SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Baru-baru ini diketahui, sekitar seluas 10 hektare terumbu karang di kawasan Wisata Bahari Pasir Putih, Kabupaten Situbondo, rusak atau mati diduga akibat limbah air mengandung zat kimia kaporit.
"Pada minggu pertama bulan Juni 2025, kami bersama teman-teman menyelam memastikan kondisi terumbu karang di Watukenung, ternyata memang sudah mati, dan luasannya sekitar 10 hektare," ujar salah seorang anggota Komunitas Misi Bahari Situbondo Danu Wardana, Rabu (18/06/2025).
Akibatnya, kerusakan terumbu karang di kawasan wisata Pasir Putih Situbondo itu tentunya merusak ekosistem laut dan menyebabkan hilangnya habitat dan penurunan keanekaragaman hayati.
"Kerusakan terumbu karang itu selain karena limbah air mengandung zat kimia, juga bisa karena pemanasan global, tapi untuk yang di Watukenung hasil laboratorium DKP Jatim diduga akibat limbah air mengandung kaporit," jelasnya lagi.
Menindaklanjuti masalah tersebut, Komunitas Misi Bahari Situbondo bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur melakukan pengecekan dan mengambil sampel terumbu karang yang mati itu.
"Setelah DKP Jatim mengambil sampel dan diuji laboratorium, hasilnya terumbu karang mati diduga akibat limbah air mengandung kaporit, dan kami sudah menerima hasil laboratorium dari DKP," ujar dia pula.
Namun, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Situbondo belum bisa dikonfirmasi terkait dengan rusaknya terumbu karang di kawasan Wisata Bahari Pasir Putih tersebut. st-01/dsy
Editor : Desy Ayu