SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Mengutip Times of Israel, serangan Iran dikonfirmasi Juru bicara Militer Israel Brigjen Effie Defrin dalam sebuah pengarahan, Minggu (15/6/2025). Ia menyebut serangan itu merupakan upaya pembunuhan yang ditargetkan terhadap Kepala Staf Militer milisi penguasa Yaman Houthi, Muhammad Al Ghamar.
Analisis ekonomi menyebut memanasnya konflik Iran vs Israel bisa memicu ketidakpastian ekonomi dan politik. Skenario buruk pun bisa terjadi. Antara lain bisa memicu ketidakpastian di pasar keuangan hingga lonjakan inflasi.
Kepala staf angkatan bersenjata Iran, Abdolrahim Mousavi, pada Selasa (17/6) mendesak penduduk kota-kota besar Israel, Haifa dan Tel Aviv, mengungsi. Dia memperingatkan ada serangan 'hukuman' yang segera terjadi.
"Operasi hukuman segera dilakukan," kata Mousavi dalam sebuah pernyataan video yang disiarkan TV pemerintah.
Ia menambahkan serangan-serangan sebelumnya terhadap Israel sejauh ini hanya untuk tujuan 'pencegahan'.
Mousavi mengatakan "penduduk wilayah yang diduduki, terutama Tel Aviv dan Haifa, sangat didesak meninggalkan wilayah-wilayah ini demi keselamatan mereka".
Mousavi memberi tahu warga Israel agar tidak 'menjadi korban' 'hasrat kebinatangan' Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang disalahkan Teheran atas eskalasi selama lima hari belakangan.
Setelah berpuluh-puluh tahun bermusuhan dan perang bayangan yang berkepanjangan, Israel melancarkan serangan mendadak pada dini hari Jumat (13/6), dengan mengatakan bahwa serangan itu menargetkan fasilitas nuklir dan militer Iran.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mewanti-wanti Iran bakal melancarkan serangan teranyar dalam waktu dekat dan menargetkan sejumlah target penting.
Berbicara di depan wartawan saat mengunjungi lokasi serangan rudal di Tel Aviv, Katz menuturkan militer Israel akan menggempur "sejumlah target yang signifikan, target strategis, dan target infrastruktur rezim" Iran.
***
Iran, hingga Rabu (18/6) terus melancarkan serangan dengan ratusan rudal balistik ke Israel. Walau banyak yang dicegat, sebagian rudal Iran berhasil menemui sasaran dan menghasilkan kehancuran di Israel, termasuk di Tel Aviv.
Dikutip dari Al Jazeera, rudal balistik adalah senjata jarak jauh yang dirancang untuk meluncurkan hulu ledak konvensional atau nuklir dengan mengikuti lintasan balistik atau lengkung.
Diluncurkan dengan mesin roket kuat, rudal ini melesat ke atmosfer atas atau bahkan luar angkasa, dengan kecepatan sangat tinggi. Setelah mesinnya dimatikan, rudal mengikuti jalur yang ditentukan sebelumnya dan masuk kembali ke atmosfer sebelum mengenai sasaran.
Dikutip dari News 18 pada Sabtu (14/6/2025), ada perbandingan kekuatan militer kedua negara yang terlibat konflik tersebut. Perbandingan kekuatan militer Israel vs Iran .
1. Personel militer Iran unggul secara kuantitas, dengan lebih dari 600.000 personel aktif dari Tentara Regulernya (Artesh), Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dan pasukan paramiliter Basij. Jika ditambah cadangan, jumlah total bisa melampaui 900.000 personel. Israel memiliki sekitar 170.000 personel aktif dan 460.000 pasukan cadangan. Meski jumlahnya lebih kecil, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dikenal sangat terlatih dengan sistem mobilisasi cepat dan komando yang terintegrasi.
2. Kekuatan udara Angkatan Udara Israel (IAF) memiliki keunggulan signifikan. Mereka mengoperasikan pesawat tempur siluman F-35I 'Adir', serta F-15 dan F-16 yang telah dimodifikasi. Fasilitas pengisian bahan bakar udara, pesawat AWACS, dan teknologi peperangan elektronik memperkuat dominasi udara Israel. Sebaliknya, Iran masih mengandalkan armada lama seperti F-4 dan F-5 buatan AS, serta MiG-29 era Soviet. Walau ada pengembangan dalam negeri dan akuisisi sistem Rusia, Iran belum memiliki jet tempur generasi kelima.
3. Rudal dan drone
Dari sisi alat utama sistem senjata (alutsista) rudal dan drone Iran memiliki gudang rudal balistik terbesar di Timur Tengah. Persenjataannya mencakup Shahab-3, Fateh-110, Sejjil, dan model berbahan bakar padat dengan jangkauan hingga 2.000 km.
Selain itu, Iran juga unggul dalam teknologi drone, seperti Shahed-136 dan Mohajer-6, yang digunakan untuk pengawasan dan serangan bunuh diri. Israel, sementara itu, fokus pada rudal presisi seperti LORA dan seri Jericho. Israel juga mengembangkan UAV canggih untuk misi pengintaian dan serangan presisi, meskipun tidak sebanyak dan beragam seperti Iran.
