SURABAYAPAGI.COM, Teheran - Keberadaan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, hingga Rabu (18/6) masih belum diketahui dan ditutup rapat oleh Teheran.
Meski demikian, Ayatollah Ali Khamenei diklaim bersembunyi di dalam bunker saat Israel menggempur Teheran dan sejumlah wilayah lainnya.
Media Iran International melaporkan bahwa Ali Khamenei bersembunyi bersama keluarga termasuk seorang putranya, Mojtaba, di dalam bunker beberapa jam setelah Israel membombardir Teheran.
Menurut laporan dari The Times of Israel, Khamenei melakukan evakuasi ini sejak Jumat malam, beberapa jam setelah Israel memulai serangan terhadap berbagai lokasi di Iran, termasuk fasilitas militer dan infrastruktur yang terkait dengan program nuklir negara tersebut.
Dalam serangan itu, pejabat intelijen tinggi Iran dilaporkan menjadi korban.
Media pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Brigadir Jenderal Mohammad Kazemi, kepala intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dan wakilnya, Hassan Mohaqiq. Selain itu, seorang perwira intelijen lain, Mohsen Bagheri, juga dilaporkan tewas. Kematian mereka menandai serangan yang sangat signifikan, yang tidak hanya merusak struktur militer Iran, tetapi juga menciptakan ketegangan yang lebih besar antara kedua negara.
Bunker Bukan Tempat Asing Khamenei
Khamenei dan keluarganya ditemukan berada di lokasi penampungan di Lavizan, yang merupakan salah satu area di timur laut Teheran. Bunker itu bukanlah tempat asing bagi Khamenei. Ia dilaporkan juga mengambil langkah serupa selama serangan di bulan April dan Oktober tahun lalu, menunjukkan bahwa ketakutan terhadap serangan Israel tetap membayangi pemimpin Iran
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dikabarkan bersembunyi di lokasi rahasia sejak serangan besar-besaran Israel ke Teheran pada Jumat (13/6/2025).
Menurut laporan media Iran International yang berbasis di London, Khamenei dipindahkan ke bunker bawah tanah di kawasan Lavizan, timur laut Teheran.
Ia diyakini tidak sendirian.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dievakuasi ke bunker bawah tanah di timur laut Teheran beberapa jam setelah Israel memulai serangannya pada hari Jumat.
Selain itu, Israel tidak membunuh Khamenei pada malam pertama operasi untuk memberinya kesempatan terakhir untuk sepenuhnya menghentikan program pengayaan uraniumnya, The Times of Israel melaporkan, mengutip sumbernya.
Editor bidang pertahanan The Economist, Shashank Joshi, mengatakan dalam program Newscast BBC bahwa Khamenei kemungkinan besar akan terus menghindari tampil di depan publik.
“Saya kira mereka akan mencari ke segala sudut yang memungkinkan untuk menjaganya tetap aman, mungkin dengan memindahkannya dari satu tempat ke tempat lain,” ujar Joshi.
Ia menambahkan, ancaman terhadap Khamenei tergolong sah mengingat Israel telah berhasil menyusup ke dalam struktur keamanan Iran dan melancarkan pembunuhan presisi terhadap sejumlah jenderal.
Sejak serangan dimulai, Israel menewaskan Mohammad Bagheri, Kepala Staf Militer Iran, dan Hossein Salami, komandan tertinggi Garda Revolusi Islam (IRGC). n afp/rtr/rmc
Editor : Moch Ilham