Demo Kritik Keserakahan Pengusaha Keruk SDA

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Demo yang digelar sejumlah anak muda dan mahasiswa, seusai demo buruh, berakhir ricuh dan sempat melakukan perlawanan dengan aparat kepolisian yang berjaga di depan Gedung DPR RI.
Demo yang digelar sejumlah anak muda dan mahasiswa, seusai demo buruh, berakhir ricuh dan sempat melakukan perlawanan dengan aparat kepolisian yang berjaga di depan Gedung DPR RI.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Usai ribuan buruh demo, ada massa lain menggelar aksi di Silang Monas, Jakarta Pusat. Mayoritas masa terdiri anak anak muda kota. Ada yang bercelana pendek jeans shorts (jorts) .

Setelah massa buruh membubarkan diri, kini giliran mahasiswa yang melakukan aksi.

Tol dalam kota arah Slipi dan Cawang ditutup oleh massa, alhasil kendaraan pun tertahan dan tak bisa melintas.

Polisi pun memutarbalikkan kendaraan yang mengarah ke Slipi ke arah Semanggi.

Situasi demo saat ini masih dalam kendali aparat keamanan, seiring hujan yang mengguyur arena demonstrasi.

Ratusan mahasiswa dari sejumlah kampus di Jakarta itu memenuhi dua titik yakni di depan gerbang utama dan gerbang belakang atau Pancasila kompleks parlemen.

Massa terus berdatangan menjelang sore, setelah aksi buruh bubar menjelang siang sekitar pukul 14.00 WIB. Mahasiswa dalam aksinya menentang tingginya tunjangan yang diterima DPR.

Mereka juga menyesalkan karena bersamaan dengan kedatangan mahasiswa, DPR justru menutup rapat pintu gerbangnya.

"Hari ini kita datang ke gedung DPR RI dengan membawa aspirasi masyarakat, tapi lihat pintu ditutup rapat teman-teman," katanya.

Massa dari berbagai elemen terus menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung parlemen dalam beberapa hari terakhir. Dua hari sebelumnya, aksi unjuk rasa oleh massa pelajar berujung ricuh

Selain itu, coretan vandalisme banyak terlihat di dinding-dinding gedung DPR RI. Sejumlah fasilitas umum tampak rusak, seperti pagar, halte, hingga CCTV di sekitar lokasi.

Mereka di Patung Kuda, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) pukul 13.00 WIB terlihat massa aksi di Silang Monas. Mereka berorasi di depan pintu Monas.

"Ini adalah tempat kita kawan-kawan kita datang untuk menuntut disahkannya RUU Iklim," ujar orator.

Tampak mereka membawa spanduk bertulisan 'Indonesia Climate Justice Summit'. Mereka juga membawa spanduk bertulisan 'Penyebab Bencana Krisis Iklim Adalah Keserakahan Pengusaha Mengeruk Sumber Daya Alam'.

Polisi juga tengah berjaga di lokasi. Kondisi lalu lintas per pukul 12.00 WIB masih lancar dan normal. Tak ada penutupan jalan di sekitar Monas.

Perwakilan Aliansi Rakyat Untuk Keadilan Iklim (Aruki) Renaldo mengatakan massa menuntut disahkannya RUU keadilan iklim. Dia mengatakan hal itu untuk mengatasi masalah alam yang terjadi di Indonesia.

"Tuntutan utama kita sebenarnya adalah untuk disahkannya, untuk dibahas dan segera disahkannya rancangan undang-undang tentang keadilan iklim. Di mana kita ingin agar undang-undang keadilan iklim ini bisa menjawab masalah-masalah yang dialami oleh masyarakat Indonesia," ujar Renaldo kepada wartawan di lokasi.

Tidak hanya soal lingkungan, massa juga menyuarakan kesejahteraan masyarakat.

"Tidak hanya masalah-masalah lingkungan, tidak hanya masalah-masalah soal emisi, tapi masalah-masalah kemanusiaan dan juga kesejahteraan masyarakat. Itu tuntutan kita," tuturnya. n jk/rmc

Berita Terbaru

Bupati Gresik Lantik Kades PAW Desa Laban, Fokus Percepatan Infrastruktur dan Akses Wilayah

Bupati Gresik Lantik Kades PAW Desa Laban, Fokus Percepatan Infrastruktur dan Akses Wilayah

Selasa, 07 Apr 2026 23:03 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 23:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik melantik Mujiani sebagai Kepala Desa Laban, Kecamatan Menganti, dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan …

Warga Josenan Tegas Tolak KKMP di Lapangan, Nilai Hasil Pertemuan Masih Banyak Ganjalan

Warga Josenan Tegas Tolak KKMP di Lapangan, Nilai Hasil Pertemuan Masih Banyak Ganjalan

Selasa, 07 Apr 2026 20:43 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:43 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun, – Penolakan warga terhadap rencana pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Lapangan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madi…

Realisasi PAD Triwulan I Capai 20 Persen, Bapenda Kota Madiun Lakukan Evaluasi

Realisasi PAD Triwulan I Capai 20 Persen, Bapenda Kota Madiun Lakukan Evaluasi

Selasa, 07 Apr 2026 20:41 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:41 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Madiun terus menggenjot capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui evaluasi dan opt…

Sesuai Tahapan, DPRD Sumenep Tuntaskan Tiga Raperda 2026 

Sesuai Tahapan, DPRD Sumenep Tuntaskan Tiga Raperda 2026 

Selasa, 07 Apr 2026 20:28 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Paripurda DPRD Sumenep dengan agenda Penandatanganan Naskah…

Perkuat Peralatan Gardu Induk Manisrejo dan Ngawi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Kelistrikan Makin Andal

Perkuat Peralatan Gardu Induk Manisrejo dan Ngawi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Kelistrikan Makin Andal

Selasa, 07 Apr 2026 20:14 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Madiun – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat keandalan sistem transmisi d…

100 Ton Pupuk Ilegal Dimusnahkan, Kejari Tanjung Perak Bongkar Ancaman Nyata bagi Petani

100 Ton Pupuk Ilegal Dimusnahkan, Kejari Tanjung Perak Bongkar Ancaman Nyata bagi Petani

Selasa, 07 Apr 2026 18:02 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 18:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Langkah tegas ditunjukkan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak dengan memusnahkan 100 ton pupuk ilegal dari dua perkara pidana berbeda.…