Meksiko Berlakukan Tarif Impor 50 Persen, BYD dan Tesla Ketar-ketir

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
BYD SHENZHEN. SP/ JKT
BYD SHENZHEN. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Salah satu produsen otomotif listrik terbesar yakni BYD dan Tesla kali ini ketar-ketir menindaklanjuti usulan kenaikan tarif sebesar 50 persen dari pemerintah Meksiko. DIketahui, usulan ini untuk mobil yang diimpor dari China, pusat produksi BYD dan Tesla. Dan tentu kebijakan tersebut terbilang "sangat agresif" dan akan menjadi pengubah permainan bagi pasar. 

Tentu saja, adanya kebijakan ini dapat berpotensi meredam pertumbuhan pasar mobil listrik di Meksiko yang sangat pesat, namun di sisi lain, usulan ini justru tidak akan berdampak pada produsen mobil asal Amerika Serikat seperti Ford, General Motors, dan Stellantis.

Usulan tarif baru tersebut diketahui akan berlaku untuk mobil listrik dan berbahan bakar bensin yang diimpor dari negara-negara yang tidak memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Meksiko, Minggu (14/09/2025).

Meskipun cakupannya luas dan mencakup negara-negara seperti Korea Selatan, India, Indonesia, dan Rusia, para analis industri menyebut bahwa kebijakan ini secara praktis akan secara khusus menargetkan mobil listrik yang diproduksi di China. 

Langkah ini dinilai sebagai permainan baru yang dapat membentuk kembali pasar otomotif Amerika Utara yang berkembang pesat. Mengingat, peningkatan tarif ini bukan yang pertama kalinya. Selama setahun terakhir, Meksiko telah secara bertahap menaikkan tarif untuk kendaraan listrik buatan China, dari 0 menjadi 15 persen, dan kini diusulkan menjadi 50 persen.

Sementara itu, di tengah ketidakpastian ini, rencana BYD dan Tesla untuk mendirikan pabrik di Meksiko juga dilaporkan mandek. Selain itu, Tesla juga menangguhkan pembangunan pabriknya di Meksiko utara tahun lalu dengan alasan tekanan suku bunga dan perlambatan ekonomi global. 

Meskipun menghadapi hambatan, BYD telah menikmati pertumbuhan yang luar biasa sejak memasuki pasar Meksiko pada akhir 2023. Perusahaan asal China tersebut mengklaim telah menjual sekitar 40.000 mobil di Meksiko pada tahun 2024, hampir setengah dari total penjualan mobil listrik dan plug-in hybrid di negara tersebut. jk-04/dsy

Berita Terbaru

Jokowi Seperti Mulai Sindir Megawati

Jokowi Seperti Mulai Sindir Megawati

Minggu, 01 Feb 2026 20:52 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:52 WIB

Sejak Tahun 2022, Puan Maharani Umumkan Ketum DPP PDIP Megawati Baru akan Hadir jika PDIP Gelar Acara-acara Besar dan Penting. Puan Akui Megawati Tugaskannya…

Menkeu Nyatakan Fundamental Perekonomian Masih 'Bagus'

Menkeu Nyatakan Fundamental Perekonomian Masih 'Bagus'

Minggu, 01 Feb 2026 20:49 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:49 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak akan 'kebakaran' saat pembukaan perdagangan pekan depan pada Senin esok (2/2). Menurut…

Pengamat Politik: Masih Saktikah Jokowi

Pengamat Politik: Masih Saktikah Jokowi

Minggu, 01 Feb 2026 20:08 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menurut saya, ada dua keyakinan soal Jokowi, sekarang ini.  Jokowi masih sakti untuk meloloskan PSI ke parlemen. Dan yang kedua, …

Pengamat Politik Nilai Jokowi Lakukan Gertakan Politik

Pengamat Politik Nilai Jokowi Lakukan Gertakan Politik

Minggu, 01 Feb 2026 20:06 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saya menilai pernyataan Jokowi di Rakernas PSI seperti orang yang khawatir. Justru saya melihat teriakan Jokowi dalam pidatonya,…

KPK Usut Penukaran Uang Asing Miliaran RK di Luar Negeri

KPK Usut Penukaran Uang Asing Miliaran RK di Luar Negeri

Minggu, 01 Feb 2026 20:05 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Aktivitas mantan Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023 Ridwan Kamil di luar negeri, mulai diusut. Komisi Pemberantasan Korupsi…

Orang-orang Curang

Orang-orang Curang

Minggu, 01 Feb 2026 20:03 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:03 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Menurut Alkitab, orang-orang yang curang adalah mereka yang melakukan ketidakjujuran dalam berdagang (menggunakan timbangan…