Mimpi, Jalan Berbayar di Jakarta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sepekan ini mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, giat mengkampanyekan wacana jalan berbayar di Jakarta. Ia mendukung wacana itu.

Tapi Gubernur Jakarta Pramono Anung belum ingin menerapkan jalan berbayar elektronik atau electronic road pricing (ERP) di Jakarta.

Maka itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Rani Mauliani mempertanyakan pikiran

Ahok itu.

"Ya memang kenapa kalau Pak Ahok dukung? Warga siapapun kan boleh dukung, yang Gubernur kan pak Pramono-nya, program Gubernur yang memang dirasa pro rakyat ya memang perlu didukung kan ya, jadi kenapa harus heboh," kata Rani saat dihubungi, Senin (16/6/2025).

Rani menilai yang terpenting saat ini yakni kajian wacana jalan berbayar tersebut. Apakah wacana itu merugikan atau menguntungkan masyarakat.

"Yang paling penting saat ini kita lihat kajian perihal jalan berbayar memberatkan atau menguntungkan untuk masyarakat, kalau statement Pak Ahok ya bebas saja kan seperti warga lainnya," ucap dia.

Dia pun memastikan sampai saat ini belum mendengar penjelasan terkait wacana jalan berbayar tersebut. Ia juga merasa belum ada pembahasan wacana itu.

"Sepanjang sepengetahuan saya hal tersebut sepertinya masih baru wacana belum ada penjelasan detailnya, karena saya pribadi belum dengar detailnya dan belum merasa ada pembahasan mengenai hal tersebut," ujarnya.

 

***

 

Konon, gagasan jalan berbayar di Jakarta telah direncanakan sejak Fauzi Bowo, masih menjabat sebagai gubernur Jakarta. Namun, hingga saat ini sistem jalan berbayar itu masih belum bisa diterapkan.

Padahal beberapa negara telah menerapkan jalan berbayar (Electronic Road Pricing/ERP). Antara lain Singapura, Inggris, Norwegia, dan Swedia. Di Singapura, ERP diterapkan untuk mengatasi kemacetan dengan memungut biaya saat kendaraan melintasi jalan tertentu. Di Inggris, khususnya London, sistem ERP yang disebut London Congestion Charging Scheme (LCCS) juga digunakan untuk tujuan serupa. Norwegia dan Swedia juga telah menerapkan ERP di beberapa kota seperti Oslo dan Stockholm.

Dalam literatur yang saya baca, Singapura adalah negara  pelopor dalam penerapan ERP, khususnya untuk mengatasi kemacetan di jalan-jalan utama.

Konsep jalan berbayar di Jakarta, yang dikenal sebagai Electronic Road Pricing (ERP) atau Jalan Berbayar Elektronik, adalah sistem pengendalian lalu lintas yang bertujuan untuk mengurangi kemacetan dengan cara mengenakan tarif kepada kendaraan yang melintasi ruas jalan tertentu.

Rencana ini juga tertuang dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pengendalian Lalu Lintas Secara Elektronik (PPLE).

Nantinya, pengendara akan dikenakan tarif saat melewati ruas jalan yang sudah ditentukan.

Sistem ini menggunakan teknologi elektronik untuk memungut biaya.

Rencananya, ERP akan diterapkan setiap hari mulai pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Usulan tarif berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 19.000, dengan potensi denda 10 kali lipat bagi pelanggar.

Rencana awal mencakup sekitar 25 ruas jalan di Jakarta, namun informasi ini sempat dinyatakan hoax oleh Dishub DKI.

 

***

 

Kini, penerapan ERP di Jakarta, menuai pro dan kontra. Beberapa pihak menyoroti potensi dampak sosial dan ekonomi. Termasuk peningkatan kualitas transportasi publik sebelum penerapan ERP.

Secara teori,  penerapan ERP dianggap efektif jika dibarengi dengan peningkatan kualitas dan ketersediaan transportasi publik yang memadai.

Maka itu, informasi mengenai daftar ruas jalan yang akan dikenakan ERP masih simpang siur.

Apa pun alasannya, gagasan dari Fauzi Bowo ini ide gila. Ini merujuk gagasan Fauzi Bowo, unik, tidak biasa, atau bahkan ekstrem. Seringkali dianggap tidak realistis oleh banyak orang. Meskipun terdengar aneh, ide-ide ini bisa menjadi terobosan jika berhasil diterapkan dengan baik.

