Pendidikan "Sekolah Rakyat" Tidak Enteng

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Calon murid dan wali calon murid berjalan di lokasi yang akan dijadikan Sekolah Rakyat di Sentra Handayani, Jakarta, Minggu (29/6/2025).
Calon murid dan wali calon murid berjalan di lokasi yang akan dijadikan Sekolah Rakyat di Sentra Handayani, Jakarta, Minggu (29/6/2025).

i

Anak Orang Miskin Diwajibkan Pagi Sekolah Formal, Malam Didrill Pendidikan Karakter dengan Kurikulum Asrama 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan sekolah untuk anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berasrama, paginya semua siswa mengikuti sekolah formal dan malamnya, menjalani pendidikan karakter dengan kurikulum asrama. Sekolah Rakyat akan dimulai pada 14 Juli 2025 mendatang .

Sumber di Kementerian Sosial Senin (30/6) mencatat telah ada 53 lokasi Sekolah Rakyat yang telah siap digunakan, dan 82 lokasi lainnya masih dalam tahap asesmen oleh Kementerian PUPR. Pemerintah juga berencana memanfaatkan pesantren atau madrasah terbengkalai sebagai lokasi sekolah.

Sekolah Rakyat hanya ditujukan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Calon murid harus menjalani proses verifikasi ekonomi, tes akademik, psikotes, serta tes kesehatan, dan mengikuti program matrikulasi selama satu bulan sebelum tahun ajaran dimulai.

Sekolah Rakyat dirancang sebagai boarding school (sekolah berasrama) gratis, dengan seluruh kebutuhan pendidikan, makan, hingga tempat tinggal ditanggung negara. Fasilitas Sekolah Rakyat mencakup kelas belajar, asrama, kantin, tempat ibadah, dan sarana olahraga, yang ditujukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan fokus.

 

Rekrut Guru di Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat akan merekrut sekitar 60.000 guru dan relawan pendidikan secara nasional, termasuk dari daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Proses rekrutmen ini melibatkan perguruan tinggi seperti Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Surabaya, serta memungkinkan kerja sama dengan tenaga pendidik dari luar negeri untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Gus Ipul bilang, kurikulum Sekolah Rakyat didesain secara khusus (tailor-made).

Dalam pidatonya, yang juga disiarkan ulang Gus Ipul dalam peninjauan Sekolah Rakyat di Sentra Handayani, Cipayung, Jakarta Timur pada Minggu (29/6/2025) kemarin. Presiden Prabowo Subianto menegaskan tekadnya untuk membangun 100 sekolah berasrama buat anak dari keluarga miskin. Tujuannya untuk memotong mata rantai kemiskinan.

"Minimal 100 sekolah berasrama. Buat yang terpintar tetap kita lakukan. Ini minimal 100 sekolah per tahun untuk keluarga paling tidak mampu. Karena saya bertekad untuk memutus mata rantai kemiskinan. Kalau bapaknya pemulung, anaknya tak perlu jadi pemulung. Anaknya tukang becak tak boleh jadi tukang becak. Kita harus berani, benar dan berhasil," tegas Prabowo.

 

Kurikulum Tailor-Made

Dalam paparan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf saat meninjau Sekolah Rakyat di Sentra Handayani, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (29/6/2025), tertulis "Disusun dalam Kurikulum yang dirancang khusus (tailor-made)".

Menurut situs resmi Sekolah Rakyat Kemensos, tailor-made adalah kurikulum yang dirancang khusus dan kontekstual, menyesuaikan kebutuhan peserta didik dan dinamika sosial di lingkungan mereka.

Kurikulum ini menggabungkan pendekatan nasional dan kekhasan lokal, mencakup tiga muatan utama:

1. Kurikulum Persiapan (Learner Preparatoal)

Tahap awal ini bertujuan melakukan talent mapping melalui asesmen kesiapan fisik, mental, dan akademik siswa. Ini menjadi fondasi kuat sebelum memasuki proses belajar yang lebih intensif.

2. Kurikulum Sekolah Formal

Mengacu pada standar nasional, kurikulum ini mencakup: Intrakurikuler, Kokurikuler, Ekstrakurikuler

3. Kurikulum Asrama (Boarding)

Merupakan bagian dari pendidikan karakter, kurikulum ini menguatkan nilai-nilai: Karakter dan kepemimpinan,  Spiritualitas, Cinta Tanah Air, Bahasa dan komunikasi.

 

Kemensos Gandeng Kemenag

Tahap awal, kata Gus Dur,  kurikulum bertujuan melakukan talent mapping melalui asesmen kesiapan fisik, mental, dan akademik siswa. Ini menjadi fondasi kuat sebelum memasuki proses belajar yang lebih intensif.

Mengacu pada standar nasional, kurikulum ini mencakup: Intrakurikuler, Kokurikuler, Ekstrakurikuler.

Lulusan Sekolah Rakyat ini diharapkan menghasilkan lulusan yang unggul dalam: Nilai akhlak dan keagamaan, Karakter kepemimpinan, Penguasaan bahasa dan literasi xigital, Entrepreneurship, Ketuntasan akademik.

Untuk menghadirkan sekolah karakter, Kemensos menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) untuk menyusun kurikulum pendidikan karakter di Sekolah Rakyat. Kemenag juga akan bertugas mengisi pos-pos satuan tugas rekrutmen tenaga pengajar keagamaan.

Tujuannya agar kompetensi guru sesuai standar dan ahli yang datang sesuai dengan nilai-nilai spiritual dan budaya masyarakat Indonesia.

"Ruang lingkup yang beririsan dengan Kemenag yaitu pendidikan karakter. Jadi pagi dia (siswa Sekolah Rakyat) bersekolah formal dengan kurikulum unggul. Setelah itu sore hingga malamnya sekolah karakter. Di sini kami mohon dukungannya dari Kemenag," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf dikutip dari rilis, Rabu lalu.

 

Sekolah Rakyat dan Pondasi Kerukunan

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyambut baik kerja sama yang terjalin dengan Kemensos. Menurutnya kedua kementerian ini sangatlah akrab karena memiliki program kerja yang beriringan.

Kemenag memiliki peran untuk menciptakan kerukunan umat bergama di Indonesia. Kerukunan ini menjadi pondasi penting dalam membentuk karakter masyarakat Indonesia.

Ketika umat beragama di sebuah negara rukun dan minim konflik, maka visi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat bukanlah hal sulit. Untuk itu sebuah sekolah unggulan termasuk Sekolah Rakyat harus dibangun dengan pondasi kerukunan.

"Banyak contoh negara lain yang hancur karena ketidakrukunan umat. Jadi kata kunci untuk menciptakan negara makmur itu adalah kerukunan dan yang mengurusi adalah Kemenag," kata Nasaruddin lagi. n jk/erc/cr2/rmc

Berita Terbaru

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap berjuang mati-matian. Menurutnya pernyataan Jokowi itu menjadi dorongan moral dan militansi…

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah tak jabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan kini jadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia…

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa (3/2) siang. Apa yang akan…

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komnas Anak berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Sebab, konflik yang terus menerus terekspos di media dikhawatirkan akan…

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Drama perseteruan antara pihak Ressa dan Denada memasuki babak baru yang makin panas. Tak main-main, Dino Rossano Hansa selaku Om…

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat pidato di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo…