SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 kembali digelar di Kartika Expo Center, Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (8/11).
Ratusan desainer tampil dalam fashion show tahunan tersebut, termasuk 16 karya dari 4 perancang busana serta 6 pengrajin batik asal Kota Mojokerto.
Motif-motif batik khas Mojopahitan diantaranya, surya mojopahit, sulur, sekar jagat, tribuana tunggadewi, sisik gringsing, mrico bolong dan teratai hadir bukan hanya sebagai kain, tetapi sebagai simbol kebanggaan yang kini kian dicintai masyarakat.
Walikota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Wakil Walikota Rachman Sidharta Arisandi, turut hadir menyaksikan langsung kemeriahan itu.
Petinggi Pemkot Mojokerto ini turut berbangga wastra Kota Mojokerto kembali tampil dalam gelaran peragaan busana nasional di Jakarta tahun ini.
“Saya bangga batik-batik khas Kota Mojokerto dapat ditampilkan lagi dalam Fashion Show JMFW sehingga dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas baik di tingkat nasional hingga internasional," katanya.
Bagi Ning Ita, JMFW bukanlah sekadar panggung mode. Lebih dari itu, ia melihat adanya dampak nyata yang dirasakan pelaku UMKM, desainer serta pengrajin batik Kota Mojokerto.
Sejak keikut sertaan Kota Mojokerto dua tahun lalu, omzet pengrajin ikut terdongkrak. Angka ini menjadi bukti bahwa keberadaan batik Kota Mojokerto telah membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku IKM dan UMKM.
la pun berharap promosi batik melalui panggung fashion show nasional terus berlanjut sebagai ajang yang tidak hanya untuk mengasah kreativitas, tetapi juga memperkuat identitas kota di kancah nasional.
“Alhamdulillah, laporan yang saya terima menyebut omzet pengrajin terus meningkat. Artinya, apa yang kita lakukan bersama benar-benar membawa manfaat,” ungkapnya penuh syukur.
Terpisah, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Amin Wachid menjelaskan, kehadiran Kota Mojokerto di panggung JMFW 2026 tersebut atas kolaborasi para pengrajin di Sentra IKM Sepatu, Sentra IKM Batik serta Apikmen.
Ia menjelaskan, ada 7 pengrajin alas kaki yang dilibatkan, yakni Awake, Saganex, Moher, Handymen, D Best, Acacope, Kristin dan Lia serta 6 pengrajin batik, diantaranya Sofia, Burhan, Bu Dar, Bardadinawan dan Tunggaldewi.
"Sedangkan untuk desain, kita gandeng 4 desainer yakni Dessy Dalia, Lyna Desriana, Danny Dwa, Apikmen. Mereka merancang 8 look female, 8 look male," pungkasnya. dwi
Editor : Redaksi