Meskipun ide-ide ini mungkin terdengar gila, penting untuk melakukan riset pasar dan menganalisis potensi keberhasilannya sebelum memulai.

 

***

 

Eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendukung rencana Pemprov DKI Jakarta menerapkan sistem electronic road pricing (ERP) atau jalan berbayar di Jakarta. Ahok menyebut tarif ERP dapat diatur langsung oleh gubernur.

"Saya pikir ERP ini nggak salah, selama tujuan awalnya sama. Harganya bisa di-adjust oleh gubernur setiap saat," kata Ahok seusai jadi pembicara di Jakarta Future Festival di Taman Ismail Marzuki, Jakpus, Jumat (13/6).

Ahok menerangkan sistem ERP berbeda dengan tol. Tol memiliki tarif tetap dan tidak bisa diubah sewaktu-waktu. Penetapan tarif tol juga memerlukan birokrasi yang panjang, sehingga berbeda dengan ERP.

"Nah dengan cara itu kita pakai ERP untuk mengatur lalu lintas. Misalnya contoh ruas ini agak macet gitu ya, orang kenapa nggak mau masuk ke jalan alternatifnya karena mahal itu. Nah itu bisa diturunin harganya. Kalau tol kan nggak, mahal atau mahal gimana pun macet kita nggak ada pilihan," jelasnya.

"Jadi jangan kaget kalau tol kan, saya lihat ada persepsi yang mungkin agak keliru mungkin ya. 'Wah ini gila nih, jalan tuh pakai tol udah macet, ERP lagi kena duit, duit kita habis dong'. Nah di situ disediakan bus, kayak Sudirman-Thamrin, ada bus gratis, ada apa. Dulu sampai kita berpikir mau siapin parkir yang di gedung-gedung," sambung dia.

 

***

 

Konsep jalan berbayar di Jakarta, yang dikenal sebagai Electronic Road Pricing (ERP) atau Jalan Berbayar Elektronik, adalah sistem pengendalian lalu lintas yang bertujuan untuk mengurangi kemacetan dengan cara mengenakan tarif kepada kendaraan yang melintasi ruas jalan tertentu. Rencana ini tertuang dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pengendalian Lalu Lintas Secara Elektronik (PPLE)

Pengendara akan dikenakan tarif saat melewati ruas jalan yang sudah ditentukan.

Penerapan ERP ini masih menuai pro dan kontra, dengan beberapa pihak menyoroti potensi dampak sosial dan ekonomi, serta perlunya peningkatan kualitas transportasi publik sebelum penerapan ERP.

Penerapan ERP dianggap efektif jika dibarengi dengan peningkatan kualitas dan ketersediaan transportasi publik yang memadai.

Hingga sekarang informasi mengenai daftar ruas jalan yang akan dikenakan ERP masih simpang siur.

Ini ide gila sejak Fauzi Bowo. Gagasannya unik, tidak biasa, atau bahkan ekstrem, dan  dianggap tidak realistis oleh banyak orang. Meskipun terdengar aneh, ide-ide ini bisa menjadi terobosan jika berhasil diterapkan dengan baik.

Meskipun ide-ide ini mungkin terdengar gila, Konsep jalan berbayar di Jakarta, penting untuk dilakukan riset pasar dan menganalisis potensi keberhasilannya. Apalagi

kata Gubernur Jakarta Pramono Anung, sistem pendukung untuk penerapan jalan berbayar masih belum siap. Paling tidak ini mimpi segar. ([email protected])

Berita Terbaru

Laila Mufidah Temukan  TPS Lintas Wilayah Berlaku Denda Cas

Laila Mufidah Temukan  TPS Lintas Wilayah Berlaku Denda Cas

Selasa, 24 Feb 2026 03:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 03:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Alangkah terkejutnya Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah saat melakukan sidak ke TPS Rungkut Menanggal. Pimpinan Dewan…

Wakil DPRD Surabaya Minta Pemkot dan Pengembang Tak Tutup Mata

Wakil DPRD Surabaya Minta Pemkot dan Pengembang Tak Tutup Mata

Selasa, 24 Feb 2026 03:37 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 03:37 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil DPRD Surabaya Laila Mufidah langsung melakukan sidak atau turun ke lapangan usai mendengar keluhan Warga di Gunung Anyar…

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…