Menjaga Warisan Leluhur, KH Anas Fauzie Gelar Pernikahan Putrinya Bernuansa Adat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Resepsi pernikahan putri kedua penghulu viral Anas Fauzie berlangsung di pondok Ar Rozzaq miliknya sendiri. SP/ Achmad A
Resepsi pernikahan putri kedua penghulu viral Anas Fauzie berlangsung di pondok Ar Rozzaq miliknya sendiri. SP/ Achmad A

i

SURABAYAPAGI.com, Malang – Di tengah maraknya tren pernikahan modern yang digelar di hotel dan gedung mewah, penghulu viral asal Malang, Anas Fauzie, justru memilih jalan berbeda untuk melepas putri keduanya, Nadya Amri Fauzie, menuju kehidupan rumah tangga. Prosesi akad dan resepsi pernikahan Nadya dengan Muhammad Syihabuddin digelar secara khidmat di lingkungan pondok pesantren milik keluarga, Ponpes Ar Rozzaq, Jabung, Malang (21/06/2025).

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Anas secara sadar menolak konsep pernikahan bergaya modern yang kini digandrungi banyak pasangan muda. menjaga dan melestarikan adat istiadat sebagai warisan budaya bangsa menjujung tinggi warisan leluhur supaya tidak hilang dimakan oleh waktu.

“Sekarang ini banyak yang lebih memilih menikah di hotel atau gedung megah. Tapi saya ingin anak saya tetap mengenal dan mencintai adat, supaya warisan budaya kita tidak hilang dimakan zaman,” ujar Anas saat ditemui di sela-sela acara pernikahan.

Pernikahan Nadya dan Syihabuddin mengusung adat Jawa yang sarat makna. Rangkaian prosesi seperti siraman, sungkeman, hingga penyerahan seserahan dilakukan dengan penuh kekhusyukan. Lantunan sholawat yang mengiringi setiap tahapan acara menambah suasana menjadi lebih haru dan menyentuh hati.

Momen pernikahan ini semakin berkesan karena bertepatan dengan hari ulang tahun ibunda Nadya, istri dari Anas Fauzie. Tanggal 20 Juni menjadi hari yang penuh makna ganda. Di hari itulah sang istri genap berusia 55 tahun, bertepatan dengan pernikahan putri tercintanya.

Menariknya, Anas mengaku tidak sengaja memilih tanggal tersebut karena ulang tahun sang istri. Ia hanya berusaha mencari hari yang dianggap baik menurut perhitungan Jawa, dan ternyata jatuh pada hari Jumat, 20 Juni. “Saya cari hari yang baik, ternyata ketemunya Jumat, tanggal 20 Juni. Lah kok ya pas dengan tanggal lahir istri saya. Bagi saya, hari Jumat itu hari terbaik,” ungkap Anas sambil tersenyum haru.

Satu lagi yang membuat hari bahagia ini semakin bermakna adalah gaun pengantin Nadya. Gaun tersebut dirancang dan dijahit langsung oleh sang ibunda. Sebuah simbol kasih sayang, perhatian, dan keterlibatan orang tua dalam momen penting anaknya.

Pernikahan Nadya dan Syihabuddin menjadi bukti bahwa nilai-nilai adat dan tradisi masih sangat relevan untuk dijaga. Di tengah derasnya arus modernisasi, keluarga Anas Fauzie memilih berpijak pada akar budaya sebuah langkah bijak yang patut dicontoh generasi muda agar tidak kehilangan jati diri bangsa.

Acara resepsi juga dihadiri oleh berbagai tokoh ulama, kiai, hingga pejabat dari wilayah Malang dan luar kota. Mereka turut memberikan doa dan restu kepada pasangan pengantin serta mengapresiasi pilihan keluarga Anas yang tetap menjunjung tinggi nilai adat dalam pernikahan. ad

Tag :

Berita Terbaru

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 M…

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekjen Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, di…

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara mengenai kejadian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk…

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut partainya tak akan melupakan Jokowi dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran di internal…

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kini, aset terpidana kasus korupsi sekaligus buron legendaris dari tahun 1996, Eddy Tansil senilai Rp 51.682.537.000 (51,6…

Damai elektronik, AS-Iran

Damai elektronik, AS-Iran

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters dan AFP bahwa kesepakatan damai diteken secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden AS…