Isyarat Perang Dunia III

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Aksi saling serang yang dilakukan Israel dan Iran terus terjadi hingga Selasa (17/6/2025). Bahkan, Iran intens menyerang pusat kota Tel Aviv dan Haifa di Israel, serta melumpuhkan pusat tenaga listrik di Israel.
Aksi saling serang yang dilakukan Israel dan Iran terus terjadi hingga Selasa (17/6/2025). Bahkan, Iran intens menyerang pusat kota Tel Aviv dan Haifa di Israel, serta melumpuhkan pusat tenaga listrik di Israel.

i

AS Bersiap Gabung Israel Serang Iran. Ali Khamenei, tak Gentar Malah Nyatakan akan Menang, Sambil Sitir Surah As-Saff Ayat 13. Dubes Iran untuk Indonesia, Tegaskan Negaranya Sangat Kuat Mampu Berikan Pembalasan dan Bela Diri

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Gelombang serangan Israel-Iran belum kunjung berhenti. Nasib perundingan nuklir masih belum jelas. Konflik ini memperburuk kondisi Timur Tengah yang selama ini dirundung aneka konflik seperti Israel-Hamas dan Israel-Houthi. Apakah ini turut memperkecil peluang perdamaian di Timur Tengah dan isyarat meletusnya Perang Dunia III?.

Garda Revolusi Iran mengklaim serangannya berhasil menghantam markas pusat badan intelijen Israel, Mossad, yang ada di Tel Aviv, ibu kota Israel, pada Selasa (17/6) waktu setempat. Kedua negara saling melancarkan serangan udara selama lima hari berturut-turut, yang memicu kekhawatiran global.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Teheran, seperti dilansir AFP, Selasa (17/6/2025), Garda Revolusi Iran mengatakan mereka telah "menyerang pusat intelijen militer dari tentara rezim Zionis, Aman, dan pusat perencanaan operasi teroris, Mossad, di Tel Aviv".

"Saat ini sedang terbakar," klaim Garda Revolusi Iran dalam pernyataannya merujuk pada markas intelijen Israel.

Belum ada komentar langsung dari Israel atas klaim Iran tersebut.

 

Surah As Saff ayat 13

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yakin Republik Islam, tak gentar lawan zionis yang didukung AS. Ali Khamenei yakin akan menang atas izin Allah SWT.

Hal tersebut diungkapkan Ayatollah Ali Khamenei lewat unggahan di media sosial X. Ali Khamenei mengawalinya dengan mengutip Al-Qur'an surah As Saff ayat 13.

"Pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (QS. 61:13). Republik Islam akan menang atas rezim Zionis atas kehendak Allah," tulis Ali Khamenei, Senin (17/6/2025).

Unggahan tersebut telah dilihat 2 juta kali, disukai lebih dari 50 ribu orang, dan dibanjiri ribuan komentar.

Pernyataan lengkap Ali Khamenei turut diberitakan situs resmi Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya-karya Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah kantor berita negara lain, seperti SABA (Yaman).

Ali Khamenei mengawali pernyataannya dengan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga "para syuhada". Dia kemudian menegaskan rezim Zionis--merujuk pada Israel--telah melakukan kesalahan fatal dan gegabah. Ia menyebut tak akan tinggal diam.

"Atas karunia Tuhan, konsekuensi dari hal ini akan membawa rezim tersebut menuju kehancuran. Bangsa Iran tidak akan membiarkan darah para martirnya yang berharga tidak terbalaskan, dan tidak akan mengabaikan pelanggaran wilayah udaranya," kata Ali Khamenei seperti dikutip dari Khamenei.ir.

Penjaga api Revolusi Islam itu mengatakan angkatan bersenjatanya telah siap, didukung para pejabat negara dan seluruh rakyat Iran.

"Insyaallah, kita akan merespons dengan kekuatan, dan kita tidak akan menunjukkan belas kasihan kepada mereka. Hidup mereka pasti akan menjadi pahit," tegasnya.

