SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri resmi menutup Kongres ke-6 PDIP di Bali. Sambil terisak ia menyebut akan terus setia kepada Pancasila dan Trisakti.
"Kepada Bung Karno, izinkan kami berjanji di kongres keenam ini," tutur Megawati sambil berhenti.
"Kami akan terus setia pada Pancasila, pada Trisakti yang akan kami wujudkan melalui pola pembangunan nasional semesta berencana. Dan pada kebenaran yang selalu engkau ajarkan demi terwujudnya Indonesia Raya yang sejati," lanjutnya sambil menangis.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku menyebut nama Hasto Krisyanto setiap berzikir di malam hari.
Pernyataan itu disampaikan Megawati saat memberikan pidato dalam kongres ke-6 PDIP di Nusa Dua, Bali, Sabtu (2/8).
Ketua Bidang Kehormatan PDIP, Komarudin Watubun, mengatakan pihaknya akan mendaftarkan kepengurusan baru partai dalam dua atau tiga minggu ke depan setelah pelantikan di Kongres ke-6. Komarudin menyebut dalam rentang itu dokumen kepengurusan partai ditargetkan sudah lengkap.
"Tentang pendaftaran ke Menteri Hukum, palingan dua minggu, tiga minggu ke depan sudah didaftarkan ke sana. Karena kita juga, bagian persidangan dokumennya lengkap," kata Komarudin di Bali Nusa Dua Convention Center, Sabtu (2/8/2025).
Komarudin menyebut kepengurusan DPP PDIP akan diserahkan secepatnya. Ia mengatakan ada jangka waktu yang harus diikuti.
"Jadi tinggal disampaikan ke Menteri Hukum. Ap alagi itu juga dibatasi waktu, pendaftaran kan ada sekian waktu, harus sudah terdaftar," tambahnya.
Ketua DPP PDIP, Ribka Tjiptaning, menjelaskan soal peluang Hasto Kristiyanto menjadi sekjen kembali usai bebas dapat amnesti Presiden Prabowo Subianto. Ribka bicara nama Hasto direhabilitasi dari kasus suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR Harun Masiku.
"Bukan (sulit mencari sekjen). Banyak pertimbangan, Ibu (Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri) ini kan orangnya pengin merehabilitasi juga kan, dia tahu semua publik bahwa Hasto itu tidak terstigma karena korupsi itu penting ya," kata Ribka di Bali Nusa Dua Convention Center, Sabtu (2/8/2025).
Kasus Hasto Pembelajaran Politik
Ribka menyebut kasus yang menimpa Hasto sebagai pembelajaran politik. Ia tak ingin ada anggapan Hasto tak menjadi Sekjen PDIP lantaran persoalan tahanan korupsi.
"Ini kan pembelajaran politik juga, jangan dong Pak Hasto, nanti kan di luar beda nanti digorengnya, Pak Hasto nggak jadi sekjen karena persoalan tahanan korupsi," ucap Ribka.
"Itu harus clear dulu, kalau itu sudah, itu Ibu merehabilitasi itu bila penting," tambahnya.
Ia juga menilai Megawati memiliki pertimbangan tersendiri terkait jabatan Ketum merangkap Sekjen PDIP. Ribka menyebut pasti ada alasan yang diambil Megawati.
"Iya, pasti Ibu punya kebijakan, punya perhitungan sendiri," kata Ribka.
Ribka lantas menjawab posisi Hasto yang tak masuk dalam kepengurusan DPP padahal sudah keluar dari tahanan. Ia menyebut kehadiran Hasto terlambat saat pelantikan pengurus DPP.
"Itu juga kan, kan baru datang, kita udah dilantik baru datang. Mungkin, kalau sebelum dilantik, ya itu lain lagi persoalannya. Karena kita sudah dilantik, Hasto baru datang, ya nanti mungkin ada pelantikan di DPP, entah apa kan," ujar Ribka.
Susunan Pengurus 2025-2030
Struktur lengkap DPP PDI Perjuangan 2025-2030:
Ketua Umum : Megawati Soekarnoputri
Struktur Pengurus DPP PDI Perjuangan 2025-2030
1. Ketua Bidang Kehormatan Partai - Komarudin Watubun
2. Ketua Bidang Sumber Daya - Said Abdulla
3. Ketua Bidang Luar Negeri - Ahmad Basarah
4. Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif - Bambang Wuryanto
5. Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi - Djarot Saiful Hidayat
6. Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Eksekutif - Deddy Yevri Hanteru Sitorus
7. Ketua Bidang Politik - Puan Maharani
8. Ketua Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah - Ganjar Pranowo
9. Ketua Bidang Reformasi Hukum dan HAM - Yasonna H. Laoly
10. Ketua Bidang Perekonomian - Basuki Tjahaja Purnama
11. Ketua Bidang Kebudayaan - Rano Karno
12. Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan - Puti Guntur Soekarno
13. Ketua Bidang Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi Kerakyatan - Abdullah Azwar Anas
14. Ketua Bidang Penanggulangan Bencana - Tri Rismaharini
15. Ketua Bidang Industri, Perdagangan, dan Tenaga Kerja - Darmadi Durianto
16. Ketua Bidang Kesehatan - Ribka Tjiptaning
17. Ketua Bidang Jaminan Sosial - Charles Honoris
18. Ketua Bidang Perempuan dan Anak - I Gusti Ayu Bintang Darmawati
19. Ketua Bidang Koperasi dan UMKM - Andreas Eddy Susetyo
20. Ketua Bidang Pariwisata - Wiryanti Sukamdani
21. Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga - MY Esti Wijayanti
22. Ketua Bidang Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan YME - Zuhairi Misrawi
23. Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital - Muhammad Prananda Prabowo
24. Ketua Bidang Pertanian dan Pangan - Sadarestuwati
25. Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan - Rokhmin Dahuri
26. Ketua Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup - Eriko Sotarduga
27. Ketua Bidang Hukum dan Advokasi - Ronny Talapessy
28. Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi - Andreas Hugo PareiraSekretariat dan Bendahara
29. Sekretaris Jenderal - Megawati Soekarnoputri
30. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Internal - Dolfie O.F.P.
31. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Pemerintahan - Utut Adianto
32. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kerakyatan - Sri Rahayu
33. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Komunikasi - Adian Yunus Yusak Napitupulu
34. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kesekretariatan - Yoseph Aryo Adhi Dharmo
35. Bendahara Umum - Olly Dondokambey
36. Wakil Bendahara Bidang Internal - Rudianto Tjen
37. Wakil Bendahara Bidang Eksternal - Yuke Yurike. n wyn, pt, rmc
Editor : Moch Ilham