Peternak Sapi di Jombang Resah, Daya Beli Masyarakat Menyusut Jelang Idul Adha

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Salah satu peternak sapi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. SP/ JBG
Ilustrasi. Salah satu peternak sapi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. SP/ JBG

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Menjelang Idul Adha tahun 2025, peternak sapi di Kabupaten Jombang mulai resah dikarenakan daya beli masyarakat yang menyusut, berbeda dengan tahun sebelumnya. 

Faktor menurunnya daya beli masyarakat tersebut dipicu menjamurnya peternak sapi dadakan maupun peternak yang menjual sapinya lewat situs online menjadi salah satu penyebab menurunnya daya beli sapi tahun ini.

Fenomena itu juga turut dirasakan Mujib (32) peternak sapi asal Dusun Serapah, Desa Karanglo, Kecamatan Mojowarno yang mengaku kini banyak pelanggannya yang kini beralih membeli sapi secara online. 

"Sekarang banyak pembeli yang lebih memilih beli sapi online. Padahal banyak kasus, kalau beli sapi online, di postingannya itu besar, tapi pas datang tidak sesuai yang di posting," ucapnya, Jumat (23/05/2025).

Oleh karenanya, menurut Mujib, sebagai seorang peternak yang sudah menggeluti usaha itu belasan tahun itu menyarankan agar pelanggan tetap melakukan survei lapangan jika ingin membeli sapi.

"Bagi saya penting untuk menjaga kepercayaan pembeli dengan cara survei langsung ke penjualnya. Bisa ke pasar hewan juga," ungkapnya.

Mujib menjelaskan, untuk harga sapi tahun ini ada kenaikan harga. Bahkan selisih harganya dengan tahun kemarin pun mencapai Rp 1.000.000.  "Harga sapi tahun ini naik daripada tahun kemarin. Selisihnya itu Rp 1.000.000. jadi kalau tahun lalu Rp 21.000.000 per ekor, sekarang jadi Rp 22.000.000," bebernya. 

Sedangkan untuk sapi yang paling banyak dicari adalah sapi limousin dan sapi simmental. Dua sapi ini paling banyak dicari lantaran punya daging lebih padat dibandingkan jenis sapi lainnya. jb-02/dsy

Berita Terbaru

Fraksi PDIP Jatim minta Perda Perlindungan Perempuan dan Anak segera di Implementasikan

Fraksi PDIP Jatim minta Perda Perlindungan Perempuan dan Anak segera di Implementasikan

Jumat, 30 Jan 2026 20:30 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 20:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Angka pernikahan dini di Jawa Timur masih mengkhawatirkan. Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) Kementerian A…

KPK Dalami Penerapan Pasal Kerugian Negara ke Eks Menag

KPK Dalami Penerapan Pasal Kerugian Negara ke Eks Menag

Jumat, 30 Jan 2026 18:45 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 18:45 WIB

Pakar dan Praktisi hukum Sarankan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Dibidik TPPU, Bukan hanya Suap dan Gratfikasi   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK …

Gus Yahya Jadi Ketum PBNU Lagi

Gus Yahya Jadi Ketum PBNU Lagi

Jumat, 30 Jan 2026 18:43 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 18:43 WIB

Usai Kirim Surat Minta Maaf dan Siap Pimpin Munas     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Sempat ditangguhkan, kini jabatan Ketua Umum PBNU, yang dipegang Gus Yahya …

DPR RI Kritik Kementerian PPPA

DPR RI Kritik Kementerian PPPA

Jumat, 30 Jan 2026 18:41 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 18:41 WIB

Hingga Satu Tahun, tak Pernah Lakukan Pemberdayaan Perempuan     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Rapat Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Pemberdayaan P…

Kapolres Polwan, Cekatan Atasi Banjir di Bekasi

Kapolres Polwan, Cekatan Atasi Banjir di Bekasi

Jumat, 30 Jan 2026 18:39 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 18:39 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Bekasi - Kapolres Metro Bekasi Kombes (Polwan) Sumarni, istri Direktur Penyidikan KPK Brigjen Polisi Asep Guntur Rahayu , tampak cekatan…

Ammar Zoni Merasa Lelah Mental, Terlibat Narkoba

Ammar Zoni Merasa Lelah Mental, Terlibat Narkoba

Jumat, 30 Jan 2026 18:37 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 18:37 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ammar Zoni, aktor yang terlibat narkoba, masih menjalani sidang dugaan peredaran narkoba di dalam Rutan Salemba. Usai menjalani…