SURABAYAPAGI.com, Jombang - Akibat cuaca yang ekstrem dalam beberapa pekan terakhir, membuat Petani di Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang terpaksa menjual tembakau dalam kondisi basah. Tentu saja, hal tersebut menjadi pukulan berat bagi petani tembakau di wilayah utara Sungai Brantas.
Para petani terkendala pada proses pengeringan imbas cuaca yang tidak menentu. Sehingga, mayoritas petani terpaksa menjual hasil panen dalam kondisi basah karena terkendala proses pengeringan.
“Beberapa kali tanaman rusak karena cuaca ekstrem. Syukur Alhamdulillah kali ini bisa panen meski harus menjual tembakau basah,” ujar Suyanto, salah seorang petani tembakau asal Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh, Rabu (20/08/2025).
Saat ini, diketahui harga tembakau basah saat ini berkisar Rp6.000 sampai Rp6.500 per kilogram untuk jenis rejeb, dan Rp3.500 per kilogram untuk jenis jinten. Itu jauh di bawah harga tembakau kering yang bisa menyentuh angka Rp45 ribu per kilogram.
“Risikonya tinggi kalau dijual kering. Kalau tidak kering sempurna bisa rusak. Menjual basah lebih aman meski harga lebih rendah,” lanjut Suyanto
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan, Pasca Panen dan Pemasaran Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura Dinas Pertanian Jombang, Akhmad Jani Masyhudi, membenarkan bahwa sebagian petani di Kecamatan Kabuh sudah mulai panen tembakau.
“Alhamdulillah harga cukup stabil di angka Rp6.500 per kilogram, dan hasil panen juga bagus,” tutur dia.
Lebih lanjut, Dinas Pertanian Jombang juga terus melakukan identifikasi lapangan serta sosialisasi pencegahan penyakit tembakau untuk menjaga produktivitas tanaman. “Kami terus memantau kondisi tembakau supaya hasil panen tetap terjaga dan petani bisa lebih tenang,” katanya (ELK). jb-01/dsy
Editor : Desy Ayu