SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penampilan anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang berjoget ketika Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, hingga Selasa (26/8) masih menjadi sorotan publik. Beberapa anggota DPR mereaksi tandingan joget seolah kebakaran jenggot.
Netizen kaget ada ratusan legislator Senayan berjoget-joget mengikuti iringan lagu daerah, Sajojo dan Fa Mi Re di sesi penutupan sidang yang dihelat pada Jumat, 15 Agustus 2025.
Warganet menilai tindakan itu tidak etis. "Lagi engak elok joget-joget di tempat yg sakral. Itu gedung DPR tempat para anggota dewan berolah pikir, menyumbangkan pikirannya untuk aspirasi rakyat," tulis pemilik akun X @BintangkuChika.
Tak sedikit juga warganet yang geram lantaran aksi joget-joget itu dilakukan di tengah kondisi ekonomi kurang baik.
Warganet menilai rakyat tengah terbebani dan kesulitan ekonomi, tapi justru anggota DPR mendapat keistimewaan dengan kenaikan pendapatan.
Anggota DPR periode 2024-2029 disebut-sebut bisa memperoleh pendapatan bersih Rp 100 juta saban bulan. Pendapatannya naik signifikan setelah mendapat tunjangan perumahan sebesar Rp 50 juta.
"Enggak tahu rasanya sakit hati banget lihat anggota MPR/DPR RI joget-joget pas sidang tahunan kemarin. Kayak apa ya, Ya Allah hati nuraninya pada ketutup," cuit @mbokmeow di akun X-nya.
Bandingkan Dengan Guru Honorer
Warganet juga membandingkan gaji anggota DPR dengan guru honorer. Perbedaan terlihat jauh. Warganet menilai guru tak kalah berjasa untuk masa depan bangsa, sehingga layak diganjar dengan pendapatan yang sepadan.
Namun warganet merasa miris lantaran hal itu tidak terjadi di Indonesia. DPR, yang dinilai kerjanya minim, justru mendapat pendapatan jumbo saban bulan.
"Pemerintah hanya mengurus anggota DPR-nya saja tapi buat para guru-guru yang jauh lebih berjasa tidak diurus sama pemerintah. Masih banyak kesejahteraan guru yang belum tercukupi di Indonesia. Dewan Perwakilan Rakyat tapi enggak ada mewakili rakyat, malah joget-joget enggak jelas," tulis @nurachmad024.
Ketua MPR Berdalih
Ketua MPR Ahmad Muzani merespons kritik publik tersebut. Dia berdalih aksi legislator yang berjoget-joget di momen sidang itu upaya merelaksasi suasana.
“Tapi lagu itu karena sebagai upaya untuk merelaksasi, selalu ditempatkan di acara di luar formal,” ucap Muzani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa.
Muzani menganggap aksi para pejabat itu bukan hal yang perlu dipersoalkan. Dia menyebut bahwa orang-orang memang secara naluriah akan berjoget ketika mendengar musik yang bersemangat.
“Kalau kita mendengar lagu, apalagi lagunya pas dengan irama-irama yang menyenangkan, merelaksasi itu dengan sendirinya tubuh akan bergerak,” kata Muzani.
Isu Tunjangan
Selebritas yang duduk di kursi DPR RI menjadi sorotan saat video joget di sela-sela rangkaian sidang tahunan MPR ramai dibahas publik. Tak jarang dari mereka dihujat karena dinilai gak berempati dengan kondisi rakyat Indonesia.
Uya Kuya dan Eko Patrio selebritas sekaligus anggota Dewan terekam ikut berjoget. Kondisi itu makin jadi pembicaraan setelah ramai soal tunjangan rumah Rp 50 juta dan tunjangan lainnya.
Eko Patrio buka suara soal aksi joget-joget yang viral itu. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu menyebut momen tersebut terjadi usai Sidang Tahunan berlangsung dan dilakukan secara spontan untuk mengapresiasi hiburan yang diberikan oleh orkestra dari Universitas Pertahanan.
"Jadi, momen yang beredar itu terjadi bukan saat sidang berlangsung, melainkan setelah Presiden Prabowo selesai menyampaikan pidato RAPBN 2026 dan Nota Keuangan. Pada saat penutupan acara, ada sesi hiburan orkestra dari Symphony Praditya Wiratama Universitas Pertahanan, yang membawakan lagu-lagu daerah seperti Sajojo dan Gemu Fa Mi Re," kata Eko Patrio, Senin.
"Lagu-lagu itu memang dimainkan untuk menutup acara, dan kami sebagai anggota DPR spontan ikut bernyanyi dan bergoyang menikmati suasananya. Saya sendiri melihat itu sebagai cara untuk mengapresiasi penampilan anak-anak muda dari Unhan yang tampil dengan sangat baik," ujarnya.
Eko membantah anggota DPR menari karena isu tunjangan anggota Dewan yang nilainya fantastis. Eko juga mengklarifikasi perihal video parodi sound horeg yang dianggap gak sensitif dengan kondisi rakyat Indonesia.
"Dan mengenai sound horeg saat saya sedang DJ itu pun dibuat seolah-olah saya tidak sensitif terhadap permasalahan yang ada, padahal itu dalam acara pembubaran panitia 17 Agustusan setelah kerja mereka mempersiapkan acara hampir satu bulan," ungkapnya.
Eko Patrio, Seolah Menantang
Alih-alih intropeksi diri, Eko Patrio justru kembali membuat konten serupa dengan nuansa yang dianggap lebih provokatif dan seolah menantang.
Kali ini, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini membuat video berjoget bersama rekan-rekannya dengan musik sound horeg yang viral.
Di dalam video yang diunggahnya, Eko Patrio berlagak sebagai orang yang mengoperasikan sound horeg. Sedangkan rekan-rekannya asyik berjoget.
Dalam keterangan video yang diunggah pada Kamis, 21/8/2025, Eko Patrio seolah sengaja menyindir balik kritikan yang datang kepadanya
"Biar jogetnya lebih keren pakai sound ini aja," kata Eko Patrio dalam unggahan TikToknya.
Pilihan musik dan keterangan tersebut langsung ditafsirkan oleh warganet sebagai bentuk ejekan dan arogansi terhadap rakyat yang mengritik aksinya joget bersama anggota DPR RI lain.
Tuding Eko Lakukan Arogansi
Dalam keterangan video yang diunggah pada Kamis, 21/8/2025, Eko Patrio seolah sengaja menyindir balik kritikan yang datang kepadanya.
"Biar jogetnya lebih keren pakai sound ini aja," kata Eko Patrio dalam unggahan TikToknya.
Pilihan musik dan keterangan tersebut langsung ditafsirkan oleh warganet sebagai bentuk ejekan dan arogansi terhadap rakyat yang mengritik aksinya joget bersama anggota DPR RI lain.
Seperti diketahui, video anggota DPR yang asyik berjoget ria di kompleks parlemen sesaat setelah Sidang Tahunan dianggap tidak menunjukkan empati di tengah berbagai kesulitan yang dihadapi rakyat.
Banyak yang menilai tindakan Eko sebagai bentuk arogansi dan sikap "menantang" suara rakyat yang telah mengkritiknya.
"Oh nantangin lu? Mau jadi kayak Bupati Pati jilid 2 lu," tulis akun @santex***.
"Astaghfirullah nantangin rakyat dia, catat partainya PAN," timpal @erika**.
"Dia sangat yakin sekali bahwa DPR gak bisa dibubarkan," komentar @aes**.
"Jujur asli sakit hati banget rakyat diejek begini?" ungkap @ztr_st n ec/erc/jk/dna/cr5/rmc
Editor : Moch Ilham