SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Upaya membentengi kader dan jamaah Nahdlatul Ulama dari serangan framing, dan isu yang berkembang di tengah masyarakat terus dilakukan, dengan cara menguatkan konsolidasi ke akar rumput.
Seperti yang dilakukan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Solokuro, menggelar kegiatan konsolidasi kader penggerak di kantornya pada Sabtu (18/10/2025), yang dibuka oleh ketua Tanfidziah PCNU Lamongan, Gus Syahrul Munir, dan dihadiri jajaran pengurus MWC NU dan Kader Penggerak angkatan 27 PCNU Lamongan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan XVII, yang bertujuan memperkuat barisan kader, meneguhkan komitmen ke-NU-an, serta meningkatkan kemampuan menghadapi dinamika sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
Ketua PCNU Lamongan, Gus Syahrul Munir dalam sambutannya menegaskan pentingnya kader NU memiliki keteguhan sikap dan kecerdasan dalam membaca arah perubahan zaman.
“Sekarang ini banyak sekali framing yang mencoba memecah belah umat, bahkan menggiring opini publik dengan cara yang halus. Maka kader NU harus waspada, cerdas, dan tetap berpegang pada manhaj Ahlussunnah wal Jamaah,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Lamongan bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan, M. Basir memberikan motivasi agar kader NU terus menjadi penggerak di tengah masyarakat.
“Kader NU harus siap menjadi benteng jam’iyyah. Jangan hanya aktif di forum, tapi juga harus nyata di lapangan. NU kuat karena kadernya solid dan bergerak dengan niat lillahi ta’ala,” pesannya.
Sementara itu, selain sesi arahan dan konsolidasi , acara juga diisi pengukuhan dan penyerahan syahadah bagi peserta PD-PKPNU Angkatan XVII.
Dengan semangat Hubbul Wathan Minal Iman, MWC NU Solokuro menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penggerak dakwah, sosial, dan pemberdayaan umat di wilayah Lamongan utara.jir
Editor : Moch Ilham