SURABAYAPAGI.com, Malang - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang saat ini bekerja sama dengan International Labour Organization (ILO) telah menginisiasi Kabupaten Malang, Jawa Timur sebagai salah satu sentra peternakan sapi perah di Indonesia menjadi pilot project digitalisasi ekosistem bisnis ternak sapi perah.
Nantinya, digitalisasi dalam ekosistem pengelolaan bisnis peternakan sapi perah akan membuka akses keuangan bagi peternak rakyat, khususnya yang masih underbanked dan unbankable.
“Dengan digitalisasi ini akan memudahkan peternak atau pelaku usaha mikro untuk mengakses keuangan dari perbankan atau jasa keuangan lainnya," jelas Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, Rabu (15/10/2025).
Ia berharap berharap kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Swiss, ILO, dan State Secretariat for Economic Affairs (SECO) terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat dan UMKM, terutama peternak sapi bisa merasakan manfaat dari inovasi keuangan digital ini.
Sehingga, dengan adanya digitalisasi ekosistem peternakan sapi perah membuktikan bahwa teknologi mampu menjadi jembatan antara sektor riil dan lembaga keuangan formal.
Program digitalisasi tersebut mengintegrasikan Enterprise Resource Planning (ERP) dengan Penyelenggara Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK) untuk memperluas akses keuangan peternak. Dan melalui program ini, peternak rakyat, koperasi susu, dan industri dapat terhubung dalam rantai ekosistem yang saling menguntungkan.
Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, hingga Juni 2025, tercatat populasi sapi perah di daerah itu sebanyak 85.820 ekor dengan total produksi susu mencapai 75.568,68 ton.
Tentu, angka ini menunjukkan bahwa sektor peternakan sapi perah di Kabupaten Malang memiliki skala ekonomi yang sangat besar dan menjadi tumpuan hidup bagi lebih dari 12.051 peternak yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD) maupun kelompok ternak rakyat lainnya. Sementara, produksi susu sapi di Jawa Timur pada 2024 sebanyak 468.762 ton. Sehingga Kabupaten Malang berkontribusi terhadap produksi susu secara nasional sekitar 57,9 persen. ml-02/dsy
Editor : Desy Ayu