Secara Ekonomi, Kita Sudah Jadi Bangsa "Terjajah"

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Berita utama harian Surabaya Pagi hari Jumat (3/7) yang lalu, menurunkan liputan berjudul " China Sudah Depak 7 Komoditas Indonesia". Judul Headline ini disertai sub judul "Pemerintah Akui Ada Lonjakan Signifikan Impor Produk Agro dari China. Kementerian  Perindustrian usul Proteksi".

Informasi liputan ini bersumber dari Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza, yang mengadakan   rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu malam (12/6/2025).

Wamenperin nyatakan

"Tanpa kebijakan protektif yang tepat, produk dalam negeri terdesak oleh barang-barang impor Tiongkok yang sampai  hari ini kehilangan akses, kurang mendapatkan akses ke pasar besar mereka di Amerika Serikat."

Kementeriannya hingga kini, telah menemukan 7 Komoditas China yang Impornya Melonjak ke RI yaitu;

HS 23 (limbah industri makanan dan pakan ternak olahan) naik 11,17%HS 03 (ikan dan krustasea) naik lebih dari 100%HS 18 (produk kakao dan olahannya) naik lebih dari 100%HS 09 (kopi, teh, mate, dan rempah-rempah) naik 53,42%HS 48 (kertas dan karton) naik 28,52%HS 19 (sereal, tepung, pati, susu, dan pastry) naik 24,91%HS 44 (produk kayu dan arang kayu) naik 22,46%.

"Kondisi ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah Indonesia untuk mencermati dampak dari trade diversion terhadap struktur impor nasional, sekaligus peluang untuk memetakan potensi dan tantangan industri agro di dalam negeri," jelas Faisol.

Tak hanya sektor agro, Faisol juga mengaku khawatir terhadap ketergantungan tinggi Indonesia terhadap impor baja dan aluminium dari China yang dinilainya bisa menjadi masalah struktural di tengah ketidakpastian global. Pemerintah diharapkan segera merumuskan kebijakan penguatan industri dalam negeri agar tidak terjebak dalam ketergantungan jangka panjang. Ini warning dari pemerintah.

 

***

 

Pernyataan dari Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, itu menurut akal sehat saya, kita sudah berada pada fase penjajahan ekonomi. Woww.... apa gak ngeri!

Dari beberapa sumber, China masih merupakan salah satu negara penghasil barang impor terbesar di dunia. Negara ini dikenal dengan produk-produk bermacam kualitas  yang diproduksi secara massal dengan harga yang kompetitif. Tidak heran jika banyak negara, termasuk Indonesia, mengimpor berbagai kategori barang dari China.

Praktis, China kini memiliki peran yang sangat signifikan dalam perekonomian Indonesia. Ini karena hubungan dagang antara Indonesia dan China telah lama terjalin dan semakin berkembang seiring berjalannya waktu.

Dalam prespektif pemerintahan, hubungan dagang antara Indonesia dan China telah menjadi salah satu yang terpenting bagi kedua negara. China, bisa dianggap mitra dagang terbesar Indonesia dan sekaligus negara pemasok utama barang impor Indonesia.

Terdapat banyak produk yang diimpor dari China ke Indonesia, termasuk barang-barang konsumen, elektronik, fesyen, peralatan rumah tangga, dan banyak lagi.

Maklum, varang impor dari China dikenal murah dengan kualitas bervariasi. Hal ini membuat banyak orang yang tertarik untuk menjual produk impor dari China. Selain itu, barang impor dari China juga sangat diminati oleh masyarakat, terutama karena harganya yang murah dan variasinya yang banyak. Oleh karena itu, impor barang dari China menjadi pilihan yang menguntungkan bagi para pelaku bisnis impor.

Saya serap dari beberapa mall di Surabaya bicara tentang impor barang dari China, gadget dan elektronik konsumer menjadi primadona di Indonesia. Perkembangan teknologi yang pesat membuat permintaan akan gadget terus meningkat. Tidak heran jika banyak konsumen Indonesia mendambakan produk-produk gadget terbaru dari China.

Juga produk-produk elektronik konsumer seperti smartphone, tablet, dan perangkat audio seringkali menjadi pilihan utama karena harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan merek-merek internasional lainnya. Banyak brand terkenal yang bekerjasama dengan pabrik di China untuk memproduksi gadget mereka.

Situs e-commerce juga menjamur di Indonesia dengan menawarkan berbagai macam gadget dan elektronik konsumer langsung impor dari China dengan harga yang lebih murah. Hal ini memberikan akses lebih mudah bagi konsumen Indonesia untuk mendapatkan produk-produk terbaru dan terbaik dari China.

Bukan hanya gadget, produk elektronik konsumer lainnya seperti alat-alat elektronik rumah tangga juga banyak diimpor dari China. Misalnya, televisi, kulkas, mesin cuci, dan perlengkapan dapur elektronik. Dengan kualitas yang baik dan harga yang kompetitif, produk-produk ini menjadi pilihan yang menarik bagi konsumen Indonesia.

Ada beberapa contoh produk China yang sering membanjiri pasar Indonesia antara lain:

Smartphone, laptop, tablet, aksesoris elektronik (earphone, powerbank, smartwatch).

