Komisi A Sebut Kekosongan Jabatan Kades Hambat Pelayanan Publik

author Riko Abdiono

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Budiono Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim
Budiono Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Komisi A DPRD Jawa Timur menyoroti masih tingginya angka kekosongan jabatan kepala desa (kades) di sejumlah wilayah di provinsi ini. Berdasarkan data yang diterima, terdapat sedikitnya 125 desa di Jawa Timur yang belum memiliki kepala desa definitif dan sedang menunggu proses Pengisian Antar Waktu (PAW).

Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim, Budiono, menegaskan bahwa kekosongan jabatan tersebut berdampak langsung terhadap roda pemerintahan desa. Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu wilayah paling terdampak, dengan 20 desa yang mengalami kekosongan.

“Di Jawa Timur, saat ini ada sekitar 125 desa yang mengalami kekosongan jabatan kepala desa. Di Bojonegoro saja ada 20 desa,” ujar Budiono, Rabu (25/6/2025).

Ia menjelaskan, kekosongan ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kades yang meninggal dunia, tersangkut kasus hukum, hingga masa jabatan yang telah berakhir. Situasi ini, kata legislator dari Dapil Bojonegoro–Tuban itu, tidak bisa dibiarkan berlarut karena menyangkut kepentingan publik pada level pemerintahan terendah.

Komisi A, lanjut Budiono, telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terkait langkah percepatan pengisian jabatan. Selanjutnya, Komisi juga akan menjalin komunikasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) guna menyinkronkan regulasi agar proses PAW dapat berjalan seragam di seluruh wilayah Jawa Timur.

“Insya Allah bulan depan kami akan ke Kemendagri. Kekosongan jabatan ini bukan hanya soal administratif, tapi juga soal pelayanan publik dan kesinambungan pembangunan desa,” tambahnya.

Menurut Budiono, sinkronisasi regulasi pusat dan daerah sangat penting untuk menghindari tumpang tindih kewenangan dan kebingungan di lapangan.

“Jangan sampai kekosongan kepala desa ini menjadi celah ketidakpastian hukum dan politik di desa. Kami ingin semuanya berjalan sesuai aturan, tapi tidak menghambat pelayanan dan pembangunan,” tegasnya.

Senada, Anggota Komisi A DPRD Jatim Saifudin Zuhri juga menyampaikan keprihatinan atas lambatnya proses pengisian jabatan. Ia menilai kekosongan kades dalam jumlah besar dapat mengganggu pelayanan publik serta pelaksanaan program pembangunan, khususnya yang berasal dari pemerintah pusat.

“Peran kepala desa sangat sentral. Mereka bukan hanya pemimpin administratif, tapi juga ujung tombak pembangunan desa. Banyak program pusat, termasuk Dana Desa, bergantung pada kepala desa untuk realisasinya,” ujar politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa kekosongan jabatan berisiko menimbulkan gesekan antar kelompok masyarakat jika proses PAW tidak dilakukan secara transparan dan akuntabel.

“Kami mendorong pengisian kepala desa dilakukan secepat mungkin. Kepala desa bukan hanya simbol, mereka punya fungsi strategis dalam tata kelola dan stabilitas sosial politik desa,” pungkas Saifudin. Rko

Berita Terbaru

Gugatan Sengketa Lahan Tidak Diterima, Kiagus : Silahkan Ambil Lahan, Ganti Investasi Kami

Gugatan Sengketa Lahan Tidak Diterima, Kiagus : Silahkan Ambil Lahan, Ganti Investasi Kami

Jumat, 18 Sep 2026 21:41 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 21:41 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Direktur PT Jatim Parkir Center (JPC), Kiagus Firdaus, membuka peluang penyelesaian sengketa lahan melalui negosiasi setelah Pen…

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sinergi semua pihak terus dibangun oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lamongan, agar target Pendapatan Asli Daerah…

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Beberapa hari yang lalu, warga di wilayah Tuban mengeluhkan beras Program Bantuan Pangan (Banpang) tidak layak konsumsi, langsung…

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Hampir sebulan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Hasim (54), pengemudi ojek online (ojol) asal Gresik, belum bisa kembali m…

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - AS pria berusia 59 warga Jajan Sudanco Supriadi, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini harus meringkuk dalam…

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Warga Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, segera menikmati layanan jaringan gas bumi (Jargas) rumah tangga. Pembangunan i…