SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Kejadian yang diduga bunuh diri dengan cara menabrakkan tubuhnya pada KA yang melaju dari arah Timur ke Barat pada hari Selasa (16/9) sekitar pukul 10.30 yang mengakibatkan korban seorang perempuan meninggal dunia, kejadian yang terjadi di perlintasan Rel KA Desa Ngaglik Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, kini ditangani Polres Blitar Kota untuk menghubungi pihak keluarganya.
Peristiwa yang mengejutkan warga seputaran Rel KA Dusun Sendung Desa Ngaglik Kec.Srengat itu akhirnya diketahui bahwa korban adalah JF 20 (Pr) warga Desa Purwokerto Kec.Srengat Kabupaten Blitar, dan di laporkan ke Polsek Srengat guna penanganan lebih lanjut.
"Kejadian tersebut seperti yang disampaikan oleh Feri Setiawan 36 warga Dusun Bukukawang Kelurahan Bendo Kecamatan Ponggok Kab.Blitar, saat saksi akan menjemput anaknya sekolah, sesampainya di perlintasan Rel.KA, pelapor (Saksi) mendengar suara bunyi sirine perlintasan, bertandakan KA akan lewat, tak lama melihat seorang perempuan yang kendarai motor berhenti di samping saksi, kemudian wanita tersebut meninggalkan motornya jenis Honda Beat AG 6197 KDI, tiba tiba korban berlari menuju Rel KA bertepatan KA Penataran dari arah timur lewat, dan wanita tersebut menabrakan diri ke KA yang melaju, melihat kejadian saksi mencari bantuan warga selanjutnya warga menuju ke arah korban yang dalam posisi tergeletak." kata Kasi Humas Polres Blitar Polres Blitar Kota Iptu Samsul Anwar dalam keteranganya.
Setelah diteliti oleh masyarakat dan petugas Polsek Srengat bersama Bhabinkamtibmas desa Bgalgik dan Babinsa Koramil Srengat bersama warga masyarakat ternyata kondisi korban sudah meninggal dunia, dan diketahui korban adalah JF 20 warga Dusun Tumpuk Desa Purwokerto Kec Srengat Kab.Blitar, akhirnya korban dirujuk ke RS.Srengat dan petugas menghubungi pihak keluarga JF.
"Kereta Api Penataran jurusan Blitar - Surabaya lewat arah Selatan, sementara itu informasi, kita masih menunggu informasi lanjutan dari pihak Kereta Api, untuk motor Honda Beat AG 6197 KDI di amankan di Polsek Srengat." Pungkas Iptu Samsul. Les
Editor : Moch Ilham