Jokowi Pilih PSI, Diusik PDIP dan PKB

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Joko Widodo lebih memilih Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ketimbang ke PPP.
Joko Widodo lebih memilih Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ketimbang ke PPP.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden ke-7 RI Joko Widodo, setelah lenggser, memilih PSI. Keputusannya ini dibuat saat ditanya mengenai kemungkinan Jokowi, masuk pada bursa calon ketua umum PPP.

Ketua DPP PKB Daniel Johan menanggapi Jokowi yang memilih PSI saat ditanya mengenai kemungkinan masuk pada bursa calon ketua umum PPP. Daniel menilai wajar jika Jokowi lebih condong ke PSI lantaran ada putra bungsunya, Kaesang Pangarep.

"Maklum bilau lebih pilih PSI, karena kan ada Kaesang di sana, mungkin PPP dirasa sulit kulturnya," kata Daniel kepada wartawan, Senin (9/6/2025).

"Yang di PPP, saya kira banyak caketum yang jauh lebih baik, yang punya kapasitas, kapabilitas, punya kompetensi. Banyak itu calon yang sudah beredar kan banyak. Saya di PSI sajalah," tangkis  Jokowi saat ditemui awak media di kediamannya di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, akhir pekan lalu.

Jokowi menilai masih banyak calon lain yang lebih baik darinya.

 Menanggapi pilihan Jokowi ke PSI, Politikus PDIP Guntur Romli, menyinggung pernyataan Jokowi yang ingin kembali menjadi rakyat Solo usai tak lagi menjabat sebagai presiden.

"Jokowi bebas menentukan pilihan politiknya. Kami tidak ada komentar," kata Guntur Romli kepada wartawan, Senin (9/6/2025).

"Tapi saya yakin publik juga masih ingat pernyataan dia kalau sudah tidak jadi presiden mau pulang ke Solo, jadi rakyat biasa," sambungnya.

Menurutnya, pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan sikap politik Jokowi saat ini. Guntur Romli menilai Jokowi terlihat masih ingin cawe-cawe di partai politik.

"Ternyata masih mau cawe-cawe di partai politik. Akhirnya terkesan Jokowi tidak bisa dipercaya akan pernyataannya sendiri," ujarnya.

 

Jokowi tak Dapat Dipercaya

Guntur Romli mengatakan sejak awal Jokowi tak dapat dipercaya. Dia pun menyerahkan kepada publik untuk menilai sikap politik tersebut.

"Makanya Jokowi sendiri yang membangun 'trust issue' dari soal isu tiga periode, mobil Esemka, intervensi di pilpres untuk kepentingan anaknya Gibran Rakabuming, ijazah palsu dan lain-lain, karena publik punya masalah kepercayaan pada Jokowi, sumbernya ya Jokowi sendiri yang tidak bisa dipercaya," tuturnya.

Jokowi sebelumnya menanggapi kabar bahwa dirinya diusulkan masuk bursa caketum PPP. Jokowi mengaku ingin di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) saja.

"Yang di PPP, saya kira banyak caketum yang jauh lebih baik, yang punya kapasitas, kapabilitas, punya kompetensi. Banyak itu calon yang sudah beredar kan banyak. Saya di PSI sajalah," kata Jokowi saat ditemui awak media di kediamannya.

 Selain Jokowi, sejumlah nama muncul dalam bursa caketum PPP, baik dari internal maupun eksternal partai, seperti Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP Muhammad Romahurmuziy atau Rommy, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), hingga mantan Menparekraf Sandiaga Uno.

 

PPP Tidak Pernah Melamar Jokowi

Sementara itu, Ketua DPP PPP Syaifullah Tamliha sebelumnya mengatakan partainya tidak pernah melamar Jokowi untuk jadi caketum secara formal.

"Itu adalah hak politik Pak Jokowi untuk menjadikan PSI sebagai kendaraan politiknya. PPP secara institusional juga tidak pernah melamar Pak Jokowi menjadi Caketum PPP," kata Tamliha kepada wartawan, Minggu. n da/erc/rmc

Berita Terbaru

Silaturahmi dan Bukber, DPW PAN Jatim Serahkan SK Kepengurusan 27 Kota/Kabupaten

Silaturahmi dan Bukber, DPW PAN Jatim Serahkan SK Kepengurusan 27 Kota/Kabupaten

Jumat, 13 Mar 2026 19:27 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 19:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sebanyak 27 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN di Jawa Timur resmi menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan dari Dewan Pimpinan…

Motor Tosa Untuk 60 KDKMP di Lamongan Diserahkan

Motor Tosa Untuk 60 KDKMP di Lamongan Diserahkan

Jumat, 13 Mar 2026 19:25 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebanyak 60 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Lamongan resmi menerima Motor Tosa, yang diserahkan secara simbolis…

Demokrat Jatim Gelar Bukber dan Santuni Anak Yatim, Kader Diingatkan Tetap Dekat dengan Rakyat

Demokrat Jatim Gelar Bukber dan Santuni Anak Yatim, Kader Diingatkan Tetap Dekat dengan Rakyat

Jumat, 13 Mar 2026 18:41 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 18:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan jajaran Partai Demokrat Jawa Timur untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus m…

Polres Blitar Siapkan Berbagai Upaya Pengamanan dalam Ops Ketupat Jelang Idul Fitri

Polres Blitar Siapkan Berbagai Upaya Pengamanan dalam Ops Ketupat Jelang Idul Fitri

Jumat, 13 Mar 2026 17:27 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 17:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar- Jajaran Polres Blitar terus melakukan berbagai upaya dalam memberikan pelayanan pengamanan kepada masyarakat dalam rangka pelaksanaan…

Hasil Audiensi Mengecewakan, SBMR Akan Gelar Aksi

Hasil Audiensi Mengecewakan, SBMR Akan Gelar Aksi

Jumat, 13 Mar 2026 17:24 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 17:24 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Kota Madiun – Audiensi antara Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) bersama DPRD Kota Madiun terkait tuntutan Bonus Hari Raya (BHR) bagi driver oj…

Masuki Masa Siaga Ramadan dan Idulfitri, PLN UIT JBM Jaga Keandalan Pasokan Listrik di Jatim dan Bali

Masuki Masa Siaga Ramadan dan Idulfitri, PLN UIT JBM Jaga Keandalan Pasokan Listrik di Jatim dan Bali

Jumat, 13 Mar 2026 16:36 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 16:36 WIB

SurabayaPagi, Sidoarjo – Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah pada tahun 2026, Direktorat Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero) menetapkan m…