Pasca OTT KPK, Pelayanan Kesehatan di RSUD Ponorogo Tetap Berjalan Normal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kondisi petugas medis RSUD dr. Harjono Ponorogo tetap melayani pasien seperti biasa pasca penetapan direktur rumah sakit tersebut sebagai tersangka oleh KPK. SP/ PNG
Kondisi petugas medis RSUD dr. Harjono Ponorogo tetap melayani pasien seperti biasa pasca penetapan direktur rumah sakit tersebut sebagai tersangka oleh KPK. SP/ PNG

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti pasca penetapan direktur rumah sakit tersebut, dr. Yunus Mahatma, sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk pelayanan kesehatan (aktivitas tenaga medis dan pegawai) di RSUD dr. Harjono Ponorogo, Jawa Timur tetap berjalan normal kepada masyarakat seperti biasa.

Aktivitas di ruang-ruang perawatan dan poli tetap ramai seperti hari-hari biasanya. Tak tampak tanda-tanda gangguan layanan pasca kasus yang menyeret pucuk pimpinan rumah sakit pelat merah itu. 

"Pascakejadian itu, pelayanan tetap berjalan lancar seperti biasa. Manajemen juga menjalankan kegiatan sesuai tupoksi masing-masing," ungkap Humas RSUD dr. Harjono, Sugianto, Senin (10/11/2025).

Hal itu karena komitmen seluruh jajaran rumah sakit dalam menjaga soliditas dan fokus pada peningkatan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat, meskipun salah satu pimpinan tengah menjalani proses hukum. "Harapan kami semua segera selesai dan pelayanan di RSUD tetap lancar," ujarnya.

Sementara itu, terkait penetapan tersangka terhadap direktur RSUD bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-108 RSUD dr. Harjono. Pihaknya juga  tetap melanjutkan kegiatan Healthy Run 5K sesuai jadwal, namun sejumlah acara lain ditunda hingga situasi memungkinkan."

"Healthy Run tetap kami jalankan sebagaimana mestinya, tetapi kegiatan lain sementara kami tunda menunggu kondisi membaik," tutur Sugianto.

Diketahui sebelumnya, KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, yakni Bupati Sugiri Sancoko, Sekda Agus Pramono, Direktur RSUD dr. Harjono dr. Yunus Mahatma, dan Sucipto, rekanan proyek rumah sakit.

Keempatnya diduga terlibat dalam praktik suap terkait mutasi dan promosi jabatan, proyek di RSUD dr. Harjono, serta gratifikasi di lingkup Pemkab Ponorogo. Dan hingga saat ini, mereka ditahan di Rutan Gedung Merah Putih KPK selama 20 hari pertama hingga 27 November 2025. pn-01/dsy

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…