Rumahnya Digerebek, Bos Qnet Tobing Sedang Berobat di Malaysia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Barang bukti berupa naliho presentasi Qnet PT Amoeba di Kediri.
Barang bukti berupa naliho presentasi Qnet PT Amoeba di Kediri.

i

SURABAYA PAGI, Kediri-  Tim Cobra Polres Lumajang bergerak cepat menangani kasus money game.

Kasat Reskrim AKP Hasran mengatakan,  Muhammad Karyadi (48), warga Kebonsari Kabupaten Madiun telah diamankan bersama barang bukti.

Dirinya menambahkan, berawal dari laporan sejumlah korban kemudian dilakukan penyelidikan. Selanjutnya mengamankan Karyadi di rumahnya.

“Sesuai pengakuan pelaku, PT ini berafiliasi dengan PT Q-Net sebagai induk perusahaan yang menjalankan perdagangan sistem piramida,” terang Komandan Tim Cobra ini.

Akhirnya, tim Cobra bergerak menggeledah rumah Managing Director PT. Amoeba Internasional, Gita Hartanto alias Tobing,  di Jl. Argo Wilis Kecamatan Semen Kabupaten Kediri pada Kamis kemarin.

“Sebelumnya kami telah mengirimkan surat panggilan kepada Pak Tobing, juga kepada dua saudaranya,” terang Hasran.

Namun didapat keterangan dari tim lawyer-nya, bahwa ketiga orang bersaudara ini, masing-masing Tobing beralamat tinggal di Kediri, kemudian Deni Hartoyo dan Tri Hartono beralamatkan Karangan Trenggalek sedang menjalani perawatan medis di Malaysia.

Hasil penggeledahan dari rumah Tobing, petugas mengamankan sejumlah bukti pendukung seperti laptop, stater kit, bukti transfer, sejumlah handphone, uang Rp. 130 juta serta sejumlah bukti lainnya.

“Namun karena ada sejumlah saksi yang memberikan keterangan palsu dan berusaha menghilangkan barang bukti, terpaksa 10 orang karyawannya kita mintai keterangan,” ucapnya. 

Kasus yang awalnya mencuat di Madiun kemudian berkembang di Lumajang dan kini ditangani polisi, justru seakan lepas dari pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri.

“Jika ingin tahu lebih detail soal money game, tanya saja ke OJK pasti tahu,” ujar salah satu penyidik yang ikut menggeledah rumah Tobing.can

Berita Terbaru

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

MAKI: Kebocoran Penerimaan Negara Akibat Tata Kelola Pajak yang Buruk Sudah Masuk Kategori Darurat Nasional            SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masya…

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

34 Pejabat Bea Cukai dan  40-45 Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Dibuang ke Tempat Sepi, dari Wilayah Gemuk Usai OTT KPK       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - …

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyita barang bukti berupa uang saat operasi tangkap tangan (OTT) di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).…

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk makan bergizi gratis (MBG) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini,…

Bulan Syaban

Bulan Syaban

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan termasuk juga bulan mulia yang dimana letak waktunya berada…

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul utama harian Surabaya Sore edisi Rabu (4/2) kemarin "PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi". Judul ini terkesan bombastis. Tapi…