SURABAYAPAGI.com, Jombang - Berkah menjelang Hari Raya Idul Adha tak hanya dirasakan peternak hewan kurban saja, namun juga turut dirasakan para perajin tusuk sate di Jombang, Jawa Timur. Permintaan akan tusuk sate meningkat tajam.
Hal ini dirasakan langsung oleh salah satu perajin tusuk sate, Chaqul Yakin (29), asal Dusun Nglaban, Desa Bendet, Kecamatan Diwek, yang mengaku saat mendekati momen Idul Adha, angka pengiriman bisa melonjak hingga 4 ton. Padahal, sehari-hari dirinya hanya mengirimkan lebih dari 1 ton tusuk sate.
“Kenaikan pemesanan memang ada saat ini. Sebelumnya pemesanan sekitar 1 sampai 2 ton, namun sekarang sudah meningkat sampai 4 ton. Kemarin kami sudah mengirimkan pesanan tusuk sate 2,5 ton,” ujarnya, Minggu (25/05/2025).
Dirinya juga mampu memproduksi 3 hingga 4 kuintal tusuk sate per hari. Namun saat jelang Idul Adha, kapasitas produksi bisa mencapai lebih dari 5 kuintal. “Kami meningkatkan produksi saat momen seperti ini karena permintaannya tinggi. Bisa sampai 5 kuintal lebih per hari,” ujarnya.
Meski permintaan meningkat drastis, Chaqul memastikan bahwa pasokan bahan baku tetap aman. Ia menggunakan bambu jenis petung atau petung yang dinilainya memiliki kualitas terbaik untuk produk tusuk sate.
“Bambu betung itu lebih panjang dan kuat, jadi hasil tusuk satenya juga bagus dibanding bambu ori. Saya beli dari wilayah Tulungagung dan Blitar. Harga bahan bakunya masih stabil, antara Rp 1.300 sampai Rp 1.500 per kilo,” jelasnya.
Sedangkan untuk harga jual bervariasi, tergantung jenis produk. Untuk harga grosir Rp 13.500 per kilo, sedangkan harga ecerannya Rp 16.000. Tentu saja dengan meningkatnya omzet tersebut, dirinya dapat meraup untung hingga puluhan juta.
Kenaikan produksi ini berdampak signifikan terhadap omset. Jika biasanya Chaqul meraup omset sekitar Rp 56 juta hingga Rp 60 juta, saat momen besar seperti Idul Adha dan Tahun Baru, angkanya bisa mencapai Rp 70 juta hingga Rp 80 juta.
Lebih lanjut, produk tusuk sate milik Chaqul Yakin tidak hanya diminati oleh kalangan lokal, melainkan produknya juga diminati oleh masyarakat Jawa Tengah. Hal itu karena tusuk sate ini banyak dicari baik untuk keperluan konsumsi pribadi saat acara keluarga maupun sebagai pelengkap penting dalam acara syukuran setelah penyembelihan hewan kurban. jb-01/dsy
Editor : Desy Ayu