SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebagai upaya meningkatkan taraf pendidikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berkomitmen bakal menuntaskan sebanyak 3.250 kasus anak tidak sekolah (ATS) yang masih tersisa pada 2025.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat di Kota Malang, Jawa Timur, mengatakan untuk menuntaskannya, pihaknya akan segera menyusun dokumen perencanaan satuan pendidikan, yang mencakup unsur inklusif dan responsif terhadap kasus ATS.
"Sekolah itu bukan hanya tempat belajar tetapi juga tempat kembali bagi anak-anak yang pernah terputus dari pendidikan. Oleh karena itu, dokumen perencanaan harus bersifat inklusif dan responsif terhadap isu yang ada," ujar orang nomor 1 di Kota Malang Itu, Kamis (12/06/2025).
Pasalnya, berdasarkan kasus 3.250 ATS yang masih muncul pada tahun ini jumlahnya mengalami penurunan sebesar 2.350 atau 40 persen dari 2024 yang mencapai 5.555 kasus. Sehingga, sebanyak tiga ribu lebih ATS tersebut perlu ditangani lebih cepat dan menyeluruh agar angka kasusnya bisa menjadi nol kasus.
Maka dari itu, aspek inklusif dan responsif di dalam dokumen perencanaan satuan pendidikan menjadi komponen penting dalam mengatasi persoalan tersebut. Angka ATS juga bukan sekadar statistik belaka tetapi merupakan sebuah tantangan nyata yang memerlukan solusi sistemik, kolaboratif, dan berkelanjutan.
"Perlu menyertakan program-program strategis untuk mengakomodasi ATS kembali belajar," ujarnya.
Wahyu mendorong setiap satuan pendidikan di lingkungan Pemkot Malang supaya mampu menciptakan pendidikan berkualitas, sebagai modal dasar dalam mencetak sumber daya manusia (SDM). Sehingga, keberadaan SDM yang unggul, menjadi aspek penting dalam menciptakan kemajuan di suatu daerah.
"Tentu saya mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam upaya identifikasi, pendampingan, dan reintegrasi anak-anak ATS ke dalam sistem pendidikan," ucap dia. ml-01/dsy
Editor : Desy Ayu