Lahan Pertanian di 45 Desa di Ponorogo Diserang Hama Wereng

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Ponorogo -  Serangan hama wereng batang coklat mulai mengancam ketahanan pangan di Ponorogo. Hama ini menyerang tanaman padi milik petani di puluhan desa dan membuat pemerintah daerah waspada.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemkab Ponorogo langsung menggelar rembug bersama perwakilan petani di Pendopo Agung pada Selasa (15/7/2025). Langkah konkret pun diambil, salah satunya penyemprotan massal pestisida di lahan terdampak.

"Konsentrasi kita, kita adakan penyemprotan secara serentak. Kita sudah ready 320 liter pestisida, jadi kalau 1 hektare diasumsikan 1,5 liter, maka bisa menangani sekitar 200 hektare," jelas Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo, Suprianto kepada wartawan.

Data Dispertahankan mencatat hingga 12 Juli 2025, sebanyak 112,42 hektare tanaman padi terserang wereng. Dari jumlah itu, 95,66 hektare masuk kategori serangan ringan, 9,96 hektare sedang, 7,15 hektare berat, dan 4,15 hektare mengalami puso alias gagal panen.

"Yang rawan-rawan dan masuk kategori waspada itu yang kita sentuh dulu. Sedangkan 232 hektare dari total 875 hektare kategori waspada ini sudah kita lakukan penyemprotan secara sporadis atau spot-spot," imbuhnya.

Hama wereng tersebut dilaporkan menyerang lahan pertanian di 45 desa yang tersebar di 12 kecamatan di Ponorogo. Penyemprotan dilakukan dengan menggunakan alat semprot manual (hand sprayer).

Terkait jaminan asuransi pertanian bagi petani yang gagal panen, Suprianto menyebut tidak semua bisa langsung mendapatkan klaim. Saat ini pihaknya masih melakukan pendataan.

"Yang jelas ada (asuransi pertanian), tapi kan tidak semuanya dapat. Kita lihat dulu datanya, by name by address, dia masuk asuransi atau tidak," tegas Suprianto.

Pemkab berharap, dengan gerakan cepat dan gotong royong antara pemerintah dan petani, penyebaran wereng bisa ditekan dan panen tetap bisa diselamatkan.

Berita Terbaru

Di Tengah Narasi Bela UMKM, Khofifah Ajak Siswa SLB Belanja di Mal

Di Tengah Narasi Bela UMKM, Khofifah Ajak Siswa SLB Belanja di Mal

Kamis, 12 Mar 2026 20:25 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 20:25 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM,Madiun - Di tengah gencarnya narasi keberpihakan pada UMKM dan pasar rakyat, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa justru mengajak pul…

Bupati Masih Bisa Jadi "Ratu" di Daerah

Bupati Masih Bisa Jadi "Ratu" di Daerah

Kamis, 12 Mar 2026 19:39 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:39 WIB

KPK Ungkap Temuan Korupsi di Kabupaten Pekalongan Hingga Rp 46 Miliar oleh Keluarga Mantan Pedangdut   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bupati Pekalongan nonaktif …

Desakan DK PBB tak Dihiraukan Iran

Desakan DK PBB tak Dihiraukan Iran

Kamis, 12 Mar 2026 19:34 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:34 WIB

Trump Isyaratkan Akhiri Perang, Karena Harga Minyak   SURABAYAPAGI.COM, New York - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Rabu (11/3) …

Hentikan Aksi Militer di Kawasan Timur Tengah

Hentikan Aksi Militer di Kawasan Timur Tengah

Kamis, 12 Mar 2026 19:31 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto…

Usai Kalah Praperadilan, Eks Menag Yaqut Langsung Ditahan KPK

Usai Kalah Praperadilan, Eks Menag Yaqut Langsung Ditahan KPK

Kamis, 12 Mar 2026 19:29 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Staquf, telah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka terkait kasus…

3 Perusahaan Emas di Sidoarjo dan Surabaya, Digeledah Bareskrim

3 Perusahaan Emas di Sidoarjo dan Surabaya, Digeledah Bareskrim

Kamis, 12 Mar 2026 19:27 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tiga perusahaan emas di Surabaya dan Sidoarjo digeledah Bareskrim Polri. Ketiga perusahaan meliputi PT SJU, PT IGS dan PT…