Juga berbagai jenis bahan tekstil, pakaian, dan aksesoris fashion.

Termasuk peralatan elektronik rumah tangga, peralatan dapur, perabotan, dan dekorasi rumah.

Bahkan suplemen makanan, peralatan kesehatan, produk perawatan kulit, dan kosmetik.

Termasuk berbagai jenis mainan, perlengkapan bayi, dan produk anak lainnya.

 

***

 

Hasil dialog dengan beberapa pedagang di mall Surabaya, bahwa membanjirnya produk China adalah fenomena kompleks dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya. Kadang ada kesadaran akan potensi risiko dan manfaat, serta upaya untuk menjaga kualitas produk dan mendukung industri lokal. Ini,  kunci dalam menghadapi fenomena ini.

Namun, dampak impor China juga membawa persaingan yang ketat bagi produsen lokal. Seiring dengan peningkatan impor barang dari China, produsen lokal harus berupaya lebih keras untuk tetap bersaing dan mempertahankan pangsa pasar mereka.

Sampai ada ungkapan dari sejumlah pedagang "lama-lama Indonesia dijajah produk dari China". Ungkapan ini mencerminkan kekhawatiran akan tingginya ketergantungan Indonesia pada produk impor dari China. Ini yang dapat berdampak negatif pada perekonomian dalam negeri. Apalagi diakui sejak Jokowi jadi presiden, neraca perdagangan Indonesia cenderung defisit dengan China, yang berarti Indonesia lebih banyak mengimpor daripada mengekspor ke negara tersebut.

Jadi yang perlu dicatat bahwa pernyataan "dijajah" dalam konteks ini bersifat kiasan. Mengingat secara historis, Indonesia pernah dijajah oleh beberapa negara Eropa, namun saat ini tidak ada penjajahan dalam bentuk fisik yang dilakukan oleh negara lain, termasuk China.

Ketergantungan pada produk impor, suka atau tidak harus diakui memang menjadi perhatian, terutama jika produk tersebut dapat diproduksi di dalam negeri.

Jadi, meskipun kekhawatiran tentang dominasi produk China di pasar Indonesia beralasan, penting untuk diingat bahwa konteks yang saya kritisi ini adalah masalah ekonomi, bukan penjajahan dalam arti sebenarnya.

Konon sekitar 60% pasar domestik dikuasai barang impor ilegal dari China.  ([email protected])

Berita Terbaru

Dinilai Lakukan Kebohongan Publik, Pedagang Pasar Bakal Laporkan Kuasa Hukum Pemkot Madiun

Dinilai Lakukan Kebohongan Publik, Pedagang Pasar Bakal Laporkan Kuasa Hukum Pemkot Madiun

Jumat, 24 Jul 2026 21:32 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Paguyuban Pedagang Pasar Seluruh Kota Madiun (P3SKM) menilai keterangan kuasa hukum Pemerintah Kota Madiun, Ika Puspitaria, dalam p…

Sidang Maidi, Rofieq Minta Rochim Hapus Video Yang Berjudul "Menguak Siapa Raja Proyek di Kota Madiun"

Sidang Maidi, Rofieq Minta Rochim Hapus Video Yang Berjudul "Menguak Siapa Raja Proyek di Kota Madiun"

Jumat, 24 Jul 2026 21:30 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menampilkan bukti percakapan WhatsApp antara antara terdakwa Rochim R…

Tuan Rumah Adu Wani Wali Kota Cup 2026, IBCA BFC MMA Kota Madiun Turunkan 35 Atlet Bidik Juara Umum

Tuan Rumah Adu Wani Wali Kota Cup 2026, IBCA BFC MMA Kota Madiun Turunkan 35 Atlet Bidik Juara Umum

Jumat, 24 Jul 2026 21:25 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – IBCA BFC MMA Kota Madiun menurunkan 35 atlet untuk memburu gelar juara umum pada ajang Adu Wani Wali Kota Cup 2026. Kejuaraan MMA p…

Rampungkan Pemeriksaan Saksi, Kejaksaan Mulai Hitung Kerugian Kasus Tunjangan DPRD Ponorogo 

Rampungkan Pemeriksaan Saksi, Kejaksaan Mulai Hitung Kerugian Kasus Tunjangan DPRD Ponorogo 

Jumat, 24 Jul 2026 21:22 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:22 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo tancap gas untuk merampungkan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi penentuan dan…

Hakim Minta Sujarno Jadi Tersangka di Sidang Korupsi Tanah Kas Desa Jenangan Ponorogo

Hakim Minta Sujarno Jadi Tersangka di Sidang Korupsi Tanah Kas Desa Jenangan Ponorogo

Jumat, 24 Jul 2026 21:10 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:10 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya mendesak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ponorogo untuk…

Dukung Transisi Energi Nasional, PLN UIT JBM Hadirkan Program TJSL Produksi RDF Biomassa

Dukung Transisi Energi Nasional, PLN UIT JBM Hadirkan Program TJSL Produksi RDF Biomassa

Jumat, 24 Jul 2026 18:28 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 18:28 WIB

SurabayaPagi, Banyuwangi – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung p…