SurabayaPagi, Surabaya – Sebanyak 1.225 siswa dari keluarga prasejahtera di Jawa Timur dipastikan siap mengikuti kegiatan belajar di 19 Sekolah Rakyat yang tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Timur mulai Juli 2025.
Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, saat diwawancarai di Surabaya pada Selasa (23/6/2025).
“Rencananya tanggal 14 Juli akan dilaunching oleh Bapak Presiden, meski titik peluncurannya masih menunggu konfirmasi. Namun, Jawa Timur telah menyiapkan 19 Sekolah Rakyat yang siap beroperasi dengan total siswa sebanyak 1.225 orang,” ujar Novi.
Para siswa tersebut berasal dari keluarga prasejahtera kategori desil 1 dan desil 2, yang telah diverifikasi dan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) oleh gubernur, bupati, atau wali kota setempat. Mereka dijadwalkan masuk ke asrama mulai 7 Juli, sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai pada 14 Juli 2025.
Menurut Novi, 19 Sekolah Rakyat itu tersebar di berbagai daerah, termasuk tiga rombongan belajar (rombel) SMA di Malang, enam rombel SMP di Batu, dan tiga rombel SMA di Lamongan yang merupakan sekolah milik Pemprov Jatim.
Selain itu, sekolah juga hadir di Kota Surabaya, Kabupaten Kediri, Mojokerto, Kota Malang, Pasuruan, Jombang, Pacitan, Kota Probolinggo, Banyuwangi, Ponorogo, Kota Pasuruan, Jember, Gresik, Pamekasan, Bojonegoro, dan Tuban.
Untuk mendukung operasional sekolah, disiapkan sekitar 500 tenaga pendidik, termasuk guru, kepala sekolah, dan staf pendidikan. Mereka berasal dari kalangan ASN maupun PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu, dan melayani jenjang SD, SMP, hingga SMA.
“Kalau gedungnya milik pemprov, maka SK siswa ditandatangani oleh gubernur. Sedangkan jika berada di kabupaten/kota, SK ditandatangani oleh bupati atau wali kota,” tambahnya.
Lebih lanjut, Novi mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim juga tengah melakukan asesmen terhadap 23 Balai Latihan Kerja (BLK) di berbagai wilayah sebagai calon lokasi Sekolah Rakyat tahap berikutnya.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, akan diluncurkan 100 Sekolah Rakyat di tahap pertama. Untuk tahap selanjutnya, direncanakan ada tambahan 100 sekolah lagi. Di Jatim sendiri, terdapat 16 BLK milik pemprov dan 7 milik kementerian yang sedang disurvei,” pungkasnya. Byb
Editor : Redaksi