4. Sistem pertahanan rudal Israel memiliki sistem pertahanan berlapis yang sangat canggih. Iron Dome efektif untuk roket jarak pendek, David’s Sling untuk ancaman menengah, dan Arrow untuk rudal balistik jarak jauh. Sistem ini terbukti menyelamatkan banyak nyawa sejak diaktifkan pada 2011. Iran memiliki sistem pertahanan seperti S-300 buatan Rusia serta Bavar-373 dan Khordad-15 buatan lokal. Namun, efektivitasnya masih dipertanyakan setelah serangan Israel terbaru berhasil menembus pertahanan mereka.
5. Kekuatan laut
Iran mengandalkan dua komando laut, yakni IRIN dan Angkatan Laut IRGC, dengan kekuatan utama pada taktik gerilya laut, speedboat bersenjata, dan kapal selam diesel. Mereka juga mengembangkan rudal antikapal. Israel mengoperasikan kapal selam kelas Dolphin dan korvet kelas Sa’ar yang dilengkapi sistem rudal canggih. Armada kapal selam ini berfungsi sebagai kekuatan penangkal strategis dan perlindungan terhadap aset gas lepas pantai.
6. Perang siber dan intelijen Israel memiliki Unit 8200, unit siber elite yang dikenal dunia. Kolaborasi antara militer, Shin Bet, dan Mossad memungkinkan deteksi dini dan serangan presisi. Iran juga meningkatkan kemampuannya dalam perang siber. IRGC menjalankan operasi siber yang menyasar infrastruktur Israel dan negara lain seperti Arab Saudi dan AS.
7. Jaringan proksi dan pengaruh regional
Iran memiliki keunggulan dalam pengaruh regional melalui jaringan proksi seperti Hezbollah, Hamas, milisi Syiah di Irak dan Suriah, serta Houthi di Yaman. Doktrin ini memungkinkan Iran melancarkan perang asimetris dari berbagai front. Israel tidak memiliki jaringan semacam itu. Mereka mengandalkan serangan langsung dan operasi khusus untuk melemahkan kekuatan Iran di kawasan.
8. Kemampuan nuklir Israel diyakini memiliki 80 hingga 200 hulu ledak nuklir, yang dapat diluncurkan melalui rudal Jericho III, kapal selam Dolphin, dan pesawat tempur F-15I/F-16I. Namun, Israel tetap mempertahankan kebijakan “ambigu nuklir”.
Iran, menurut laporan IAEA Mei 2025, memiliki lebih dari 400 kg uranium yang telah diperkaya hingga 60 persen. Jika dilanjutkan, cadangan tersebut cukup untuk memproduksi hingga 10 hulu ledak nuklir.
Secara kualitas, Israel unggul dalam teknologi militer, kekuatan udara, pertahanan rudal, intelijen, dan senjata nuklir. Namun, Iran menyeimbangkannya dengan jumlah personel besar, gudang rudal yang luas, jaringan proksi, serta strategi perlawanan asimetris. Fokus Israel adalah pertahanan presisi dan superioritas teknologi, sementara Iran mengandalkan tekanan regional melalui proksi dan jangkauan rudalnya. Pertanyaannya kini bukan lagi siapa yang lebih kuat,melainkan sejauh mana konflik ini dapat dibatasi sebelum berubah menjadi perang regional yang melibatkan kekuatan besar dunia.
***
Nyatanya, menurut ABC News, sistem pencegat rudal Israel, Iron Dome, keteteran setelah diserang habis-habisan oleh Iran dalam beberapa hari terakhir.
Iran meluncurkan ratusan rudal sejak 13 Juni sebagai balasan, usai Israel lebih dulu menggempur negara Timur Tengah ini. Pasukan Zionis menyerang fasilitas nuklir utama, situs persenjataan, hingga area penduduk di Teheran dan sejumlah wilayah lain.
Dalam menyerang Israel, Iran disebut-sebut menggunakan berbagai jenis rudal balistik seperti Emad, Ghadr-1, dan rudal hipersonik pertama Fattah-1. Namun, sejauh ini belum ada konfirmasi resmi senjata apa yang digunakan Teheran untuk menghabisi negara pimpinan Benjamin Netanyahu.
Serangan Iran menghantam Tel Aviv bahkan di daerah markas Pasukan Pertahanan dan Kementerian Pertahanan Israel serta wilayah lain.
Israel memiliki sistem pertahanan yang terkenal dan disebut-sebut paling efektif di dunia dengan tingkat pencegahan 90 persen, Iron Dome. Kubah ini dirancang untuk mencegat roket dan artileri jarak pendek dengan jangkauan 70 kilometer.
Iron Dome bekerja dengan cara mendeteksi rudal atau roket yang diluncurkan musuh. Alat ini kemudian akan menganalisis potensi roket jatuh dan dampaknya. Jika roket mengancam sistem akan meluncurkan roket pencegat Tamir untuk menghalau atau menghancurkan roket musuh, demikian dikutip dalam grafis yang dibuat ABC News.
