Haul Bung Karno ke-55, Kader PDIP Surabaya Kobarkan Semangat Perdamaian

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Achmad Hidayat.
Achmad Hidayat.

i

SURABAYA PAGI, Surabaya- Peringatan Haul Bung Karno ke-55 pada Sabtu (21/6) menjadi momentum bersejarah bagi PDI Perjuangan dan bangsa Indonesia. Haul tahun ini terasa istimewa karena Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan bahwa MPR periode 2019–2024 telah mencabut TAP MPRS Nomor 33/MPRS/1967.

“Setelah 57 tahun 7 bulan, akhirnya keadilan sejarah bagi Bung Karno telah ditetapkan,” ujar Megawati dalam pidatonya yang disiarkan secara nasional.

TAP MPRS tersebut selama ini menjadi dasar pencabutan kekuasaan Presiden Soekarno pasca G30S dan kerap dijadikan pembenaran atas penghapusan peran Bung Karno dalam sejarah bangsa. Megawati menekankan bahwa pencabutan ini merupakan langkah penting dalam menegakkan kebenaran dan keadilan sejarah.

“Selama puluhan tahun, Bung Karno difitnah, dilupakan, dan bahkan dihapus dari buku-buku sejarah. Tetapi sejarah yang benar tidak akan bisa dikubur. Kebenaran selalu menemukan jalannya sendiri. Dan tahun ini, kebenaran itu kembali tegak. Satyam Eva Jayate, hanya kebenaranlah yang akan menang dan berjaya,” ucapnya tegas.

Tema Bulan Bung Karno tahun ini adalah “Setialah Pada Sumbermu,” yang menyerukan kepada seluruh kader untuk menggali kembali nilai-nilai luhur perjuangan Bung Karno. Semangat ini pula yang disuarakan para kader PDIP di Surabaya dalam memperingati Haul Bung Karno tahun ini.

Achmad Hidayat, kader muda PDI Perjuangan Surabaya, menegaskan pentingnya semangat Satyam Eva Jayate di tengah dinamika kehidupan berbangsa. Dia menyebut, keberanian menyuarakan kebenaran adalah fondasi utama dalam membangun keadilan dan perdamaian.

“Kita harus berani menyampaikan yang benar. Apabila ada kekhilafan kita perbaiki, tetapi niatnya harus tetap teguh untuk kepentingan orang banyak. Ini adalah hal dasar, jangan sampai kita hidup hanya sibuk dengan kulitnya, bukan dengan isinya,” tegas Achmad.

Mantan aktivis GMNI ini menambahkan bahwa penulisan sejarah Bung Karno secara jujur dan objektif justru akan memperkuat bangunan kebangsaan Indonesia. Menurutnya, rakyat harus tahu secara gamblang mana yang benar dan mana yang tidak.

“Selanjutnya kita getok tular apa yang menjadi gagasan pemikiran Bung Karno kepada masyarakat luas. Dengan TAP MPRS Nomor 33/MPRS/1967 yang sudah dicabut, merupakan legitimasi sejarah bahwa Bung Karno adalah Proklamator yang selalu berpihak pada rakyat, bukan kelompok maupun golongan,” tegas Achmad.

Achmad juga mengapresiasi sikap konsisten Megawati yang selalu menempatkan rakyat sebagai pusat perjuangan politik PDIP. Achmad menyebutkan bahwa sikap ini adalah warisan langsung dari Bung Karno yang selalu mengedepankan kepentingan rakyat.

“Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan selalu menjadikan rakyat sebagai cakrawati perjuangan yang tidak boleh dipunggungi dan harus senantiasa didampingi, baik dalam kondisi tertawa maupun menangis,” pungkasnya. Alq

Berita Terbaru

Viral Dugaan Penyekapan Calon ART, Pemkot Tindaklanjuti Legalitas dan Izin Usaha

Viral Dugaan Penyekapan Calon ART, Pemkot Tindaklanjuti Legalitas dan Izin Usaha

Selasa, 27 Okt 2026 12:40 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti kasus dugaan penyekapan calon Asisten Rumah Tangga (ART) di kawasan Jalan Kedung Anyar, Kelurahan Sawahan, saat…

Polres Blitar Kota  Resmi Bentuk Satgas Pre-entip untuk Siagakan Satgas Polisi Jogo Sekolah

Polres Blitar Kota  Resmi Bentuk Satgas Pre-entip untuk Siagakan Satgas Polisi Jogo Sekolah

Selasa, 27 Okt 2026 12:40 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar- Polres Blitar Kota lakukan  pembentukan Satgas Pre-entiptive Strike Pilisi Jogo Sekolah, dengan menggelar upacara di pimpin langsung …

Diversi Kasus Kecelakaan Maut Bocah 6 Tahun di Madiun Buntu, Keluarga Korban Tolak Damai

Diversi Kasus Kecelakaan Maut Bocah 6 Tahun di Madiun Buntu, Keluarga Korban Tolak Damai

Selasa, 27 Okt 2026 12:34 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:34 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Upaya diversi dalam perkara kecelakaan lalu lintas yang menewaskan bocah berusia 6 tahun, M. Sofian Arif Nugroho, pada Selasa (26…

760 Ribu Perjalanan ke Surabaya per Hari, Fraksi PDIP Jatim Gagas Transportasi Terintegrasi

760 Ribu Perjalanan ke Surabaya per Hari, Fraksi PDIP Jatim Gagas Transportasi Terintegrasi

Selasa, 27 Okt 2026 11:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta integrasi transportasi publik tidak berhenti pada penambahan rute dan pembangunan i…

Tindaklanjuti Tak Bayar Retribusi, Pemkot Surabaya Tertibkan Bangunan di Lahan Aset

Tindaklanjuti Tak Bayar Retribusi, Pemkot Surabaya Tertibkan Bangunan di Lahan Aset

Selasa, 27 Okt 2026 11:09 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti sejumlah bangunan yang berdiri di atas lahan aset Pemkot Surabaya seluas 7.668 meter persegi di Jalan Barata Jaya…

Pemkab Lumajang Pastikan Huntap Penyintas Erupsi Gunung Semeru Tepat Guna

Pemkab Lumajang Pastikan Huntap Penyintas Erupsi Gunung Semeru Tepat Guna

Selasa, 27 Okt 2026 11:01 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melihat masih ada hunian yang kosong setelah beberapa tahun ditempati penyintas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memastikan…