SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Tesla, yang merupakan raksasa kendaraan listrik milik Elon Musk akhirnya mengantongi izin transportation charter-party carrier permit (TCP), sebuah lisensi penting yang menjadi prasyarat untuk layanan robotaxi otonom.
Izin beroperasi yang disetujui Komisi Utilitas Publik California (CPUC) itu bakal menjadi langkah awal dalam mewujudkan ambisi beroperasinya robotaxi di California.
Namun, juru bicara CPUC mengungkap, penting untuk dicatat bahwa izin ini tidak mengizinkan Tesla untuk menyediakan layanan tumpangan dengan kendaraan otonom kepada publik.
"Izin saat ini tidak mengizinkan mereka untuk menyediakan tumpangan dengan kendaraan otonom, dan tidak mengizinkan Tesla untuk mengoperasikan layanan tumpangan kepada publik," ujarnya, Kamis (20/03/2025).
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Elon Musk untuk mengalihkan fokus Tesla ke robotaxi, terutama di tengah perlambatan pertumbuhan penjualan kendaraan listrik.
Musk telah berjanji untuk meluncurkan layanan tumpangan tanpa pengemudi di California dan Texas tahun ini. Bahkan, pada Oktober lalu, Tesla memperkenalkan konsep Cybercab, sebuah robotaxi tanpa setir atau pedal kendali.
Saat ini, Tesla hanya memiliki izin DMV untuk menguji kendaraan otonom dengan pengemudi keselamatan. Juru bicara DMV menegaskan bahwa Tesla belum mengajukan permohonan izin tambahan apa pun dari lembaga tersebut, yang diperlukan untuk melanjutkan aplikasi CPUC untuk taksi tanpa pengemudi.
"Tesla belum mengajukan permohonan izin tambahan dari DMV, yang diperlukan untuk melanjutkan aplikasi CPUC untuk taksi tanpa pengemudi," kata juru bicara DMV.
Meskipun izin TCP merupakan langkah maju bagi Tesla, perjalanan menuju layanan robotaxi otonom penuh masih panjang dan penuh tantangan. Dengan berbagai izin yang masih harus diperoleh dan regulasi yang terus berkembang, masa depan robotaxi Tesla di California masih menjadi tanda tanya. jk-04/dsy
Editor : Desy Ayu