SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Baru-baru ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur menemukan sebanyak 17 orang warga di wilayah tersebut terjangkit penyakit kusta, berdasarkan laporan dari tiga bulan terakhir ini.
"Saat ini, ke 17 warga yang positif terserang kusta tersebut sedang menjalani perawatan intensif dalam pengawasan khusus tim medis Dinkes Pamekasan," kata Kepala Dinkes Pamekasan Saifudin, Senin (21/04/2025).
DIketahui, Kusta merupakan penyakit infeksi bakteri kronis yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi, dan saluran pernapasan, yang dapat menular melalui percikan ludah ketika pengidap batuk atau bersin.
"Tetapi meski termasuk jenis penyakit menular, kusta merupakan jenis penyakit yang bisa disembuhkan," katanya.
Sehingga, untuk mencegah penularan penyakit tersebut, Dinkes Pamekasan telah menyediakan pemeriksaan dan pengobatan rutin secara gratis di berbagai fasilitas kesehatan terdekat. Untuk mengetahui, penyebaran kusta basah dan kering.
"Oleh karena itu, penderita kami harapkan untuk memanfaatkan secara optimal fasilitas yang disediakan pemerintah ini. Jangan sampai terlambat berobat, karena apabila pengobatan lambat dapat mengakibatkan penderitanya mengalami cacat permanen," katanya.
Selain itu, Dinkes juga tengah menggencarkan sosialisasi di tingkat desa, pemberian obat pencegahan kepada keluarga dan tetangga pasien, serta pendampingan rutin terhadap pasien dan keluarganya. Sedangkan untuk pencegahan dini hanya bisa dilakukan dengan menjaga pola hidup sehat.
"Gejala awal kusta biasanya ditandai dengan munculnya bercak putih atau kemerahan di kulit yang tidak disertai rasa gatal," kata Saifudin.
Sebagai informasi, dari 17 warga yang ditemukan terjangkit. Di Kecamatan Batumarmar penderita kusta tercatat sebanyak enam kasus, sedangkan di Kecamatan Pasean sebanyak dua kasus.
Sedangkan Kabupaten Pamekasan pada triwulan pertama 2025 ini menambah daftar panjang kasus kusta di Kabupaten Pamekasan. Sebab pada 2024 terdata sebanyak 177 orang di Pamekasan positif terserang kusta. pm-01/dsy
Editor : Desy Ayu