SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (30/8) di wilayah Blitar raya merupakan tindakan anarkis yang tidak bisa tolerir lagi, di mana pengrusakan dan pembakaran termasuk penyerangan terhadap aparat kepolisian saat menjaga mereka, ternyata bukan orasi, namun lakukan gerakan anarkis terhadap Fasum (Fasilitas Umum) dan gedung DPRD Kabupaten Blitar.
Seperti yang diungkapkan Kapolres Blitar Kota AKBP Titus Yudha Ully S.IK M.SI pada wartawan Minggu (31/8) sore. Ia mengungkapkan mereka (massa anarkis) datang sekitar pukul 22.00 dengan kendarai motor, berhenti di perempatan PGSD, selama konvoi mereka bakar bakar ban di tengah tengah jalan sepanjang mereka konvoi, setelah diberi arahan anggota, mereka lanjut datangi Polres Blitar Kota sambil lempar lempar batu dan peralatan lainnya, bahkan ada yang menggunakan senapan angin, setelah kita kuasai mereka lanjut ke arah Selatan.
"Kita sudah lakukan komunikasi walau mereka teriak teriak yang tidak lazim terhadap polisi, bahkan anggota kita ada yang terkena lemparan batu, dan luka bacok, dalam perawatan ada 14 anggota yang alami luka-luka," terang AKBP Yudha saat didampingi 4 tokoh ulama dan Waka Polres Blitar Kota Kompol Subiyantana SH MH.
Dalam pengerusakan fasilitas umum di wilayah Kota Blitar Pos Polisi Lalu Lintas di pertigaan Jalan Supriyadi dan Jln Kalimantan, dibakar sambil memecah kaca kaca pintu jendela Pos Polisi Lalu Lintas, tampak dalam vidio mereka membakar, setelah api berkobar di tinggal pergi.
Masih keterangan AKBP Yudha, setelah kita melakukan pengamanan ternyata ada puluhan anak anak di bawah usia, yang kini (Minggu sore, -red) masih dilakukan pemeriksaan, ternyata mereka mereka itu dalam kondisi mabuk miras, ada juga yang konsumsi narkoba.
"Kita amankan sebanyak 143 orang termasuk anak-anak, dan sebagian warga Blitar, termasuk warga Kabupaten Blitar, kini terus kita dalami, ada 5 orang dari Jawa Tengah, jadi mereka bukan orasi tapi perusuh, kita sudah sesuai dengan Perkap Polri nomor 01/2009 untuk melakukan pengamanan kantor Polisi, termasuk Fasum, kita bisa bertindak tegas sesuai dengan tahapan tahapan. Dan mereka sebelumnya melakukan serupa di wilayah Kabupaten Kediri, dimana kelompok kelompok mereka membakar Kantor DPRD Kab Kediri juga Kantor Samsat Kab Kediri," kata AKBP Yudha.
Untuk itu orang nomor satu di Polres Blitar Kota ini, menghimbau dan mengajak para orang tua anak anaknya untuk mengawasi setiap saat, juga masyarakat jangan sampai terprovokasi apapun bentuknya, kita tetap jaga Kota Blitar ini, sebagai kota Proklamator, kota Pahlawan Supriyadi tetap aman dan kondusif. Les
Editor : Moch Ilham