SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Mengantisipasi masalah kekeringan di musim kemarau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, berkomitmen dengan membangun sistem penyediaan air minum (SPAM) di 73 titik di daerah rawan kekeringan yang kerap melanda daerahnya.
Kepala Bidang (Kabid) Kawasan Permukiman Sanitasi dan Air Bersih pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PRKP) Pemkab Pamekasan Andriyani Daryanti mengungkap, program tersebut untuk mengurangi jumlah desa yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih yang biasa terjadi di Kabupaten Pamekasan saat musim kemarau.
"Program ini merupakan solusi jangka panjang yang dilakukan Pemkab Pamekasan untuk mengurangi kekeringan dan kekurangan air bersih. Sedangkan anggaran yang kami alokasikan untuk pembangunan SPAM ini sebesar Rp8,3 miliar,” ungkapnya, Minggu (07/09/2025).
DIketahui, pembangunan SPAM di Kabupaten Pamekasan tahun ini lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. Pada 2024, jumlah SPAM yang dibangun Pemkab Pamekasan tersebar di 75 titik dengan nilai anggaran Rp15 miliar, sedangkan pada 2023 sebanyak 105 titik dengan nilai total anggaran mencapai Rp22 miliar.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, jumlah desa yang biasa mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih pada musim kemarau sebanyak 75 desa, tersebar di 10 kecamatan.
Sedangkan untuk jenis kekeringan yang terjadi di Pamekasan selama ini ada dua yakni kekeringan langka yang terjadi saat kebutuhan air di bawah 10 liter saja per orang per hari, sedangkan jarak tempuh dari rumah warga ke sumber air terdekat antara 0,5 kilometer hingga 3 kilometer.
Dan kekeringan kritis terjadi saat kebutuhan air mencapai 10 liter lebih per orang per hari, sementara jarak yang ditempuh masyarakat untuk mendapatkan air bersih sejauh 3 kilometer bahkan lebih.
Sehingga, dengan pembangunan SPAM di 73 titik baru ini, Pemkab Pamekasan menargetkan berkurangnya desa rawan kekeringan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. pm-01/dsy
Editor : Desy Ayu