Keindahan Gunung Budeg Tulungagung, Pesona Alamnya Menyimpan Kisah Kutukan Abadi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Keindahan Gunung Budeg yang berlokasi di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. SP/ TGL
Keindahan Gunung Budeg yang berlokasi di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. SP/ TGL

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Gunung Budeg yang berlokasi di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung yang menyimpan keindahan dan panorama yang indah. Namun, ternyata juga menyimpan legenda penuh duka, mengenai seorang pemuda yang dikutuk ibunya. Mengutip dari repository UIN SATU, kisah ini berawal dari Joko Tawang yang jatuh hati kepada Roro Kembang Sore.

Keduanya berasal dari kasta berbeda, di mana Joko Tawang merupakan kaum sudra atau rakyat miskin, sementara Roro Kembang Sore adalah putri bangsawan dari Kerajaan Lembu Peteng. Sebagai keturunan ningrat, Roro Kembang Sore tentu tidak dapat dengan mudah menerima cinta pemuda sudra tersebut. 

Namun, ia juga merasa sungkan kepada Mbok Rondo, ibu Joko Tawang, yang pernah menolongnya ketika ia menolak dijodohkan dengan Adipati Kalang. Karena itu, Roro Kembang Sore menetapkan syarat bagi Joko Tawang jika ingin menikahinya, Senin (17/11/2025).

Ia meminta Joko Tawang untuk menempa diri agar memiliki kekuatan spiritual yang dapat melindunginya dari bahaya. Lantas, Joko Tawang pun berangkat bertapa ke sebuah gunung sambil membawa cikrak (tempat sampah) untuk melindungi kepalanya dari panas. 

Ketika Mbok Rondo pulang, ia mendapati rumah sepi dan berbeda dari biasanya. Ia pun menyusul ke Gunung Kidul. Mbok Rondo memanggil anaknya, tetapi Joko Tawang tetap diam karena sedang berkonsentrasi memenuhi permintaan Roro Kembang Sore. Merasa marah dan tersinggung, Mbok Rondo melontarkan kata-kata kasar, "Dasar anak budek seperti batu!". Seketika itu, Joko Tawang berubah menjadi batu. Dalam bahasa Jawa, budeg berarti tidak dapat mendengar. Sejak itu, Joko Tawang dikenal sebagai Joko Budeg.

Sebelum naik, pendaki diwajibkan menyerahkan KTP untuk dicatat, lalu mengisi buku tamu dan membayar biaya kebersihan sebesar Rp 5.000 per orang. Panitia juga menyediakan penyewaan tenda berbagai ukuran dengan tarif Rp 30.000-50.000 per tenda.

Dengan ketinggian 550 meter, Gunung Budeg kerap menjadi incaran pemburu momen matahari terbit dan terbenam. Siluet matahari yang muncul di balik perbukitan menghasilkan pemandangan dramatis dan fotogenik, menjadikannya lokasi favorit para fotografer maupun penikmat alam. Malamnya, pengunjung dapat menyaksikan gemerlap lampu kota, disusul panorama matahari terbit keesokan paginya. tl-01/dsy

Berita Terbaru

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat ekosistem produk halal dengan menggelar fasilitasi sertifikasi halal massal bagi p…

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kenyamanan warga menjadi prioritas utama dalam pengelolaan parkir di Kota Mojokerto. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto melalui …

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda   ‎

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda  ‎

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Gugatan puluhan pedagang pasar tradisional Kota Madiun terhadap pemerintah Kota Madiun menguak dugaan cacat prosedural dalam p…

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Gresik sukses menggelar Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 yang diikuti sebanyak 1.111 peserta di kawasan Wisma J…

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

SURABAYA PAGI, Pacitan- Aksi brutal dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap seorang pedagang tempe di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Korban yang…