SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi – Salah satu destinasi wisata alam populer di “The Sunrise of Java” atau Banyuwangi, De Djawatan Benculuk, akan ditutup sementara selama dua hari, tepatnya pada 31 Oktober hingga 1 November 2025. Pihak pengelola telah mengonfirmasi bahwa selama periode tersebut, kunjungan wisata tidak dapat dilayani karena adanya agenda internal pengelolaan kawasan.
“Selama dua hari itu, area wisata De Djawatan tidak dibuka untuk umum. Kami mohon pengertian dari para wisatawan dan mengimbau agar dapat menyesuaikan jadwal kunjungan,” kata pihak pengelola melalui keterangan resminya, Senin (13/10).
Setelah masa penutupan berakhir, wisata hutan trembesi yang ikonik ini akan kembali dibuka seperti biasa. De Djawatan dikenal dengan deretan pohon trembesi raksasa berlumut yang menciptakan suasana bak hutan dalam film fantasi. Keindahan dan keunikan alamnya menjadikan tempat ini salah satu lokasi favorit wisatawan dan fotografer yang berkunjung ke Banyuwangi.
Meski De Djawatan tutup sementara, wisatawan tetap memiliki banyak alternatif destinasi menarik di Banyuwangi.
Mulai dari Kawah Ijen dengan fenomena blue fire yang langka, Pantai Pulau Merah yang terkenal dengan panorama matahari terbenamnya, hingga Green Island yang menawarkan keindahan bawah laut yang masih alami.
Bagi wisatawan yang tidak ingin repot mengatur perjalanan sendiri, sejumlah operator perjalanan lokal seperti YukBanyuwangi juga menyediakan paket open trip yang mencakup transportasi, tiket wisata, hingga pemandu lokal.
Penutupan sementara ini diharapkan tidak mengurangi minat wisatawan untuk berkunjung ke Banyuwangi.
“Setelah dibuka kembali, wisatawan dapat menikmati kembali suasana magis De Djawatan dengan kondisi yang lebih tertata,” tambah pengelola.
Dengan berbagai pilihan destinasi yang dimiliki, Banyuwangi tetap menjadi salah satu daerah wisata unggulan di Jawa Timur yang menawarkan pengalaman alam, budaya, dan petualangan dalam satu wilayah. bwi-01/gfr
Editor : Redaksi