Wakil Ketua DPRD Surabaya: Kampung Pancasila Harus Mampu Mengaplikasikan Nilai-Nilai Pancasila

author Al Qomaruddin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Peresmian pengolahan sampah mandiri RW 3 Bubutan jadi percontohan Kampung Pancasila di Surabaya. (Dok, Humas Pemkot Surabaya)
Peresmian pengolahan sampah mandiri RW 3 Bubutan jadi percontohan Kampung Pancasila di Surabaya. (Dok, Humas Pemkot Surabaya)

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kampung Pancasila merupakan program unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, yang mana program ini gerakan terpadu yang menekankan pentingnya nilai-nilai keguyuban, gotong royong, dan kepedulian sosial, yang berlandaskan pada nilai-nilai agama dan kebudayaan serta mendorong ekonomi kerakyatan dengan pemberdayaan pemuda melalui pelatihan dan pembentukan usaha mandiri. 

Pemerintah Kota Surabaya meresmikan 1.360 Kampung Pancasila di 153 kelurahan di kota setempat. Wakil Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya Arif Fathoni mengatakan nilai Pancasila harus tampak dari perilaku warga untuk menjalankan lima sila dalam tindakan sehari-hari.

"Program yang digagas Pemkot bersama Forkopimda ini bertujuan untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial secara tuntas. Kalau Kampung Pancasila ini bisa berjalan,"ungkap Arif Fathoni, Rabu, (22/10).

Sebenarnya, lanjut Fathoni Pancasila merupakan ideologi pemersatu masyarakat Indonesia yang sangat beragam dan multikultural ini. Program Kampung Pancasila harus menjadi lebih dari sekadar slogan dan harus benar-benar mencerminkan nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di setiap kelurahan.

"Kalau Kampung Pancasila ini bisa berjalan dengan baik, maka kehidupan sosial masyarakat Surabaya akan mencerminkan nilai-nilai Pancasila itu sendiri. Karena Pancasila ini adalah ideologi pemersatu bangsa yang beragam dan multikultural," katanya.

Menurut Fathoni, Pancasila adalah ideologi pemersatu bangsa yang harus dihidupkan dalam perilaku sosial warga, bukan hanya dijadikan simbol atau atribut seremonial.

Ia menuturkan, tanggung jawab besar berada di pundak lurah dan camat untuk menumbuhkan serta memelihara nilai-nilai tersebut di wilayahnya. Ketika muncul persoalan di tengah warga, semangat musyawarah mufakat harus menjadi jalan utama penyelesaian.

"Tidak boleh ada yang kuat menindas yang lemah. Tidak boleh ada persekusi karena perbedaan agama atau keyakinan. Semua warga negara yang berketuhanan itu sah dan harus hidup berdampingan secara damai," tutur Fathoni.

Fathoni menilai, keberhasilan Kampung Pancasila bisa diukur dari sejauh mana nilai-nilai dasar bangsa itu benar-benar hadir di tengah masyarakat. Misalnya, tidak ada konflik horizontal antar warga, tidak ada persekusi atas dasar perbedaan keyakinan, dan masih tumbuhnya semangat gotong royong.

"Kalau masih ada konflik antarwarga, kesenjangan sosial, atau kurangnya kepekaan terhadap sesama, berarti nilai-nilai Pancasila belum benar-benar hidup di situ,” ucapnya.

Ia juga menegaskan, Kampung Pancasila harus menjadi role model kehidupan sosial di setiap wilayah kelurahan. Ia mencontohkan, penerapan sila keempat bisa diwujudkan lewat budaya musyawarah dalam menyelesaikan masalah warga.

Sila kelima, yang berbunyi "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”, dapat terlihat dari upaya saling membantu antar warga tanpa memandang status sosial.

"Kalau yang kaya membantu yang miskin, kalau warga menjaga satu sama lain, itu baru mencerminkan keadilan sosial," pungkasnya. Alq

Berita Terbaru

Momentum Libur Panjang, Kebun Binatang Surabaya Dipadati Pengunjung

Momentum Libur Panjang, Kebun Binatang Surabaya Dipadati Pengunjung

Senin, 18 Mei 2026 11:33 WIB

Senin, 18 Mei 2026 11:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Selama momentum libur panjang (long weekend), destinasi wisata Kebun Binatang Surabaya (KBS) dipadati ribuan wisatawan selama…

Akhir Long Weekend, Wisata Jolotundo Nganjuk Diserbu Ribuan Pengunjung

Akhir Long Weekend, Wisata Jolotundo Nganjuk Diserbu Ribuan Pengunjung

Senin, 18 Mei 2026 11:25 WIB

Senin, 18 Mei 2026 11:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Spot destinasi wisata alam Jolotundo Glamping & Edu Park, di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk banyak diserbu…

Fasilitasi Mobilitas Warga, Pembangunan Jembatan Bokwedi Ditarget Tuntas September 2026

Fasilitasi Mobilitas Warga, Pembangunan Jembatan Bokwedi Ditarget Tuntas September 2026

Senin, 18 Mei 2026 11:17 WIB

Senin, 18 Mei 2026 11:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Dalam rangka mempermudah dan mendorong mobilitas warga setempat, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan proyek…

Terus Membaik, Pemkab Catat Capaian Positif IKG di Situbondo yang Dekati Angka Nol

Terus Membaik, Pemkab Catat Capaian Positif IKG di Situbondo yang Dekati Angka Nol

Senin, 18 Mei 2026 11:07 WIB

Senin, 18 Mei 2026 11:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Berdasarkan data Indeks Ketimpangan Gender (IKG) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mencatatkan capaian positif yakni 0,390 yang…

Lewat Pelayanan Jemput Bola, Pemkab Bangkalan Optimalkan Penerimaan PBB

Lewat Pelayanan Jemput Bola, Pemkab Bangkalan Optimalkan Penerimaan PBB

Senin, 18 Mei 2026 10:58 WIB

Senin, 18 Mei 2026 10:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Melalui sosialisasi langsung ke desa-desa terkait layanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) keliling, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Permintaan Sapi Kurban di Pasar Jetis Ponorogo Meningkat Jelang Idul Adha

Permintaan Sapi Kurban di Pasar Jetis Ponorogo Meningkat Jelang Idul Adha

Senin, 18 Mei 2026 10:46 WIB

Senin, 18 Mei 2026 10:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, terjadi lonjakan aktivitas jual beli ternak di Pasar Hewan Jetis, Ponorogo, Jawa Timur…