SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Beberapa hari lalu polisi berhasil mengungkap pesta seks sesama jenis di sebuah hotel di kawasan Ngagel Surabaya dengan mengaman 34 pria diamankan.
Peristiwa tersebut mendapat tanggapan DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya. Dewan meminta pihak hotel di Kota Pahlawan lebih selektif dan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas tamu.
Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Azhar Kahfi, menyayangkan insiden tersebut terjadi di tengah upaya pemerintah kota menjaga citra Surabaya sebagai kota yang beradab dan religius.
“Kejadian itu cukup disayangkan, kenapa bisa terjadi di Surabaya. Kami meminta aparat berwenang memperketat pengawasan agar hal serupa tidak terulang,” ujar Azhar, Selasa (21/10).
Politikus Partai Gerindra itu menilai, pengelola hotel memiliki peran penting dalam mencegah aktivitas yang melanggar norma sosial maupun hukum.
“Pihak hotel harus selektif dan waspada terhadap tamu yang menginap. Jika pengawasan minim, kejadian seperti di hotel Midtown bisa terulang,” tegasnya.
Selain pengawasan internal, Azhar juga meminta adanya peningkatan upaya deteksi dini terhadap aktivitas kelompok yang disinyalir berpotensi melakukan pelanggaran serupa.
“Upaya memasifkan pengawasan jauh lebih penting, Satpol PP lebih pada aspek ketertiban umum, sementara ini sudah masuk ranah hukum,” pungkasnya. Alq
Editor : Moch Ilham