Musim Penghujan, BPBD Ponorogo Pastikan EWS Berfungsi Normal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas BPBD Kabupaten Ponorogo melakukan pengecekan salah satu EWS. SP/ PNG
Petugas BPBD Kabupaten Ponorogo melakukan pengecekan salah satu EWS. SP/ PNG

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Memasuki musim penghujan akhir tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, memastikan sistem peringatan dini bencana banjir (early warning system/EWS) berfungsi normal. Pasalnya, EWS tersebut memerlukan penggantian aki atau baterai karena mulai melemah.

"Dari hasil pemeriksaan, kondisi aki memang sudah menurun sehingga alat menjadi kurang responsif dalam membaca ketinggian air. Kami langsung jadwalkan penggantian agar sistem tetap berjalan normal," jelas Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun, Minggu (26/10/2025).

Disatu sisi, sejumlah langkah antisipasi dan mitigasi bencana hidrometeorologi dengan melakukan pengecekan berkala alat early warning system (EWS) pendeteksi banjir. Pihaknya juga telah memeriksa tiga unit EWS yang tersebar di Sungai Tempuran, Sungai Gendol, dan Sungai Grenteng.

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan bahwa jika kemampuan aki yang melemah dapat berdampak pada kecepatan sistem dalam mengirimkan sinyal peringatan dini ke pusat pemantauan. Dan jika tidak segera diganti, maka perangkat bisa rusak dan gagal memberikan peringatan saat terjadi kenaikan debit air.

Sehingga, adanya keberadaan EWS sangat penting untuk memperkuat sistem peringatan dini bencana, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir. 

"Fungsi EWS ini sangat penting, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir. Dengan alat ini, informasi peringatan dini bisa diterima lebih cepat sehingga masyarakat dapat melakukan langkah penyelamatan diri," kata dia.

Menindaklanjuti segala antisipasi tersebut, pihaknya mengatakan BPBD akan terus memantau kondisi EWS selama musim hujan, serta tak lupa terus mengimbau masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan tanda-tanda kerusakan alat tersebut di lapangan.

"Mitigasi dini menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana. Kami pastikan seluruh peralatan siap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem," kata dia. pn-01/dsy

Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Bakal Pasang Sensor Monitoring Sesar, Antisipasi Risiko Gempa

Pemkot Surabaya Bakal Pasang Sensor Monitoring Sesar, Antisipasi Risiko Gempa

Rabu, 16 Sep 2026 11:47 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 11:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti bagian dari upaya memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa, Pemerintah Kota (Pemkot)…

Tanggapi Aktivitas Gunung Semeru di Medsos, Pemkab Lumajang: Perlu Diikuti Sumber Resmi

Tanggapi Aktivitas Gunung Semeru di Medsos, Pemkab Lumajang: Perlu Diikuti Sumber Resmi

Rabu, 16 Sep 2026 11:38 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 11:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melihat status siaga aktivitas Gunung Semeru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, mengajak warga untuk lebih bijak menggunakan…

Masuki Puncak Panen 2026, Harga tembakau di Lamongan Capai Rp52 Ribu per Kg

Masuki Puncak Panen 2026, Harga tembakau di Lamongan Capai Rp52 Ribu per Kg

Rabu, 16 Sep 2026 11:20 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 11:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Harga tembakau varietas Jawa di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mencapai Rp52 ribu per kilogram untuk daun tengah pada puncak…

Anak Angkat Ruben Onsu, Dilaporkan Persetubuhan dengan Kekerasan

Anak Angkat Ruben Onsu, Dilaporkan Persetubuhan dengan Kekerasan

Rabu, 16 Sep 2026 11:12 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 11:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kuasa Hukum ANW, Nathanie Hutagaol, mengatakan Betrand Peto diduga melakukan persetubuhan dengan kekerasan. Ini merupakan tuduhan…

Alas Lali Jiwo Gunung Arjuno Sempat Terbakar, Kini Telah Terkendali, Masih Terus DIpantau

Alas Lali Jiwo Gunung Arjuno Sempat Terbakar, Kini Telah Terkendali, Masih Terus DIpantau

Rabu, 16 Sep 2026 10:53 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 10:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Melihat insiden kebakaran hutan yang terjadi di Alas Lali Jiwo, Gunung Arjuno, Jawa Timur yang sempat was-was dan digencarkan…

Terdampak Kekeringan, Warga Tulungagung Dapat Tambahan 10 Ribu Liter Air Bersih

Terdampak Kekeringan, Warga Tulungagung Dapat Tambahan 10 Ribu Liter Air Bersih

Rabu, 16 Sep 2026 10:37 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 10:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Guna memenuhi kebutuhan warga terdampak kekeringan di Dusun Karanganyar, Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, Pemerintah…