SURABAYAPAGI.com, Jombang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menyalurkan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) sebagai program subsidi bagi peternak skala kecil dan menengah, untuk menekan harga pakan ternak yang turut melonjak.
Pasalnya, jika pakan ternak naik, maka biaya produksi peternak ayam petelur di Kabupaten Jombang pun juga turut melonjak. Diketahui, saat ini harga pakan, terutama jagung kering, terus naik dalam beberapa waktu terakhir.
Di pasaran, harga jagung kini mencapai Rp6.700 per kilogram. Namun, melalui program ini, jagung subsidi disalurkan dengan harga Rp5.500 per kilogram, jauh di bawah harga pasar.
”Kenaikan harga jagung berdampak langsung pada biaya pakan yang menjadi komponen terbesar dalam usaha peternakan ayam petelur. Karena itu, pemerintah melakukan intervensi melalui penyaluran jagung subsidi,” jelas Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Mochamad Saleh, Selasa (28/10/2025).
Sehingga Pemkab menyalurkan bantuan jagung subsidi. Dimana, Program ini merupakan kerja sama antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bulog, dan Pemerintah Kabupaten Jombang, dengan total distribusi jagung subsidi mencapai 116,5 ton, diperuntukkan bagi 12 peternak dengan populasi ayam petelur sekitar 98.800 ekor.
Diketahui, penyaluran dilakukan melalui koperasi agar distribusi lebih terpantau dan tepat sasaran. Dengan adanya subsidi ini, diharapkan biaya pakan bisa ditekan sehingga peternak tetap mampu menjaga produksi dan stabilitas harga telur di pasaran.
Sementara itu, salah satu peternak ayam petelur asal Desa Mojotengah, Kecamatan Bareng, Irin Suprihatin, menyebut kenaikan harga pakan membuat peternak kesulitan menjaga margin keuntungan. Ia berharap, program subsidi pakan ini bisa berlanjut, terutama bagi peternak kecil dan mikro yang paling terdampak fluktuasi harga pakan.
“Program jagung subsidi ini sangat membantu peternak seperti kami untuk tetap bertahan,” ucapnya. jb-01/dsy
Editor : Desy Ayu