Ahmad Dhani, Ayah yang Diduga Merana

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Merasa SF, Anak Hasil Pernikahannya dengan Mulan Jameela, Dieksploitasi oleh Psikolog Lita Gading

 

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ahmad Dhani, suami Mulan Jameela, belakangan ini wira wiri di Bareskrim Polri. Ia kecewa terhadap psikolog Lita Gading. SF, Dhani, sebut anaknya korban eksploitasi psikolog asal Bandung.

Lita Gading, dilaporkan dugaan eksploitasi anak dan pelanggaran UU ITE terhadap anak Ahmad Dhani dan Mulan Jameela, SF.

Ahmad Dhani menilai konten tersebut membuat putrinya menjadi sasaran bully netizen.

Dalam laporan tersebut, Ahmad Dhani menuduh Lita Gading membuat konten yang bersumber dari berita gosip dan akun-akun yang menyebarkan fitnah. Psikolog Lita Gading memberikan pernyataan tegasnya.

Ia mengaku mulai diserang oleh buzer. Dia menduga buzer yang menyerang di media sosial juga bayaran seorang oknum.

Kuasa hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahadian, mengungkapkan kondisi terkini SF, anak Ahmad Dhani dan Mulan Jameela, yang menjadi korban bully di media sosial. Kini keluarga Achmad Dhani tak tinggal diam.

Dindikasikan, Putri Ahmad Dhani itu disebut mengalami perubahan perilaku yang cukup signifikan. Perubahan sikap SF disebut sangat terlihat.

"Kalau di luar sekolah itu kadang-kadang murung, malas keluar, tidak seperti biasanya," kata Aldwin Rahadian saat ditemui di Bareskrim Polri, Kamis (17/7/2025).

Ahmad Dhani menyadari perubahan tersebut dan sering menceritakan sikap anaknya yang kini tak lagi seceria dulu.

"Mas Dhani suka cerita, (SF) ngobrol di mobil dengan sopir, ceria, nyanyi-nyanyi, ini ada banyak diam sekarang," tutur Aldwin Rahadian.

Meskipun begitu, ia bersyukur karena SF mendapatkan dukungan positif dari lingkungan sekolah. Teman-temannya menunjukkan solidaritas yang besar, bahkan ikut membela SF di media sosial.

"Kalau di sekolah untungnya kawan-kawannya sangat support, itu bagian dari kegembiraan kita semua di lingkungan yang paling dekat belain semua, malah kadang-kadang jawabin di medsos," beber Aldwin Rahadian.

Ia memastikan SF terus mendapatkan perhatian dan penanganan khusus, baik dari pihak keluarga maupun rencana pendampingan lebih lanjut dari KPAI.

"Di-treatment terus, baik itu dari pihak keluarga. Nanti kita menunggu assessment dari KPAI," terang Aldwin Rahadian.

Dari pihak keluarga juga berusaha. Mereka sebisa mungkin menjauhkan SF dari media sosial.

"Kalau dari internal kita men-treatment agar mentalnya tidak terpengaruh banyak oleh pemberitaan media sosial yang sifatnya merusak mental anak," tegas Aldwin Rahadian.

 

Lita Nyatakan Edukasi

Lita Gading mengaku gak gentar usai dipolisikan Ahmad Dhani. Ia mengatakan semua yang diutarakan adalah edukasi bukan untuk merundung SF.

"Ini edukasi, psikoedukasi," ungkap Lita Gading kepada detikcom, Kamis (10/7/2025).

Ia juga membantah melakukan perundungan dalam kontennya.

Lita menanggapi pernyataan pihak Ahmad Dhani dan kuasa hukumnya yang menyatakan bahwa Lita harus dipenjara karena dianggap mencatut sosok SF yang masih di bawah umur. Namun, Lita mengatakan Ahmad Dhani salah lawan.

"Bilang aja salah lawan," jawab Lita Gading.

Perempuan yang berprofesi psikolog itu, juga menanggapi tudingan melakukan stigmatisasi terhadap persoalan yang melibatkan Ahmad Dhani dan Maia Estianty.

Ia menegaskan kontennya bukanlah bentuk pembodohan publik. Ia juga menyinggung sikap Ahmad Dhani yang dianggapnya menggunakan abuse of power dalam permasalahan ini.

"Dia (Ahmad Dhani), tidak sadar menggunakan abuse of power sebagai anggota dewan yang terhormat. Kapan kerjanya? Wara-wiri di media terus. Apa kabar Komisi 11?" kata Lita Gading menyentil Ahmad Dhani.

"Terima kasih ya. Suruh (Ahmad Dhani) cari tahu siapa Lita Gading," tutupnya.

