SURABAYAPAGI.com, Madiun - Melalui program Gelinting Simas (Gerakan Peduli Stunting untuk Generasi Emas), Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun, Jawa Timur berupaya mengatasi angka stunting dengan mengasuh 255 balita yang mengalami permasalah tersebut.
Uniknya, menurut Kepala Dinkes PPKB Kota Madiun, dr. Denik Wuryani, melalui program tersebut setiap pegawai menyisihkan rezeki untuk membeli telur dan diberikan kepada anak asuhnya.
"Ini upaya kami untuk menekan stunting di Kota Madiun. Saat ini, ada 255 balita yang terdata dalam program anak asuh pegawai Dinkes PPKB, puskesmas, dan RSUD Kota Madiun. Setiap pekan, para pegawai menyalurkan 1 kilogram telur bagi masing-masing anak asuhnya," ujarnya, Kamis (20/03/2025).
Lebih lanjut, dalam program ini, Denik menjelaskan, para pegawai boleh melakukan secara individu maupun berkelompok. Selain pegawai juga melakukan sosialisasi tentang upaya pencegahan stunting. Juga, memonitor tumbuh kembang anak yang didampingi dan diasuh setiap bulan melalui posyandu.
Dalam jangka waktu tiga bulan diharapkan ada peningkatan status gizi. Baik dari segi berat badan maupun tinggi badan. "Berat badan anak jangan sampai turun. Kalau berat badan turun, maka akan mempengaruhi tinggi badan dan daya tahan tubuhnya berkurang," katanya.
Sedangkan, untuk pemilihan telur ayam karena merupakan salah satu sumber protein hewani yang mudah didapat dan sehat. Selain itu, penyimpanannya tidak membutuhkan alat khusus. Telur juga mudah diolah dengan berbagai kreasi resep masakan.
Tak hanya pemberian telur dan pendampingan posyandu, pihaknya juga memberikan vitamin dan tablet tambah darah bagi remaja putri, edukasi stunting bagi calon pengantin, pemeriksaan kesehatan, sarana prasarana persalinan yang memadai, hingga sosialisasi ASI, MPASI, dan imunisasi.
Sehingga, adanya program tersebut dapat menekan angka stunting dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang bagi tumbuh dan kembang anak. md-01/dsy
Editor : Desy Ayu