SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Sebagai upaya mengantisipasi sekaligus menekan laju inflasi, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tulungagung, tengah gencar mengintensifkan upaya pengendalian harga barang kebutuhan pokok di wilayah setempat.
Selain melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok aktif dilakukan di sejumlah pasar tradisional, grosir hingga toko kelontong warga. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim juga turut melakukan berbagai langkah intervensi.
Diantaranya melakukan pemantauan distribusi beras SPHP ke pasar dan gudang Bulog, pelaksanaan pasar murah dan Gerakan Pasar Murah serentak di 19 kecamatan. Selain itu, Pemkab juga akan melaksanakan Gelar Pangan Murah (GPM) serentak pada 30 September 2025 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.
"Langkah-langkah ini dilakukan untuk menekan laju inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat Tulungagung," jelas Asisten II Setda Kabupaten Tulungagung Tranggono Dibjo Harsono, Selasa (09/09/2025).
Sebagai informasi, pada Agustus 2025, lanjutnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi di Kabupaten Tulungagung yakni sebesar 0,22 persen, sehingga inflasi year to date (ytd) turun dari 1,95 persen menjadi 1,74 persen. Inflasi year on year (yoy) juga turun dari 2,88 persen menjadi 2,72 persen.
Meski demikian, inflasi yoy masih dipengaruhi kenaikan harga beberapa kelompok pengeluaran, antara lain perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10 persen, makanan, minuman, dan tembakau 3,89 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 3,05 persen, serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,56 persen.
Sementara itu, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi 0,14 persen. Sementara berdasarkan pemantauan harga pada akhir Agustus 2025 di pasar tradisional Tulungagung menunjukkan fluktuasi pada sejumlah komoditas. Harga tomat naik signifikan hingga 140 persen, diikuti daging ayam potong 2,94 persen.
Namun, beberapa kebutuhan pokok justru turun, seperti beras medium turun 3,45 persen, wortel 7,14 persen, cabai rawit 9,09 persen, cabai merah besar 25 persen, dan bawang merah turun 12,5 persen. tl-01/dsy
Editor : Desy Ayu