hasil panen sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan dalam SK Bapanas Nomor 18 Tahun 2025, yaitu Rp 5.500 per kg. md-01/dsy
Editor : Desy Ayu