Saat Kekayaan Tembus US $ 1 triliun, Juga akan Bersih bersih Direksi BUMN
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ada momen unik saat Kepala Badan Danantara Rosan Roeslani, memberikan sambutan. Saat itu, penitia acara menayangkan video 180 hari kerja pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Setelah video ditayangkan, pembawa acara mempersilakan Prabowo untuk memberikan sambutan.
Namun, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir, langsung menghampiri pembawa acara. Setelah itu, pembawa acara meminta awak media untuk keluar dari ruangan.
"Baik, kepada seluruh rekan-rekan media mohon maaf. Karena lain suatu hal kepada seluruh rekan rekan media meninggalkan ruangan cendrawasih room," kata pembawa acara, Senin (28/4).
Hingga Selasa (29/4) keputusan "mengusir" wartawan masih mejadi pembicaraan di kalangan legislator yang berkantor di Senayan, Jakarta. Akhirnya, sambutan Prabowo tak bisa disimak oleh pers. Siaran langsung kegiatan tersebut pun dihentikan saat Prabowo akan memulai sambutan.
Danantara Kekayaan Milik Bangsa
Prabowo melakukan rapat secara tertutup dalam kegiatan Town Hall Meeting Danantara bersama BUMN di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin, 28 April 2025.
Dalam kegiatan itu, Prabowo didampingi Kepala Badan/CEO Danantara Rosan Roeslani, Chief Operational Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, dan Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir.
Dalam acara tersebut, Prabowo hadir bersama enam menteri koordinator dari Kabinet Merah Putih yang tergabung dalam Dewan Pengawas BPI.
Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Ketua Dewan Pengawas Danantara dan Muliaman Hadad selaku Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara.
Prabowo mengaku saat memberikan arahan banyak menegur direksi Danantara. Prabowo merasa tidak enak apabila hal itu diketahui oleh media.
"Ya tertutup karena saya banyak negur juga direksi-direksi, kan gak enak kalau ditegur depan kalian [wartawan]," kata Prabowo di JCC, Senayan, Jakarta, Senin malam (28/4).
Prabowo menjelaskan, point-point penting yang dia disampaikan di antaranya adalah soal Danantara yang merupakan kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia.
"Harus dikelola dengan sebaik-baiknya, dijaga, dirawat dengan sistem yang transparan dan sangat ketat karena ini adalah kekayaan yang luar biasa dan bisa mendorong kebangkitan kita," ucap dia.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan banyak menegur direksi BUMN.
Prabowo tidak menyebutkan siapa direksi BUMN, yang ditegur dan bentuk teguran itu.
Prabowo hanya mengatakan banyaknya teguran itu yang membuat pertemuan dilakukan secara tertutup. "Iya tertutup karena saya banyak negur juga direksi-direksi," kata presiden.
Dalam pertemuan dengan para direksi BUMN itu, Prabowo mengatakan, Danantara adalah kekayaan bangsa Indonesia. Karena itu, harus dikelola dengan baik.
Kekayaan Danantara Tembus US $ 1 triliun
Menurut Prabowo, aset-aset yang dikelola dengan baik akan membuat Indonesia kaya. Dia mengklaim, kekayaan Danantara sebentar lagi akan menembus US $ 1 triliun. "Dan kalau dikelola dengan baik ini bisa menghasilkan dana yang besar untuk bangsa kita," kata dia.
Prabowo pun meminta semua direksi berbuat yang terbaik dan meninggalkan praktik yang kurang efisien. "Saya serahkan kepada manajemen untuk mengevaluasi semua direksi, dievaluasi kinerjanya," tambah Prabowo .
Ketika Prabowo dan petinggi Danantara hadir, kegiatan dimulai. Kepala Badan Danantara Rosan Roeslani lantas memberikan sambutan. Rosan mengatakan, seluruh BUMN yang berjumlah 844 sudah resmi menjadi bagian dari Danantara sejak 21 Maret 2025.
Evaluasi Total Kinerja BUMN
Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Roeslani menanggapi arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengevaluasi kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) setelah kehadiran Danantara.
Rosan menegaskan bahwa evaluasi akan dilakukan secara total dan komprehensif terhadap seluruh direksi dan pimpinan perusahaan BUMN. Rosan menyampaikan bahwa tujuan evaluasi ini adalah memastikan seluruh jajaran BUMN memiliki pemahaman, visi, dan misi yang sejalan dengan Danantara serta BUMN lainnya.
Dalam evaluasi tersebut, aspek yang akan dinilai meliputi peningkatan kompetensi, kepatutan, komitmen, serta karakter para pimpinan BUMN. Rosan menekankan bahwa evaluasi bertujuan membentuk jajaran yang tidak hanya profesional, tetapi juga berintegritas tinggi.
Menurut Rosan, Prabowo berulang kali mengingatkan pentingnya memilih orang-orang yang bersih dan memiliki target-target kinerja yang jelas. Komitmen terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan rakyat juga menjadi syarat utama dalam penyaringan tersebut.
Rosan menegaskan Presiden mengarahkan pihaknya untuk menciptakan ekosistem BUMN yang bersih, profesional, dan berorientasi pada hasil yang terukur. Dengan begitu, BUMN diharapkan menjadi kekuatan utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. n ec/jk/erc/rmc
Editor : Moch Ilham