Dinkes Kota Batu Catat Jumlah Perokok Remaja di Kota Batu Naik Tiga Kali Lipat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar skrining dengan smokerlyzer untuk mengidentifikasi perokok remaja di Kota Batu. SP/
Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar skrining dengan smokerlyzer untuk mengidentifikasi perokok remaja di Kota Batu. SP/

i

SURABAYAPAGI.com, Batu - Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mencatat jumlah perokok pada usia anak hingga remaja di Kota Batu cukup tinggi. Padahal pada tahun 2023 tercatat sebanyak 270 remaja aktif merokok. Namun, kali ini jumlah itu meningkat tajam pada tahun berikutnya.

Dari data yang dikumpulkan Dinkes Kota Batu, diketahui ada pergeseran usia awal merokok. Di mana, pada 2023 perilaku merokok mulai tercatat pada rentang usia 10-18 tahun. Mirisnya lagi, lebih dari 50% orang tua tidak melarang anaknya merokok.

"Tahun 2024 ada sebanyak 763 remaja aktif merokok," ujar Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinkes, dr Susana Indahwati, Minggu (09/11/2025).

Data tersebut didapat dari hasil pendataan yang dilakukan dengan cara skrining menggunakan alat smokerlyzer untuk mengukur kadar karbon monoksida (CO) dalam napas sebagai indikator paparan asap rokok.

Namun data terbaru menunjukkan kasus merokok pada anak berusia 4-9 tahun sudah muncul. Bahkan, jumlahnya mencapai 2,6�ri total perokok di Jawa Timur. Sementara kelompok usia 10-18 tahun menyumbang 44,7�ri total perokok di Jawa timur.

Susana atau yang akrab disapa dr Susan ini mengatakan, ada dua faktor utama mendorong perilaku merokok anak-anak. Pertama adalah lingkungan pergaulan dan kondisi keluarga.

Selain itu, sekitar 60,6% orang tua ternyata tidak mencegah anak membeli rokok. Praktisnya, anak yang tidak punya banyak uang tetap dapat membeli rokok eceran per batang dengan harga murah.

"Seringkali orang tua tidak melarang, bahkan ada yang memberi rokok kepada anak. Selain itu, lingkungan pergaulan yang dikelilingi perokok memicu anak meniru. Sehingga, peran orang tua sangat penting, bukan hanya melarang tetapi juga memberi dukungan emosional dan pemahaman," jelasnya. bt-01/dsy

Berita Terbaru

Tangani Banjir, Pemkot Malang Intensif Tangani Masalah Tumpukan Sampah

Tangani Banjir, Pemkot Malang Intensif Tangani Masalah Tumpukan Sampah

Senin, 05 Okt 2026 12:05 WIB

Senin, 05 Okt 2026 12:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebagai upaya dalam menekan potensi banjir saat musim hujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah mengintensifkan penanganan…

Tanggap Bencana, Pemkab Bangkalan Perkuat Mitigasi di Berbagai Objek Wisata

Tanggap Bencana, Pemkab Bangkalan Perkuat Mitigasi di Berbagai Objek Wisata

Senin, 05 Okt 2026 11:50 WIB

Senin, 05 Okt 2026 11:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Melihat maraknya bencana alam di Indonesia, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, mulai memperkuat program mitigasi…

Gandeng Pemkot Mojokerto, Gapopin Jatim Bagikan Ribuan Kacamata Gratis

Gandeng Pemkot Mojokerto, Gapopin Jatim Bagikan Ribuan Kacamata Gratis

Senin, 05 Okt 2026 11:37 WIB

Senin, 05 Okt 2026 11:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kepedulian terhadap kesehatan mata terus digencarkan Pengurus Daerah (Pengda) Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (Gapopin) Jawa T…

Pemkot Surabaya Perluas Bopda Santri, Siapkan Bantuan Rp150 Ribu per Bulan

Pemkot Surabaya Perluas Bopda Santri, Siapkan Bantuan Rp150 Ribu per Bulan

Senin, 05 Okt 2026 11:28 WIB

Senin, 05 Okt 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merancang perluasan Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda) bagi santri dan peserta didik…

Chery Pikap Double Cabin Diesel, Bisa Dipesan ke Australia

Chery Pikap Double Cabin Diesel, Bisa Dipesan ke Australia

Senin, 05 Okt 2026 08:31 WIB

Senin, 05 Okt 2026 08:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Chery sejatinya punya mobil pikap double cabin diesel berteknologi plug in hybrid electric vehicles (PHEV). Mobil itu makin dekat ke…

Pulihkan Stabilitas Ekonomi, Bolivia Didanai IMF Rp 33,98 triliun

Pulihkan Stabilitas Ekonomi, Bolivia Didanai IMF Rp 33,98 triliun

Senin, 05 Okt 2026 08:29 WIB

Senin, 05 Okt 2026 08:29 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bolivia mendapat akses pendanaan hingga SDR 1,369 miliar (US$ 1,9 miliar) atau sekitar Rp 33,98 triliun (asumsi kurs Rp 17.888). Dengan…