 

Lihat Videonya, Di mana Perundungannya?

Menurut Lita, justru ia berusaha melindungi anak dari serangan warganet."Tentu kan bisa dilihat videonya. Di mana letak perundungannya? Justru saya menghalau netizen dari perundungan sesungguhnya," jelasnya.

Ia juga membantah melakukan perundungan dalam kontennya.

Lita Gading lewat pengacaranya, Syamsul Jahidin, dengan tegas mengatakan ogah melaporkan balik Ahmad Dhani.

Syamsul Jahidin, membantah keras tuduhan tersebut dan enggan meminta maaf usai dilaporkan.

"Terakhir kali kami diskusi dengan klien kami, tidak ada rencana laporan balik," kata Syamsul Jahidin dalam konferensi pers di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (11/7/2025).

Dalam penuturannya, pihak Lita Gading sangat menyayangkan mengenai laporan yang dibuat oleh pihak pentolan Dewa 19 itu. Menurut mereka, ini menyangkut kebebasan akademik.

"Sangat disayangkan karena ini pertama akademisi, jadi kebebasan akademik sudah dirampas," ujar Syamsul Jahidin.

Lebih lanjut, ia menjelaskan video yang dibuat oleh Lita Gading bukanlah bentuk perundungan, melainkan bentuk edukasi yang justru bertujuan mencegah eksploitasi terhadap anak.

"Jadi klien kami menanggapi berita itu jangan sampai (SF) tereksploitasi, mengingatkan mengedukasi makanya coba didengarkan videonya secara seksama," tuturnya.

 

Soroti Ahmad Dhani, Bahas Maia Estianty

Konten yang diunggah Lita di Instagram, menyoroti sikap Ahmad Dhani yang membahas Maia Estianty.

Sebagai psikolog, Lita Gading mengingatkan Ahmad Dhani seharusnya tidak menyerang Maia Estianty.

"Kalau menurut saya seharusnya nggak usah kayak begitu, masa lalu biarlah berlalu. Mau kalian bersihkan seperti apa pun kondisi kalian itu sudah tercatat di seluruh jejak digital," tulis Lita dalam Instagram miliknya, Jumat (11/7/2025)

Lita menilai apa yang dilakukan Ahmad Dhani justru bisa melukai anaknya, SF, secara tidak langsung. Ia menyebut hal ini akan menimbulkan banyak pertanyaan dalam diri SF.

"Banyak pertanyaan secara legitimasi, anak yang sudah disahkan dalam arti dibenarkan diri kalian sendiri justru kalian itu menaruh lubang di dalam hati anak kalian sendiri," ujarnya.

Lita Gading menyayangkan tindakan Ahmad Dhani yang dianggapnya memperkeruh suasana dengan menyerang Maia. Psikolog yang kini berada di Eropa itu meminta Ahmad Dhani dan Mulan Jameela berhenti membuat klarifikasi.

"Jadi tolong, Ahmad Dhani dan Mulan, setop membuat klarifikasi, satu peluru itu akan membuka luka lama. Kasihan, SF, benar, aku kasihan sekali sama dia," katanya lagi.

Lita juga mengingatkan Dhani dan Mulan yang merupakan anggota DPR RI untuk menjaga nama baik partai.

"Kalian kan anggota dewan, dua-duanya, jadi menurut saya tolong cara Anda menyayangi anak Anda tidak dengan cara seperti ini," tuturnya. n erc/jk/do/rmc

Berita Terbaru

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Tri turut ambil bagian dalam ajang Liga Tendang Bola (LTB) 2026, sebuah l…

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Peristiwa Pemilihan Lokasi Dapur SPPG di Samping Peternakan Babi di Sragen, Resahkan Masyarakat      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Lagi, Wakil Ketua Komisi IX …

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan adanya penghematan signifikan dalam anggaran penyelenggaraan ibadah haji 2026.…

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, resmi ditetapkan sebagai tersangka. Dia diduga terlibat kasus dugaan korupsi…

PP Muhammadiyah dan PBNU Campuri Laporan ke Komika

PP Muhammadiyah dan PBNU Campuri Laporan ke Komika

Jumat, 09 Jan 2026 19:01 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:01 WIB

Pelapor Dugaan Penistaan Agama ke Pandji Pragiwaksono Bukan Sikap Resmi Persyarikatan           SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pimpinan Pusat Muhammadiyah me…

Satu Pasien di Bandung Bergejala 'Super Flu', Meninggal

Satu Pasien di Bandung Bergejala 'Super Flu', Meninggal

Jumat, 09 Jan 2026 18:59 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Bandung - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung melaporkan telah menangani 10 pasien yang mengalami gejala Influenza A H3N2 subclade K…