Iron Dome dilengkapi sejumlah baterai. Setiap baterai memiliki tiga atau empat peluncur dan masing-masing peluncur berisi 20 rudal pencegat.
Meski dikenal canggih, Iron Dome juga bisa kewalahan yakni ketika digempur secara bersamaan dengan volume tinggi.
Berdasarkan laporan lapangan, citra satelit, dan data intelijen yang berhasil disadap, Iran mengklaim bahwa puluhan rudal balistik telah berhasil menghantam sasaran-sasaran strategis secara akurat.
Dilaporkan, Amerika Serikat turut ambil bagian dalam upaya mencegat rudal balistik yang menyerang. Menurut keterangan seorang pejabat senior Israel dan pejabat tinggi AS, dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB pada Jumat, perwakilan AS menegaskan bahwa Iran tidak boleh menyerang kepentingan maupun personel Amerika .
"Saya tegaskan kembali, tidak satu pun pemerintah, kelompok, atau aktor independen yang diperbolehkan menargetkan warga negara, pangkalan, atau infrastruktur milik Amerika Serikat di kawasan tersebut. Jika itu terjadi, dampaknya bagi Iran akan sangat serius," ujar perwakilan AS, dikutip dari Axios.
Gelombang serangan Iran dengan rudal berlanjut pada Senin dini hari waktu setempat. Seratusan rudal jarak menengah Iran dikabarkan menyerang beberapa kota Israel dengan puluhan orang tewas.
***
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dalam pidatonya di televisi nasional menjelang serangan, menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran akan melumpuhkan Israel sepenuhnya. Ia menegaskan bahwa Iran siap membalas dengan kekuatan militer penuh.
"Rakyat Iran tidak akan tinggal diam atas darah para syuhada yang tertumpah, dan tidak akan mentoleransi pelanggaran terhadap wilayah udaranya," ujar Khamenei
Korps Garda Revolusi Islam dalam pernyataan resminya mengklaim telah menyerang puluhan sasaran militer, termasuk pangkalan udara Israel. Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa serangan Israel semalam telah menewaskan sedikitnya 78 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya, dengan sebagian besar korban berasal dari kalangan sipil.
Sebuah video mengejutkan yang beredar di media sosial juga memperlihatkan serangan Iran yang menghantam area penting yang mencakup sejumlah instalasi militer, termasuk markas utama Pasukan Pertahanan Israel.
Dalam cuplikan dramatis tersebut, terlihat rudal pencegat ditembakkan ke udara beberapa detik sebelum kilatan terang dan suara ledakan keras terdengar, menandakan hantaman hulu ledak.
Rekaman tersebut mengindikasikan bahwa setidaknya satu rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel dan menghantam pusat komando strategis yang terletak di pusat Tel Aviv.
“Ini adalah kawasan yang disebut sebagai Pentagon-nya Israel, yaitu Kiryat. Salah satu gedung di kompleks ini baru saja menjadi sasaran serangan,” ungkap kepala koresponden luar negeri Fox News, Trey Yingst, dari lokasi kejadian seperti dilaporkan oleh The New York Post.
Berikut rudal Iran yang memiliki kemampuan menjangkau wilayah Israel, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita ISNA:
1. Sejjil
Memiliki jangkauan antara 2.000 hingga 2.500 kilometer dan mampu melaju dengan kecepatan antara Mach 12 hingga Mach 14.
2. Khorramshahr 4 (Khaibar)
Rudal ini dapat menjangkau hingga 2.000 kilometer. Di luar atmosfer kecepatannya disebut-sebut bisa mencapai Mach 16, sementara di dalam atmosfer menurun menjadi Mach 8.
3. Emad
Dengan jangkauan sejauh 2.000 kilometer, rudal ini mampu melesat dengan kecepatan Mach 7,2.
4, Shahab 3
Rudal ini juga memiliki daya jangkau 2.000 kilometer dan kecepatan hingga Mach 7.
5. Qadr
Rudal ini mampu menempuh jarak hingga 1.950 kilometer, dengan kecepatan sekitar Mach 9.
6. Paveh
Jangkauannya mencapai 1.650 kilometer, dan kecepatannya berada di kisaran 600 hingga 900 kilometer per jam.
7. Khaibarshekan
Dengan daya jelajah 1.450 kilometer, rudal ini bisa melaju lebih dari 5.000 kilometer per jam.
8. Fattah 2
Mampu menjangkau lebih dari 1.400 kilometer dengan kecepatan sekitar Mach 5.
9. Haj Qassem
Rudal ini memiliki jangkauan sejauh 1.400 kilometer dan kecepatan maksimum Mach 5.
Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel.
Indonesia secara resmi menentang penjajahan Israel atas wilayah Palestina dan menegaskan bahwa hubungan diplomatik hanya dapat terjalin jika Israel mengakui kemerdekaan Palestina, demikian menurut Kementerian Luar Negeri RI. Indonesia menentang keras tindakan Israel yang dianggap sebagai penjajahan terhadap Palestina.
Wajar sebagai jurnalis Indonesia, saya lebih berempati kepada perjuangan Iran ketimbang zionis, Israel. ([email protected])
Editor : Moch Ilham