SURABAYAPAGI.COM, Surabaya — Langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dan menekan inflasi kembali dilakukan pemerintah. Perum Bulog bersinergi dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada jutaan keluarga di Jawa Timur. Total bantuan mencapai 60.963,4 ton dan menyasar lebih dari 3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Penyaluran dilakukan secara serentak di berbagai daerah. Di Kota Surabaya, kegiatan ini dipusatkan di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, pada Kamis (24/7). Sinergi antara Bulog dan TNI ini merupakan tindak lanjut dari penugasan resmi Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Surat Tugas Nomor 170/TS.03.03/K/7/2025.
Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Jatim, Cory Trisilawaty, menyebutkan bahwa setiap KPM menerima bantuan 10 kilogram beras per bulan. Karena penyaluran dilakukan untuk dua bulan sekaligus, maka masing-masing KPM menerima 20 kilogram.
“Hingga 23 Juli 2025, realisasi penyaluran di Jatim telah mencapai 23.966 ton, atau sekitar 40 persen dari total alokasi,” kata Cory.
Khusus untuk Kota Surabaya, tercatat ada 42.315 KPM dengan total alokasi beras sebanyak 846,3 ton. “Khusus di Kelurahan Sememi hari ini kami salurkan sebanyak 1,1 ton beras untuk 56 KPM. Ini bagian dari upaya kami menjangkau hingga ke tingkat kelurahan,” imbuhnya.
Tak hanya bantuan langsung, Bulog juga menggulirkan program beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di berbagai kanal distribusi. “Sinergi melalui program pangan murah, beras SPHP, dan bantuan langsung ini menjadi strategi penting untuk menjaga harga tetap stabil dan akses pangan tetap terjangkau,” tegas Cory.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut mendukung penuh program ini. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jatim, Joko Irianto, mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari kebijakan stimulus ekonomi nasional.
“Setiap KPM menerima 10 kilogram beras per bulan. Di Sememi saja, hari ini 56 KPM menerima total 1.120 kg. Ini bukti nyata bahwa bantuan menjangkau langsung masyarakat di lapisan terbawah,” katanya.
Menurut Joko, program SPHP juga dirancang sebagai penyangga harga pangan di tengah naiknya harga beras di pasaran. Untuk Jawa Timur, target penyaluran SPHP hingga akhir 2025 mencapai 173.689.467 kilogram.
“Di Sememi, hari ini tersedia 1,5 ton beras SPHP yang dijual dengan harga Rp12.500 per kg atau Rp60.000 per 5 kg. Komoditas lain seperti gula dan MinyaKita juga tersedia,” tambahnya.
Kehadiran TNI turut memberi dimensi strategis dalam distribusi bantuan pangan. Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kasdam Brigjen TNI Terry Tresna Purnama, menyampaikan bahwa ketahanan pangan adalah elemen vital dalam sistem pertahanan negara.
“Kita menghadapi dinamika global yang memengaruhi distribusi dan ketersediaan bahan pokok. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor sangat penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,” ujarnya.
Brigjen Terry mengungkapkan bahwa Kodam V/Brawijaya aktif mendampingi petani, mempercepat distribusi, dan memberi edukasi pangan kepada masyarakat. Sejumlah daerah seperti Kota Blitar, Kota Kediri, dan Kota Mojokerto bahkan telah mencapai 100 persen penyaluran bantuan.
Namun, masih ada wilayah dengan capaian rendah seperti Kabupaten Probolinggo (2,73%), Kabupaten Mojokerto (13,54%), dan Kabupaten Malang (3,10%).
“Kami instruksikan seluruh jajaran Kodim untuk mempercepat penyaluran agar bantuan tepat sasaran dan tepat waktu,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa program ini tak hanya berfungsi sebagai penyeimbang harga, tapi juga upaya mencegah kerawanan pangan dan gejolak sosial.
“Ini juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kemandirian pangan berbasis kearifan lokal,” pungkasnya.
Dengan dukungan penuh dari Bulog, TNI, dan Pemprov Jatim, kegiatan penyaluran di Kelurahan Sememi mencerminkan semangat kolaborasi untuk memastikan rakyat tak kekurangan bahan pokok di tengah tantangan ekonomi. Program ini menjadi bagian penting dari fondasi ketahanan pangan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Ad
Editor : Moch Ilham