SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menkeu Purbaya menyimpulkan bahwa gaya komunikasinya adalah catalyst (katalis) yang diperlukan untuk mempercepat pemulihan sentimen. "Jadi sepertinya saya koboi tapi yang saya lakukan adalah mengembalikan kepercayaan Masyarakat ke pemerintah," tambahnya, Selasa.
Bendahara negara itu kemudian membuka kartu AS, menegaskan bahwa gaya koboi dan kebijakan yang terkesan drastis tersebut bukanlah inisiatif pribadi, melainkan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya tunggal: mendorong pertumbuhan ekonomi secara agresif demi mengejar target pertumbuhan 8 persen selama periode kepemimpinan Prabowo.
"Jadi saya tidak berani gerak sendiri. Saya hanya perpanjangan tangan di Bapak Presiden kira-kira begitu. Dengan versi yang lebih halus malah," ungkap Purbaya. Ia menceritakan bahwa Presiden memberinya lampu hijau penuh.
"Saya pernah bilang ke beliau, 'Saya akan memastikan belanjanya tepat waktu,' beliau bilang, go ahead saja, jalan. Kenapa? Karena kita perlu ekonomi yang lebih cepat. Di triwulan keempat sudah mulai kelihatan, kan? Saya harus harapkan ke depan lebih bagus lagi," ucap Menkeu Purbaya, menggarisbawahi komitmennya untuk menggunakan segala cara, termasuk gaya komunikasi unik, demi mencapai target ambisius negara.
Gaya Asal Ceplos
Gerak-gerik dan gaya asal ceplos Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa jadi perhatian banyak orang. Gayanya itu membuat Purbaya dijuluki Menteri Koboi. Ternyata, gaya koboi Purbaya itu merupakan perintah dari Presiden Prabowo Subianto.
"Semua pekerjaan saya, walaupun saya kelihatannya koboi, itu disuruh oleh Presiden (Prabowo). Itu pandangan presiden," ungkap Purbaya dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (28/10/2025).
Ia bahkan menceritakan sikap Presiden Prabowo sebenarnya lebih keras. Kekerasan terlihat dalam sejumlah rapat. Purbaya mengatakan dirinya justru versi halus dari sang Kepala Negara.
Purbaya menegaskan tidak ada yang akan diubah dalam gaya komunikasi koboi miliknya. Walau, ia menyadari ada sejumlah orang yang tidak terima dengan caranya berkomunikasi.
"Saya baru tahu bahwa sebagian orang nggak bisa terima, tapi biar saja. For the sake of the country, I don't care! Tapi karena ini perintah (Presiden Prabowo), kalau diperintah berubah, saya berubah. Ini hanya perpanjangan tangan dari bapak presiden lah, dengan versi yang lebih halus," tuturnya.
"Presiden (Prabowo) lebih keras dari saya kok. Saya sudah korting berapa persen, sudah saya korting berapa puluh persen itu. Beliau lebih keras dari saya, jadi saya sudah versi halusnya lah," imbuh Purbaya.
Purbaya mengaku memang ada sejumlah pihak yang marah kepadanya, termasuk anggota DPR RI. Akan tetapi, dirinya tidak menyebut secara gamblang siapa anggota Parlemen yang dimaksud.
Kemarahan itu diklaim datang ketika dirinya bertekad membawa ekonomi Indonesia tumbuh lebih cepat. Purbaya menargetkan pertumbuhan 5,5 persen secara tahunan dalam jangka pendek dan menengah.
"Jangka pendek-menengah, saya coba hidupkan private sector dan government sector secara bersamaan. Government sudah saya dorong-dorong sedikit, walaupun ada yang marah sana sini, tapi biar saja. Ada beberapa orang (marah), ada deh. Ada yang anggota parlemen (DPR RI), katanya ikut campur sana sini. Enggak, saya gak ikut campur!" bebernya. n erc/cnn/ec/rmc
Editor : Moch Ilham