Menkeu Semprot Dirut BPJS, Soal JKN

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berbicara di rapat kerja dengan para pimpinan DPR RI membahas soal Program Jaminan Kesehatan Nasional bersama Menkes, Mensos serta BPJS.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berbicara di rapat kerja dengan para pimpinan DPR RI membahas soal Program Jaminan Kesehatan Nasional bersama Menkes, Mensos serta BPJS.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa semprot Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti.

Ini terkait ramainya warga yang mengeluhkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) mendadak dinonaktifkan. Bendahara Negara itu memastikan uang yang dikeluarkan pemerintah untuk program tersebut tidak berkurang.

Purbaya mengatakan penonaktifan sejumlah peserta PBI JK pada prinsipnya untuk meningkatkan kualitas dan tata kelola program JKN agar lebih tepat sasaran, melindungi masyarakat miskin dan tidak mampu. Meski demikian, ia meminta pemutakhiran dan jangan bikin keributan.

"Jangan sampai yang sakit, tiba-tiba begitu mau cuci darah, tiba-tiba nggak berhak, kan itu kayaknya kita konyol, padahal uang yang saya keluarin sama. Saya rugi di situ, uang keluar, image jelek jadinya, pemerintah rugi dalam hal ini," kata Purbaya kepada Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, dalam rapat konsultasi pimpinan Komisi DPR RI terkait jaminan sosial, Senin (9/2/2026).

"Kalau itu membuat uang yang saya keluarkan untuk Anda lebih kecil, saya mendukung ribut dikit nggak apa, tetapi ini kan sama, uang yang dikeluarkan sama, ribut lagi. Saya rugi banyak pak, ke depan tolong dibetulin," tegas Purbaya.

 

Sosialisasi Dulu kepada Masyarakat

Purbaya mengusulkan agar penonaktifan peserta PBI JK dapat dipertimbangkan untuk tidak langsung berlaku, namun diberikan jangka waktu 2-3 bulan yang disertai dengan sosialisasi kepada masyarakat.

Jadi begitu masyarakat tidak lagi masuk ke daftar PBI JK, seharusnya dilakukan sosialisasi kepada yang bersangkutan sehingga mereka bisa melakukan tindakan yang diperlukan. Dalam periode tersebut, peserta yang dinonaktifkan dapat menyampaikan sanggahan jika merasa masih layak menjadi PBI (miskin dan rentan).

Purbaya meminta penentuan jumlah PBI JK dilakukan dengan hati-hati dan terukur dengan mengedepankan ketepatan sasaran, kemudahan akses layanan dan menjaga keberlanjutan program JKN.

 

Kedudukan BPJS di Bawah Presiden

Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan siap menjalankan reaktivasi Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) BPJS Kesehatan. Ali memastikan tak ada kendala berarti dalam proses reaktivasi sepanjang dasar hukumnya jelas.

Hal itu disampaikan Ali dalam rapat bersama pimpinan DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026). Mulanya, Ali mengatakan BPJS Kesehatan merupakan badan hukum publik yang bertugas menjamin akses layanan kesehatan masyarakat, bukan badan usaha pencari keuntungan.

"Kedudukannya ini langsung di bawah Presiden, jadi bukan di bawah sebuah kementerian atau lembaga," kata Ali.

Ali mengatakan banyak orang yang juga salah persepsi mengenai kesehatan. Dia mengatakan banyak yang mengira kesehatan murah, padahal nyatanya cukup mahal. n erc/rmc

Berita Terbaru

Ingin Perubahan Lebih Baik Ainur Rofiq Daftarkan Diri Cakades Wadung Asri

Ingin Perubahan Lebih Baik Ainur Rofiq Daftarkan Diri Cakades Wadung Asri

Senin, 09 Feb 2026 19:55 WIB

Senin, 09 Feb 2026 19:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Cak Gondes sapaan akrab M. Ainur Rofiq SE, Putra asli daerah, Desa Wadung Asri Kecamatan Waru dikenal masyarakat aktif diberbagai…

Gibran Masih Tampak Dingin

Gibran Masih Tampak Dingin

Senin, 09 Feb 2026 19:53 WIB

Senin, 09 Feb 2026 19:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Gibran Rakabuming, masih tampak dingin adanya pernyataan PAN yang tak calonkan dirinya lagi di Pilpres 2029 mendatang.  Putra …

MA Berterima Kasih KPK Tangkap Ketua PN Depok

MA Berterima Kasih KPK Tangkap Ketua PN Depok

Senin, 09 Feb 2026 19:50 WIB

Senin, 09 Feb 2026 19:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jubir MA, Yanto, menyampaikan, Mahkamah Agung berterima kasih kepada KPK yang telah mengusut dugaan pelanggaran hukum yang…

Wawali Kota Kediri Gus Qowim Hadiri Tasyakuran Harlah Partai Gerindra Ke-18, Ajak Kompak, Bergerak, dan Berdampak

Wawali Kota Kediri Gus Qowim Hadiri Tasyakuran Harlah Partai Gerindra Ke-18, Ajak Kompak, Bergerak, dan Berdampak

Senin, 09 Feb 2026 19:49 WIB

Senin, 09 Feb 2026 19:49 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menghadiri Tasyakuran Harlah Partai Gerindra ke-18 tahun. Acara berlangsung di Kantor DPC Partai…

MA Soroti Sifat Serakah Hakim

MA Soroti Sifat Serakah Hakim

Senin, 09 Feb 2026 19:48 WIB

Senin, 09 Feb 2026 19:48 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Juru bicara Mahkamah Agung (MA) Yanto mengatakan hakim-hakim tidak bersyukur jika masih berani menyeleweng. Dia mengatakan sifat…

Petinggi Demokrat Temui Jokowi di Solo, tak Bahas Ijasah Palsu

Petinggi Demokrat Temui Jokowi di Solo, tak Bahas Ijasah Palsu

Senin, 09 Feb 2026 19:39 WIB

Senin, 09 Feb 2026 19:39 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wasekjen Partai Demokrat, Afriansyah Noor, bertemu Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi), di Sumber, Solo, Jawa Tengah…