Anak Orang Miskin Diwajibkan Pagi Sekolah Formal, Malam Didrill Pendidikan Karakter dengan Kurikulum Asrama
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan sekolah untuk anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berasrama, paginya semua siswa mengikuti sekolah formal dan malamnya, menjalani pendidikan karakter dengan kurikulum asrama. Sekolah Rakyat akan dimulai pada 14 Juli 2025 mendatang .
Sumber di Kementerian Sosial Senin (30/6) mencatat telah ada 53 lokasi Sekolah Rakyat yang telah siap digunakan, dan 82 lokasi lainnya masih dalam tahap asesmen oleh Kementerian PUPR. Pemerintah juga berencana memanfaatkan pesantren atau madrasah terbengkalai sebagai lokasi sekolah.
Sekolah Rakyat hanya ditujukan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Calon murid harus menjalani proses verifikasi ekonomi, tes akademik, psikotes, serta tes kesehatan, dan mengikuti program matrikulasi selama satu bulan sebelum tahun ajaran dimulai.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai boarding school (sekolah berasrama) gratis, dengan seluruh kebutuhan pendidikan, makan, hingga tempat tinggal ditanggung negara. Fasilitas Sekolah Rakyat mencakup kelas belajar, asrama, kantin, tempat ibadah, dan sarana olahraga, yang ditujukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan fokus.
Rekrut Guru di Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat akan merekrut sekitar 60.000 guru dan relawan pendidikan secara nasional, termasuk dari daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Proses rekrutmen ini melibatkan perguruan tinggi seperti Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Surabaya, serta memungkinkan kerja sama dengan tenaga pendidik dari luar negeri untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Gus Ipul bilang, kurikulum Sekolah Rakyat didesain secara khusus (tailor-made).
Dalam pidatonya, yang juga disiarkan ulang Gus Ipul dalam peninjauan Sekolah Rakyat di Sentra Handayani, Cipayung, Jakarta Timur pada Minggu (29/6/2025) kemarin. Presiden Prabowo Subianto menegaskan tekadnya untuk membangun 100 sekolah berasrama buat anak dari keluarga miskin. Tujuannya untuk memotong mata rantai kemiskinan.
"Minimal 100 sekolah berasrama. Buat yang terpintar tetap kita lakukan. Ini minimal 100 sekolah per tahun untuk keluarga paling tidak mampu. Karena saya bertekad untuk memutus mata rantai kemiskinan. Kalau bapaknya pemulung, anaknya tak perlu jadi pemulung. Anaknya tukang becak tak boleh jadi tukang becak. Kita harus berani, benar dan berhasil," tegas Prabowo.
Kurikulum Tailor-Made
Dalam paparan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf saat meninjau Sekolah Rakyat di Sentra Handayani, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (29/6/2025), tertulis "Disusun dalam Kurikulum yang dirancang khusus (tailor-made)".
Menurut situs resmi Sekolah Rakyat Kemensos, tailor-made adalah kurikulum yang dirancang khusus dan kontekstual, menyesuaikan kebutuhan peserta didik dan dinamika sosial di lingkungan mereka.
Kurikulum ini menggabungkan pendekatan nasional dan kekhasan lokal, mencakup tiga muatan utama:
1. Kurikulum Persiapan (Learner Preparatoal)
Tahap awal ini bertujuan melakukan talent mapping melalui asesmen kesiapan fisik, mental, dan akademik siswa. Ini menjadi fondasi kuat sebelum memasuki proses belajar yang lebih intensif.
2. Kurikulum Sekolah Formal
Mengacu pada standar nasional, kurikulum ini mencakup: Intrakurikuler, Kokurikuler, Ekstrakurikuler
3. Kurikulum Asrama (Boarding)
Merupakan bagian dari pendidikan karakter, kurikulum ini menguatkan nilai-nilai: Karakter dan kepemimpinan, Spiritualitas, Cinta Tanah Air, Bahasa dan komunikasi.
Kemensos Gandeng Kemenag
Tahap awal, kata Gus Dur, kurikulum bertujuan melakukan talent mapping melalui asesmen kesiapan fisik, mental, dan akademik siswa. Ini menjadi fondasi kuat sebelum memasuki proses belajar yang lebih intensif.
Mengacu pada standar nasional, kurikulum ini mencakup: Intrakurikuler, Kokurikuler, Ekstrakurikuler.
Lulusan Sekolah Rakyat ini diharapkan menghasilkan lulusan yang unggul dalam: Nilai akhlak dan keagamaan, Karakter kepemimpinan, Penguasaan bahasa dan literasi xigital, Entrepreneurship, Ketuntasan akademik.
Untuk menghadirkan sekolah karakter, Kemensos menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) untuk menyusun kurikulum pendidikan karakter di Sekolah Rakyat. Kemenag juga akan bertugas mengisi pos-pos satuan tugas rekrutmen tenaga pengajar keagamaan.
Tujuannya agar kompetensi guru sesuai standar dan ahli yang datang sesuai dengan nilai-nilai spiritual dan budaya masyarakat Indonesia.
"Ruang lingkup yang beririsan dengan Kemenag yaitu pendidikan karakter. Jadi pagi dia (siswa Sekolah Rakyat) bersekolah formal dengan kurikulum unggul. Setelah itu sore hingga malamnya sekolah karakter. Di sini kami mohon dukungannya dari Kemenag," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf dikutip dari rilis, Rabu lalu.
Sekolah Rakyat dan Pondasi Kerukunan
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyambut baik kerja sama yang terjalin dengan Kemensos. Menurutnya kedua kementerian ini sangatlah akrab karena memiliki program kerja yang beriringan.
Kemenag memiliki peran untuk menciptakan kerukunan umat bergama di Indonesia. Kerukunan ini menjadi pondasi penting dalam membentuk karakter masyarakat Indonesia.
Ketika umat beragama di sebuah negara rukun dan minim konflik, maka visi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat bukanlah hal sulit. Untuk itu sebuah sekolah unggulan termasuk Sekolah Rakyat harus dibangun dengan pondasi kerukunan.
"Banyak contoh negara lain yang hancur karena ketidakrukunan umat. Jadi kata kunci untuk menciptakan negara makmur itu adalah kerukunan dan yang mengurusi adalah Kemenag," kata Nasaruddin lagi. n jk/erc/cr2/rmc
Editor : Moch Ilham