 

Permintaan Presiden Donald Trump

Serangan besar-besaran Israel ke jantung Iran sejak Jumat (13/6/2025) dini hari waktu setempat telah memicu babak baru dalam eskalasi konflik dua negara musuh bebuyutan ini.

Israel meluncurkan Operation Rising Lion, menyerang sedikitnya 150 target strategis di Teheran dan sekitarnya. Dalam serangan itu, sembilan ilmuwan nuklir Iran dilaporkan tewas, termasuk sejumlah jenderal Garda Revolusi. Salah satu rudal bahkan menghancurkan blok apartemen 14 lantai, menewaskan 60 orang, termasuk 29 anak-anak.

Selasa, Presiden Donald Trump, menyampaikan peringatan mengejutkan yang meminta agar Teheran, ibu kota Iran, dievakuasi.

Peringatan singkat yang disampaikan Trump via media sosial itu, seperti dilansir AFP, Selasa (17/6/2025), memicu spekulasi bahwa AS mungkin bersiap untuk bergabung dengan Israel dalam menyerang Iran.

Kecurigaan tersebut semakin meningkat setelah diumumkan bahwa Trump akan lebih awal meninggalkan KTT G7 di Kanada dan kembali ke Gedung Putih sehari lebih awal karena konflik Timur Tengah yang meningkat.

Meski ketegangan sangat tinggi, dunia belum kehilangan harapan. Negara-negara seperti Qatar, Oman, dan Swiss mencoba menjadi mediator di belakang layar.

PBB menggelar sidang darurat, dan sebagian pemimpin dunia menyerukan gencatan senjata sesegera mungkin.

Namun, suasana politik domestik di kedua negara mendorong pemimpin mereka untuk “tampil kuat” di mata rakyat, yang membuat diplomasi sangat sulit dilakukan dalam waktu dekat.

 

Upaya Diplomasi Sangat Lemah

Baik Iran maupun Israel merasa tidak bisa mundur tanpa kehilangan muka atau kredibilitas nasional. Di jalanan Teheran dan Tel Aviv, suasana mencekam. Sirine serangan udara menjadi hal biasa.

Warga Iran mengungsi ke pegunungan, sementara warga Israel mengungsi ke bunker dan daerah selatan.

Sekolah ditutup, pasar kosong, dan masyarakat hidup dalam ketakutan akan serangan susulan. Dunia kembali menyaksikan bagaimana konflik geopolitik memukul kehidupan rakyat sipil yang tidak bersalah.

Sementara Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi menilai peristiwa serangan Iran menjadi momen yang sangat penting bagi negara-negara yang dizalimi oleh Israel. Ia menyebut serangan balasan Iran sebagai tamparan kepada Israel.

"Iran bukanlah juga negara yang tidak memiliki kekuatan, kami adalah negara yang sangat kuat, yang mampu memberikan pembalasan dan bela diri," ujar Boroujerdi, dalam diskusi dengan media di Kediaman Dubes Republik Islam Iran, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/6/2025). Boroujerdi menyebut selama agresi berlangsung, maka pihaknya tak akan tinggal diam.

"Banyak yang bertanya kepada saya selaku Dubes Republik Islam Iran. Apakah Iran akan melanjutkan aksi bela dirinya dan serangannya terhadap rezim zionis? Jawabannya adalah selama Iran diserang dan agresi masih terus berlanjut, tentu kami akan melanjutkan bela diri, aksi bela diri kami terhadap negara kami," kata Dubes Iran untuk RI, Boroujerdi.

"Dan ini menjadi momentum yang sangat penting bagi negara-negara yang dizalimi oleh rezim zionis khususnya bangsa Palestina di jalur Gaza khususnya, bangsa Lebanon dan juga berbagai negara lainnya," tambahnya.

Pihaknya mengaku serangan balasan yang dilakukan Iran semata untuk membela kepentingan negara. Ia berharap hal ini bisa menjadi pelajaran bagi Israel.

 

Penegasan Gedung Putih dan Pentagon

Para pejabat Gedung Putih dan Pentagon menegaskan bahwa pasukan AS di kawasan tersebut tetap dalam posisi "defensif".

Juru bicara Gedung Putih, Alex Pfeiffer, membalas salah satu postingan di media sosial yang mengklaim AS akan menyerang Iran, dengan menegaskan: "Ini tidak benar".

"Pasukan Amerika tetap mempertahankan posisi defensif mereka, dan itu tidak berubah," tegas Pfeiffer dalam pernyataannya.

Bos Pentagon atau Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyampaikan hal serupa dalam wawancara dengan media terkemuka AS, Fox News.

"Kami memposisikan diri secara defensif di kawasan tersebut, untuk menjadi kuat, dalam mengupayakan kesepakatan damai, dan kami tentu berharap itulah yang terjadi di sini," kata Hegseth dalam wawancara televisi tersebut.

Sebelumnya pada hari yang sama, Hegseth mengumumkan dirinya telah "mengarahkan pengerahan kemampuan tambahan" selama akhir pekan ke Timur Tengah.

"Melindungi pasukan AS adalah prioritas utama kami dan pengerahan ini dimaksudkan untuk meningkatkan postur pertahanan kami di kawasan tersebut," sebutnya.

Pernyataan Hegseth itu disampaikan setelah salah satu kapal induk AS, USS Nimitz, terdeteksi meninggalkan perairan kawasan Asia Tenggara pada Senin (16/6), dan di tengah laporan bahwa puluhan pesawat militer AS sedang bergerak melintasi Atlantik.

Dijelaskan seorang pejabat pertahanan AS, yang enggan disebut namanya, bahwa Hegseth memerintahkan Kelompok Serangan Kapal Induk Nimitz ke kawasan Timur Tengah untuk "mempertahankan postur pertahanan kami dan melindungi para personel Amerika". n afp/rtr/int/rmc

Berita Terbaru

PDIP Bergeser dari Isu Politik ke Lingkungan

PDIP Bergeser dari Isu Politik ke Lingkungan

Minggu, 11 Jan 2026 19:51 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 19:51 WIB

Dalam Rakernas Ke-53, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri Undang Rocky Gerung             SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dalam peringatan HUT PDI Perju…

KPK Ungkap Transaksi Rugikan Negara Rp 75 Miliar oleh Kepala KPP Madya Jakarta Utara

KPK Ungkap Transaksi Rugikan Negara Rp 75 Miliar oleh Kepala KPP Madya Jakarta Utara

Minggu, 11 Jan 2026 19:46 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 19:46 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Akhirnya KPK tetapkan lima tersangka terkait operasi tangkap tangan pejabat pajak di Jakarta Utara (Jakut). Salah satu tersangka…

Pidato Eks Menag Ajak Perangi Korupsi Viral di Medsos

Pidato Eks Menag Ajak Perangi Korupsi Viral di Medsos

Minggu, 11 Jan 2026 19:44 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 19:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Beberapa hari ini sebuah video beredar luas di media sosial. Video yang memperlihatkan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, saat…

Tommy Soeharto, Bakal Punya Menantu DJ

Tommy Soeharto, Bakal Punya Menantu DJ

Minggu, 11 Jan 2026 19:41 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 19:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Tata Cahyani mencuri perhatian di prosesi siraman putranya bersama Tommy Soeharto, Darma Mangkuluhur, Jumat lalu. Ia mengenakan…

Yakobus 4:7

Yakobus 4:7

Minggu, 11 Jan 2026 19:36 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 19:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - "Tunduklah kepada Allah. Lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu". Karena itu, pendeta saya mengajak tunduklah kepada…

Pilkada Melalui DPRD, Ada Cagub Setuju, Murah!

Pilkada Melalui DPRD, Ada Cagub Setuju, Murah!

Minggu, 11 Jan 2026 19:34 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Usulan pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD, kian hiruk pikuk. Partai berlambang banteng  menyatakan tetap mendukung …