SURABAYAPAGI.COM, Blitar- Peristiwa gantung diri yang mengakibatkan GS.33 warga Desa Tepas, Kec.Kesamben Kabupaten Blitar, sempat kejutkan Mujio 69 mertua GS, karena melihat GS yang tak lain anak menantu Mujiyo, melihat GS dalam keadaan tergantung di rumahnya dengan mengenakan Daster wanita, melihat itu Mujiyo (sebagai saksi) memberitahukan ke istrinya, selanjutnya saksi melSpirkan ke perangkat desa Tepas dan di lanjutkan lapor ke Polsek Kesamben.
Peristiwa gantung diri yang terjadi Kamis siang pukul 11.00 itu di benarkan Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Momon Suwito Pratomo SH MH melalui Kasi Humas Ipda Putut Siswahyudi pada Jumat Siang pada wartawan.
Menurut keterangan Ipda Putut, sebelumnya GS di ketahui gantung diri oleh saksi Mujiyo, ketika saksi berangkat ke sawah sekitar pukul 08.35 melewati rumah GS, sedang Gs sedang duduk di depan pintu rumahnya, bahkan sempat sapa oleh saksi yang tak lain mertuanya.
" SelNg beberapa jam.saksi pulang kerumahnya, dan sempat mampir kerumah menantunya (GS) untuk di ajak makan bareng di rumahnya, karena pintu rumah GS tertutup dan terkunci, untuk mencari GS, karena pintu rumah terkunci, saksi membuka jendela, ternyata saksi melihat menantunya dalam kondisi gantung diri, selanjutnya saksi memberitahukan pada istrinya (anak saksi), dan saksi lapor kantor desa di teruskan ke Polsek Kesamben." Ungkap Ipda Putut.
Setelah dilakukan pemeriksaan TKP oleh Kapolsek Kesamben, Kasat Reskrim,Kanit Reskrim Polsek serta SPKT, dan Petugas Puskesmas Kesamben serta unit identifikasi, kondisi mayat sudah meninggal dunia, tidak ada tanda tanda kekerasan ataupun bekas kekerasan pisik korban.
"Setelah di lakukan olah TKP kondisi mayat tidak ada tanda tanda kekerasan pisik,kondisi jasad GS, pada leher terdapat bekas jeratan tali tampar, mengeluarkan air liur dan maaf sperma, di TKP kita temukan tambang warna kuning sepanjang 120 Cm, setelah kesepakatan pihak keluarga jasad GS tidak untuk di Otupsi, dan langsung siang itu di serahkan keluarganya untuk di makamkan untuk Daster dan tampar warna kuning kita amankan." ungkap Ipda Putut Siswahyudi.Les.
Editor : Redaksi